SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 025 - Jendral Pasukan Kekaisaran Xia.


__ADS_3

“Hohoho … ternyata kamu memiliki kebiasaan diam-diam mengikuti cucumu sendiri ya Pak Tua? Padahal sedikit lagi ingin melihat seberapa dalam kekuatan asli dari Mo Chen ini,” ucap Pria Paruh Baya tadi yang kini mengubah wajahnya, dia adalah Raja Kota yang menyamar.


“Dasar tukang menyamar, tidak salah jika semua orang menyebutmu orang pengecut yang selalu saja melarikan diri dengan cara licik!” ucap Kakek Mo Bingwen meremehkan.


“Hahaha! Mau bagaimana lagi, dengan cara itu akhirnya aku bisa hidup sampai sekarang, jika tidak maka aku sudah mati ratusan tahun yang lalu, tapi aku kesini untuk urusan lain,” ucap Raja Kota (Paman Tong Sheng).


“Oh apakah Anda ingin menagih janjiku untuk menjual senjata ini Paman Tong Sheng?” tanya Mo Chen.


“Sebelumnya aku berniat mengunjungi rumahmu, tapi ketika sudah dekat aku merasakan senjata yang kamu buat itu sangat hebat dan menimbulkan sedikit ledakan,” jelas Paman Tong Sheng.


“Ya, aku tadi merasakan hawa keberadaanmu, tapi tiba-tiba kamu menghilang begitu saja, tepat ketika Mo Chen tadi keluar ingin mencoba pedangnya itu, jadi apa yang ingin kamu lakukan Pak Tua?” tanya Kakek Mo Bingwen yang sudah mendekati kedua orang itu.


“Aku melarang kamu menjual senjata itu!” tegas Paman Tong Sheng.


“Kenapa? Bukankah Paman sendiri yang menginginkan itu?” tanya Mo Chen.


“Senjata buatanmu terlalu kuat, takutnya malah disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab, apalagi aku mendapatkan informasi yang kurang mengenakkan untuk kalian berdua,” ucap Paman Tong Sheng.


“Informasi kurang mengenakkan apa itu? Apakah para bajingan itu sudah mulai bergerak dan kamu tidak lagi bisa melindungi kota ini lagi?” tebak Kakek Mo Bingwen.


“Kurang lebih seperti itu, sayangnya itu lebih buruk lagi. Apalagi setelah kalian berdua mengalahkan Organisasi Pembunuh kemarin, Keluarga Xia sudah mulai melakukan gerakan,” ucap Paman Tong Sheng.


“Tunggu-tunggu, apa hubungannya dengan perlindungan kota dan tiba-tiba saja berganti ke Keluarga Xia? Apakah ini berhubungan dengan Xia He?” tanya Mo Chen mengambil kesimpulan.


Paman Tong Sheng membiarkan Kakek Mo Bingwen yang menjelaskan, dia tidak ingin menyebarkan rahasia orang lain begitu saja.


“Cepat atau lambat kamu akan mengerti, jadi aku akan memberitahumu sekarang. Kamu tahu bukan sewaktu di organisasi itu, aku bertarung melawan seseorang?” tanya Kakek Mo Bingwen.


“Benar, meskipun aku tidak tahu siapa orang itu, tapi aku bisa merasakannya Kakek,” jawab Mo Chen.

__ADS_1


“Nah ini adalah sebagian kain yang bisa aku dapatkan setelah bertarung melawannya dan merobek sebagian kecil pakaiannya,” ucap Kakek Mo Bingwen sambil memberikan sobekan kain itu.


Mo Chen langsung paham dengan hal itu.


“Jadi orang itu berasal dari Keluarga Kekaisaran Xia? Apakah itu artinya Xia He adalah–”


“Ya benar, dia adalah Putri Bungsu dari Keluarga itu, tentunya kamu sudah menebak mengenai hal itu bukan?” tanya Kakek Mo Bingwen.


“Ya aku sudah menebak hal tersebut, lalu apakah Putri Yang Hilang itu adalah Xia He? Tapi kenapa Keluarga Xia mengincar putri bungsunya sendiri?” tanya Mo Chen semakin penasaran.


“Karena dia memiliki sebuah tubuh spesial yang bisa membuat seorang kultivator naik tingkat dengan sangat cepat, ketika dia melepaskan kekuatan aslinya,” jelas Kakek Mo Bingwen.


[Xia He memiliki tubuh Qi Bawaan. Dimana dia berperan sebagai tungku energi qi bagi semua orang yang berhubungan badan dengannya. Sehingga siapapun yang bisa bersetubuh dengannya maka mereka akan mendapatkan 2 kali pencapaian dalam kultivasi.]


Mo Chen yang mendapatkan penjelasan itu terlihat sangat marah, dia sudah bisa menyimpulkan kenapa kekasihnya itu melarikan diri dari rumah, karena jika tidak maka dia hanya akan menjadi objek atau dengan kata lain tungku qi saja.


