SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 036 - Serangan Pada Perbatasan Xia!


__ADS_3

Tepat tengah malam, tanpa ada janjian sama sekali, kedua pasukan yang terlihat baik-baik saja sebelumnya, sama-sama saling merencanakan menguasai masing-masing, sayangnya semua perkiraan Pasukan Kekaisaran Xia yang menyamar itu salah kaprah karena…


*SRAASH!


Ketika Pasukan Kekaisaran Xia itu hendak melakukan pergerakan, sebuah mayat dilemparkan begitu saja dari atap para pemimpin pasukan, dimana mayat-mayat itu adalah orang-orang mereka.


“Sial! Apakah mereka sudah mengetahui mengenai rencana kita? Semuanya bersiap untuk bertarung!” teriak Jenderal Xia Yifeng, yang menyadari bahwa seluruh pasukannya kini sudah dikepung semua orang dari kota ini.


Malam yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam dalam sekejap, bagaimana tidak puluhan mayat terus berjatuhan dari atap rumah-rumah yang ada di sisi barat kota itu.


Pasukan Langit Abadi tengah menunjukkan kekuatan mereka yang sesungguhnya yang memiliki kekuatan rata-rata Jalan Kesengsaraan Puncak itu dan hal itu berbeda jauh dari Pasukan Kekaisaran Xia yang hanya rata-rata memiliki kekuatan ranah jenderal itu.


Dan benar saja hanya dalam waktu beberapa menit saja, 500 orang dari kalangan Pasukan Kekaisaran Xia sudah terbunuh dan ratusan mayat itu tergeletak begitu saja di halaman-halaman rumah pemimpin mereka itu.


Jenderal Xia Yifeng bersama dengan para petinggi pasukannya menyadari dan mulai menyerang orang-orang yang sudah membantai pasukannya itu, sayangnya ketika hendak mengejarnya mereka semua malah diperlihatkan sebuah pemandangan yang sangat menakutkan.


Dimana disana sudah adalah sekitar 100 an orang dari pasukannya yang dipanggang hidup-hidup oleh Pasukan Langit Abadi Mo Chen, 100 orang itu gantung di ratusan tiang gantungan yang baru saja berdiri dan dibakar dari bawah.


“SIALAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA PASUKANKU?!” teriak Jenderal Xia Yifeng yang memiliki kekuatan setara dengan Jalan Surgawi Puncak, dia langsung menerjang beberapa orang yang terlihat menikmati pertunjukkan pembakaran 100 orang-orangnya itu.


*BOOOM!


Wang Yibo dengan tenang menahan terjangan itu, lalu dia memberikan serangan balik yang membuat Jenderal Xia Yifeng mundur beberapa meter ke belakang.


“Oh jadi ini adalah orang yang hendak merebut kota ini? Apakah kalian masih waras atau tidak? Bahkan kalian ingin membantai kami yang sudah melapangkan dada menyelamatkan kalian? Dasar tidak tahu malu!” ucap Wang Yibo sambil memberikan serangan lanjutan.


“Kalian semua kenapa masing diam saja! Cepat bunuh semua orang-orang kejam ini! Jangan sampai kalian semua mati tanpa melakukan serangan apapun!” teriak Jenderal Xia Yifeng sambil bertukar serangan dengan Wang Yibo yang terus membuatnya mundur.


Dan terjadilah perang besar atau lebih tepatnya pembantaian sepihak dari pihak Pasukan Langit Abadi yang dengan cepat memperkecil jumlah musuhnya yang tersisa 400 orang itu kini hanya tersisa sekitar 100 an orang saja, sedangkan dari pihak kota ini sama sekali tidak jatuh korban.


Orang-orang dari Kekaisaran Xia yang masih bertahan itu karena mereka memiliki kekuatan setara dengan Jalan Kesengsaraan Menengah ke atas, tapi hal itu tidak berlangsung lama karena dari setiap mereka yang bertahan sudah dikepung oleh setidaknya 100 orang dengan kekuatan Jalan Kesengsaraan Rendah.


Tentu saja mengalahkan 100 orang dalam waktu yang sama apalagi memiliki ranah yang tidak terlalu jauh berbeda sangat sulit bagi mereka semua, alhasil pembantaian itu berakhir dengan terbunuhnya Jenderal Xia Yi Feng oleh Wang Yibo dan Xiao Zhan yang bekerjasama.


Kini giliran Mo Chen yang unjuk gigi, dimana dia berbicara pada sekitar 50 orang yang masih tersisa itu, mereka semua itu adalah orang yang tersisa dari 1000 pasukan kekaisaran xia yang menyamar itu, dengan kondisi yang sudah terluka parah dan cacat di beberapa bagian tubuh.


