
Peperangan yang digaungkan oleh Kekaisaran Xia itu sudah menyebar ke seluruh negeri, dimana Kekaisaran Xia menjadi bahan olok-olokan karena mereka harus menggunakan kekuatan terkuatnya hanya untuk melawan sebuah kota yang seharusnya menjadi milik mereka itu.
Hal ini juga beberapa pembicaraan terjadi di Kekaisaran Wu, dimana setiap dari para petinggi serta Kaisar Dunia sedang membahas mengenai bantuan apa yang hendak mereka berikan, karena Pangeran Mahkota mereka juga sudah mengirimkan sebuah surat.
“Jadi apa yang harus kita lakukan ini Yang Mulia? Apakah kita akan menurunkan Pasukan Elit kita hanya untuk membantu mereka? Bukankah itu sangat berlebihan hanya untuk sebuah kota kecil di pinggiran selatan kekaisaran xia itu?” tanya Ketua Menteri.
“Kirimkan saja Pasukan Rajawali Hitam, mintakan izin untuk mereka membuka jalan bagi Kekaisaran Xia untuk mengambil kembali 10 Kota Benteng itu, agar mereka tidak perlu mengumpulkan semua kekuatan hanya untuk seekor semut seperti musuh itu,” perintah Kaisar Wu Yu, Sang Kaisar Dunia.
“Baiklah, Yang Mulia. Hamba akan memerintahkan salah satu Pasukan Elit ini untuk segera berangkat. Lalu apakah ada perintah lain sebelum saya meninggalkan ruangan ini?” tanya Ketua Menteri itu.
“Bawa pemimpin musuh yang sudah membuat Kekaisaran Xia begitu marah itu, buat dirinya hidup dan bawa ke hadapanmu, aku penasaran apakah dia adalah orang yang aku kenal dulu,” ucap Kaisar Dunia Wu Yu masih dengan wibawanya.
“Kenal? Baiklah Yang Mulia. Saya tidak paham mengenai hal itu, tapi saya akan melaksanakannya, hamba mohon undur diri terlebih dulu Yang Mulia,” ucap Ketua Menteri itu meninggalkan tempat itu.
“Mo Chen ya? Jadi, kamu benar-benar berhasil keluar dari jurang yang dalam itu dan mendapatkan berkah bisa sehat serta memiliki kekuatan ini, padahal Aura Elemen Cahaya milikmu kala itu sudah aku ambil, benar-benar seorang pemuda yang menarik,” gumam Kaisar Wu Yu.
“Baiklah kalian semua bubar, kita akan membahas hal lainnya setelah Pasukan Rajawali Hitam berhasil melakukan tugasnya!” perintah Kaisar Dunia itu sambil meninggalkan ruangan, menyisakan kebingungan di wajah semua petinggi mengenai gumamannya tadi.
***
Di Kota Benteng.
Sejak kedatangan Mo Chen bersama dengan Pasukan Langit Abadi itu, semua penduduk sekarang sudah mulai terbiasa menjalani kehidupan seperti itu, apalagi dengan semua orang yang tengah merasa tercukupi setiap hari.
Apalagi mereka semua juga diberikan beberapa sumber daya yang bisa dikatakan berlimpah, hanya karena alasan standarisasi kekuatan oleh Mo Chen yang ingin semua orang bisa mandiri dan jika mereka pergi 10 Kota Benteng ini bisa melepaskan diri dari Kekaisaran Xia.
“Ini sudah lebih dari 3 bulan, sepertinya waktu peperangan sudah tidak akan bertahan lama lagi, kalau tebakanku benar, maka perang selanjutnya akan terjadi ketika musim dingin ini benar-benar selesai,” ucap Mo Chen sambil berjalan-jalan santai sendirian.
[Kemungkinan besar kurang dari 10 hari lagi perkiraan musuh datang, jadi Master harap mempersiapkan diri dengan baik agar tidak kalah dalam peperangan itu, apalagi setelah menghabiskan lebih dari 600 miliar PS selama tiga bulan terakhir.]
“Ya kami tidak akan kalah, lihatlah seluruh pasukanku kini memang sudah berada di Ranah Nirwana semuanya, namun memang mereka semua masih kesulitan untuk naik ke Ranah Saint, terutama orang-orang terdekatku, apakah kamu punya solusi untuk itu?” tanya Mo Chen.
[Bagaimana dengan menunjukkan diri Master sebagai percontohan semua orang agar bisa naik tingkat? Dengan begitu, maka bisa saja semua orang akan bisa naik ke Ranah Saint dengan mudah karena mendapat pencerahan dari Anda.]
“Masuk akal, selama ini aku terlalu fokus dengan peningkatan kekuatan semua orang sampai tidak sadar bahwa aku juga masih seorang Ranah Nirwana Puncak, kalau begitu baiklah aku akan memberikan percontohan bagi semua orang agar mendapat pencerahan,” ucap Mo Chen bersemangat.