“Kalau begitu kenapa keluarganya sangat tega ingin melakukannya? Bukankah dia adalah anak dari kaisar tersebut? Kenapa malah menjadikan anaknya seperti itu?” tanya Mo Chen sambil marah.


“Xia He…” Mo Chen melihat kekasihnya itu berwajah sedih.


“Tidak masalah, aku tidak ingin kamu mengasihaniku, aku hanya ingin kamu mencintaiku sebagai seorang wanita. Itulah kenapa selama ini aku tidak ingin menceritakan mengenai masalah ini,” jawab Xia He.


“Tidak! Kamu adalah kekasihku, semua deritamu sudah terbagi sama rata denganku. Dan aku sudah berjanji padamu untuk melindungi dan menjagamu selama sisa hidupku,” tegas Mo Chen.


Xia He tersenyum ringan, lalu dia langsung mengecup kekasihnya itu, tapi dia masih terlihat murung karena kedatangannya kemari hanya untuk mengatakan perpisahan pada Mo Chen.


Kakek Mo Bingwen dan Raja Kota Tong Sheng yang sangat peka dengan sekitar langsung sadar bahwa sudah ada banyak orang yang mengepung mereka, serta kekuatan mereka benar-benar tidak main-main.


“Tuan Putri, apakah?”

__ADS_1


“Iya benar, keberadaan kita sudah diketahui oleh keluargaku, maafkan aku semuanya. Aku kesini hanya untuk mengucapkan perpisahan, aku tidak tahu lagi kapan bisa bertemu kalian lagi,” ucap Xia He sedih, air mata sudah hendak keluar dari matanya.


“Tidak! Selama ada aku disini, maka tidak akan ada yang bisa membawamu kemanapun, kamu akan tetap disini bersamaku, aku–”


“Sungguh pemandangan yang mengharukan…” Seorang Pak Tua dengan pakaian lengkap seorang jenderal muncul dari balik pepohonan bersama dengan hampir 100 pasukan kuat yang dibawanya.


“Jadi kamu orang yang telah membuat Tuan Putri kami terus melarikan diri dan tidak mau melakukan kewajibannya,” ucap Jenderal Tua itu.


“Jenderal Xia! Aku tidak menyangka kamu bahkan menemukan kami secepat ini. Tapi apakah kamu masih mau menangkap Tuan Putri tanpa tahu apa sebabnya? Apakah kamu masih bodoh seperti dulu dan tidak bersimpati dengan nasib yang akan diterima Tuan Putri?!”


Kakek Mo Bingwen yang biasanya tenang dan tidak mudah terpancing terlihat begitu kesal, amarahnya juga sudah naik drastis, sampai-sampai kekuatannya yang sudah mencapai Jalan Surgawi ✩ 1 itu muncul dan membuat suasana menjadi mencekam.


“Aku hanya mendengarkan perintah dari Kaisar Xia! Selama dia yang mengatakannya, bahkan membunuh jutaan orang pasti akan kami lakukan!” tegas Jenderal Xia.


“Apalagi hanya untuk membawa Tuan Putri kembali lagi ke rumah, jadi kamu sang pengkhianat Jenderal Bingwen! Seharusnya kamu malu karena telah membantu Tuan Putri melarikan diri dari rumahnya sendiri!” Jenderal Xia mengeluarkan kekuatan Jalan Surgawi Puncak.


“Dan aku peringatkan padamu Leluhur Kekaisaran Tong! Jika kamu ikut campur dalam masalah ini, maka hubungan Kekaisaran Xia dan Kekaisaran Tong milikmu akan buruk, apakah kamu mau terjadi perang?” tegas Jenderal Xia menekankan kata-katanya.


Paman Tong Sheng terlihat paham, dia langsung menjauh dari pertikaian keluarga itu, dia sudah tahu semua ini bakalan terjadi suatu hari nanti, dan sekarang semua terjadi tepat di depan matanya.


“Dan kamu juga akan ditahan karena menjadi Pengkhianat Kekaisaran, Mo Bingwen! Semuanya tangkap pengkhianat ini dan bawa Tuan Putri Xia He kembali!” perintah Jenderal Xia.


Ketika beberapa prajurit mendekati Xia He, Mo Chen tidak tinggal dia begitu saja, dia langsung melindungi Xia He dengan Pedang Api Cahaya miliknya.


“Pedang Api Cahaya : Menarilah!” teriak Mo Chen terus menghalangi para prajurit itu menggapai tubuh Xia He, namun…


*BRAAAK!


“Kamu masih terlalu lemah bajingan lemah!” Jenderal Xia melesat sangat cepat dan langsung memukul kepala Mo Chen sampai terhantam ke tanah.

__ADS_1


“Jangan sakiti cucuku atau aku akan membunuh bawahan setiamu ini!” teriak Kakek Mo Bingwen langsung menerjang Jenderal Xia yang berdiri tak jauh darinya itu.


“Hoooo … baiklah kalau kamu meminta pertarungan denganku, bersiap-siaplah untuk kalah!” ucap Jenderal Xia sambil melesat cepat.


__ADS_2