Mo Chen langsung membuat pengumuman dan menyuruh seluruh Pasukan Langit Abadi untuk menemuinya di Lapangan Utama Kota Benteng. Hal itu juga boleh disaksikan oleh semua warga kota.
“Kami semua sudah berkumpul disini, Tuan Muda! Kami siap mendengarkan perintah Anda,” ucap semua orang.
“Kalian semua duduklah dengan jarak 5 depa dari setiap orang, duduklah seakan-akan kalian hendak berkultivasi dan dalam waktu 1 jam berikutnya perhatikan aku dan hanya fokuslah padaku!” ucap Mo Chen yang ada di depan semua orang.
__ADS_1
Kakek Mo Bingwen yang juga ikut datang melakukan semua perintah Mo Chen seperti lainnya, dia memperhatikan bagaimana cucunya itu sudah menjadi seorang pemimpin besar dan memiliki pasukan yang amat sangat kuat bahkan untuk ukuran Kekaisaran Xia.
“Dengarkan aku ingin menjadikan kalian semua memakan semua pil yang sudah aku berikan sejak tiga bulan yang lalu sekaligus, dengan syarat kalian sudah memahami apa yang telah aku lakukan,” jelas Mo Chen.
“Aku akan meningkatkan diri menjadi Ranah Saint, kalian semua perhatikan dan buat diri kalian terbuka dengan pencerahan, serap semua pengetahuan yang akan muncul dari penerobosanku ke Ranah Saint, apakah kalian paham?!” tanya Mo Chen tegas.
“Kami semua paham, Tuan Muda!” jawab semua orang serentak.
“Ikuti semua proses yang aku lakukan! Bagi semua warga kota benteng aku mohon pada kalian untuk menjaga ketenangan atau malah ikut melakukan penerobosan setelah ini, aku akan sangat senang kalau kalian mau melakukan hal itu,” ucap Mo Chen pada semua orang.
“Kami akan menjaga sekaligus memperhatikan Raja Kota, kami semua juga sangat bersyukur dan mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada Anda,” ucap salah satu warga kota.
“Bukan hanya menyediakan makanan yang enak dan tempat tinggal yang lebih nyaman lagi, bahkan Anda sama sekali tidak ragu memberikan sumber daya yang besar pada kami, padahal kami bisa saja balik mengkhianati Anda,” lanjutnya lagi.
“Tapi setelah 4 bulan lebih bersama Anda, kami semakin yakin, bahwa sosok ideal pemimpin yang kami inginkan adalah Anda. Jadi apapun perintah Anda sekarang akan kamu lakukan dengan sepenuh hati,” tegasnya dan diangguki oleh semua orang.
“Aku hanya ingin kalian tidak dimanfaatkan nantinya oleh Kekaisaran Xia ataupun kekaisaran lainnya. Dan itu bukan fokus utama kita, kalau begitu aku minta pada kalian untuk menjaga sewaktu kami melakukan kultivasi disini,” perintah Mo Chen.
Mo Chen langsung mempersiapkan diri, dia membeli semua pil yang sama persis dengan milik semua orang, terdiri dari 100 pil tingkat tinggi yang menghabiskan 1 miliar PS.
Mo Chen langsung memakan semua pil yang ada di depannya itu secara langsung, lalu dari tubuhnya sebuah energi saling bertabrakan dan membuatnya sedikit muntah darah.
Proses itu terus berlanjut sampai akhirnya semua energi yang tidak karuan di tubuh Mo Chen secara perlahan akhirnya terkendali dan bisa membuat dikendalikan oleh Mo Chen.
“Aku adalah seorang Nirwana yang ingin mencapai keabadian, aku ingin menjadi seorang Ranah Saint (Orang Suci) yang bisa mengendalikan alam, hukumlah keinginanku yang rakus ini dengan Kesengsaraan Petir! Datanglah Kesengsaraan Petir!” teriak Mo Chen tiba-tiba pada langit.
Atas tantangan dari Mo Chen itu langit yang awalnya cerah itu menjadi mendung dan bergemuruh, sebuah pecutan petir terjadi dimana-mana, seakan-akan langit akan marah atas perkataan menantang Mo Chen itu.
Mo Chen terlihat tersenyum senang, lalu dia memfokuskan semua energi yang ada dalam tubuhnya sebelumnya dimasukkan dalam dantian, bersamaan dengan itu terdengar sebuah suara ledakan kecil tanda bahwa Mo Chen sudah naik tingkat ke Ranah Saint.
Tepat beberapa detik setelah itu Mo Chen naik terbang lebih tinggi lagi, Kesengsaraan Petir Emas yang sangat langka muncul di langit dan langsung menghantam tubuh Mo Chen tanpa ampun.
Mo Chen tidak melawan ataupun menyerang balik, dia memberikan kesempatan pada Kesengsaraan Petir itu untuk menempa tubuhnya dengan kilatan petir emas itu.
“Lagi! Lagi! Beri aku lagi! Jangan buatku menunggu!” teriak Mo Chen pada langit.
Seakan-akan mengerti apa yang dikatakan oleh Mo Chen, langit kembali memberikan kesengsaraan petir sampai membuat tubuh Mo Chen yang awalnya di langit sekarang sudah tinggal beberapa puluh meter saja dari tanah.
[Ini adalah Kesengsaraan Petir Emas terakhir! Diharapkan Master untuk terbang lebih tinggi lagi dan menahan kesengsaraan petir itu hanya dengan tubuh saja! Dengan begitu penempaan tubuh oleh Kesengsaraan Petir berhasil dilakukan dan resmi menjadi Ranah Saint.]
“Aku akan mengikuti kata-katamu Sistem!” Mo Chen langsung terbang ke langit yang lebih tinggi, lalu sebuah petir raksasa berwarna emas menerjangnya dengan sangat ganas, kekuatan petir itu ratusan kali lipat dari petir-petir kecil sebelumnya.
__ADS_1
*BLAAAAAAAAAAR!
“AAAAAH! Aku berhasil!” Mo Chen berteriak keras ketika mendapati tubuhnya tersengat petir itu, lalu dengan sekali tarikan nafas dia mengubah energi petir yang begitu besar masuk ke dalam dantiannya dan semua fenomena alam itu menghilang begitu saja.
Mo Chen sudah kehilangan pakaiannya, namun sebuah tanda Bintang Cahaya di dahinya menandakan, sekarang dia sudah mendapatkan sebuah kuasa atas alam, semua hal yang berhubungan dengan Cahaya Surgawi dan Aura Elemen Cahaya miliknya.
“Selamat atas kenaikan Tuan Muda ke Ranah Saint! Terima kasih sudah menunjukkan beberapa hal yang membuat kami sudah tahu, kenapa kami semua dalam satu bulan terakhir masih terjebak di Nirwana Puncak juga,” ucap beberapa bawahan terdekat Mo Chen.
*BOOOM!
*BOOOM!
*BOOOM!
Beberapa orang yang masih berada di Ranah Nirwana Rendah langsung terlihat naik ranah setelah melakukan hal yang sama dilakukan oleh Mo Chen, hal itu juga terjadi karena mereka semua mendapatkan pencerahan dari apa yang sudah dilakukan oleh Mo Chen sejak beberapa jam lalu.
“Kalian semua benar-benar berbakat, bahkan yang terlemah diantara kalian sudah berada di Ranah Nirwana ✩ 5,” puji Mo Chen, kemudian melihat ribuan bawahannya yang lain juga sudah mulai melakukan apa yang dilakukannya tadi.
Semuanya melakukan hal yang sama, sampai membuat Fenomena Kebangkitan Ratusan Saint dilangit 10 Kota Benteng.
Meskipun dari ribuan orang yang berhasil hanya ratusan orang, namun itu tetap sama menjadi sebuah kebanggaan yang besar, apalagi untuk kalangan kekaisaran saja, mereka hanya memiliki puluhan ranah saint yang menjadi alat tukar mengenai kekuatan dan lainnya, tapi mereka malah sudah menembus angka ratusan.
“Bagi semuanya yang belum berhasil, kalian semua masih memiliki kesempatan di lain hari, mungkin hari pencerahan yang kalian dapatkan dariku sebelumnya tidak sesuai dengan elemen kalian, jadi jangan bersedih!” tegas Mo Chen membesarkan hati para bawahannya.
“Kami mengerti Tuan Muda. Kami akan berusaha lain kali,” ucap ribuan orang secara bersamaan.
Mo Chen tersenyum bangga pada bawahannya itu, “mari kita buat pesta yang meriah dan menunjukkan pada dunia bahwa kita sama sekali tidak takut dengan ancaman kekuatan penuh Kekaisaran Xia itu!” Teriakan Mo Chen itu membuat semua orang bersorak senang.
***
Sementara itu di Kekaisaran Xia.
“Apa-apaan dengan fenomena itu, bagaimana mungkin Kesengsaraan Petir itu datang terus menerus selama tiga hari terakhir, apakah itu adalah tanda dari seorang yang naik ke Ranah Saint?” tanya Kaisar Xia.
“Tenang saja Yang Mulia. Izinkan kami Pasukan Rajawali Hitam untuk mencari tahu mengenai mereka, kami tidak akan mengecewakan Anda,” ucap Pemimpin Pasukan Rajawali Hitam.
“Benar Paman Kaisar, mereka adalah salah Pasukan Elit milik Kekaisaran Wu, mereka pasti bisa mengatasi para Saint, percayalah pada mereka,” ucap Pangeran Wu Yanzi.
“Baiklah, kirimkan kabar kepada kami maksimal 2 hari dari sekarang, dengan begitu kami akan bisa mempersiapkan diri untuk menyerang 10 Kota Benteng itu secara besar-besaran!” tegas Kaisar Xia.
“Baik Yang Mulia, kami pamit terlebih dulu…”
__ADS_1