“Kalian semua lihatlah ini!” Mo Chen memberikan siksaan yang kejam pada 100 orang yang sebelumnya dibakar di tiang gantungan. Siksaannya itu sampai membuat teriakan-teriakan yang sangat memilukan.


50 an orang yang tersisa itu hanya bisa berharap pada dewa agar menyelamatkan mereka semua, karena selain jumlah mereka yang terlalu sedikit, kekuatan mereka juga tampaknya kalah jauh dari orang-orang kota ini.

__ADS_1


Mo Chen meneruskan siksaan itu dan memberikan efek trauma yang berkepanjangan bagi 50 an orang itu, dimana sekarang 100 an yang tadi digantung sudah mati mengenaskan dengan cara yang berbeda-beda.


Tepat ketika Mo Chen menyelesaikan pertunjukannya itu, 50 an orang langsung dibuat pingsan dengan memukul tengkuk leher mereka, kini Mo Chen akan beralih ke rencana berikutnya.


“Sekarang kalian bawalah 50 orang ini dan sebarkanlah mereka pada 10 benteng yang mengelilingi gunung es di wilayah kekaisaran xia, jatuhkan mereka tepat di tengah kota mereka semua!” perintah Mo Chen.


“Dan jangan lupa kalian menaruh Token Kekaisaran Xia yang ada dalam cincin penyimpanan semua orang ini pada 50 orang itu, lakukan malam ini juga, aku ingin besok pagi 10 benteng kekaisaran xia itu menerima hadiah kita!” tegas Mo Chen.


“Aku juga ingin kalian semua masuk ke dalam kota-kota benteng itu dengan cara menyusup, tinggallah disana selama beberapa hari dan sebarkan mengenai berita tentang kekejaman kita, setelah itu kembalilah kemari!” lanjut Mo Chen.


“Pastikan juga mencari informasi mengenai beberapa petinggi mereka dan peta lokasi dari Kota-Kota Benteng itu, kita akan memberikan serangan telak secara langsung nanti,” sambung Mo Chen.


“Baik Tuan Muda!” jawab semua orang serentak langsung memecahkan diri menjadi beberapa kelompok dengan membawa 50 orang itu, mereka langsung bergegas untuk melakukan tugas tersebut.


“Bagi yang tidak bertugas, bersihkan semua hal yang ada disini, mari kita tunggu saudara-saudara kita itu kembali. Setelah itu kita akan melangsungkan peperangan yang sesungguhnya,” ucap Mo Chen.


***


Keesokan harinya di salah satu benteng terbesar.


“Apa yang membuat kehebohan pagi-pagi seperti ini? Apakah ada hal yang tidak berada dalam kendali kita?” tanya salah satu Raja Kota Penguasa Benteng itu.


“Ya memangnya kenapa? Apakah mereka sudah kembali dan membuat kehebohan seperti ini?” tanya Raja Kota itu.


“Jauh lebih buruk dar itu, karena yang kembali dari Pasukan Jenderal Xia Yi Feng adalah kepalanya saja dan sekarang ada beberapa orang yang berhasil selamat dan tiba-tiba tergeletak di tengah kota,” ucap bawahan itu sedikit ketakutan.


Raja Kota itu heran dengan sikap bawahannya yang ketakutan itu, dia langsung bergegas keluar dari istana raja kota itu dan menuju ke tempat yang dimaksud oleh bawahannya itu.


Dan melihat banyak kepala pasukan yang sudah terbantai, ada juga beberapa kristal perekam yang menampilkan kejadian pembantaian seluruh pasukan tersebut.


Beberapa orang yang selamat namun sekarat yang ada disana juga terlihat sangat ketakutan dan trauma berat akan hal yang terjadi pada mereka semua.


Raja Kota yang melihat peristiwa itu sendiri menjadi merinding, apalagi setelah melihat dengan penuh apa yang terjadi di kristal perekam itu.


“Cari siapa orang yang membawa ini semua! Tangkap dia dan langsung penjarakan! Siksa dia dengan kejam, sebagaimana mereka menyiksa orang-orang kita!” tegas Raja Kota memberikan perintah.


Permasalahannya adalah Pasukan Langit Abadi yang bertugas melakukan kekacauan itu semua sudah pergi semenjak beberapa saat yang lalu, setelah memastikan bahwa berita itu akan menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru kekaisaran xia dalam waktu kurang dari satu bulan.


Jadi meskipun raja kota memerintahkan hal itu, dia sama sekali tidak menemukan orang yang telah membuat kota bentengnya itu heboh di pagi buta ini, dia juga langsung memberikan surat berita pada pusat kekaisaran.

__ADS_1


Dan semuanya berjalan sesuai dengan keinginan Mo Chen, dimana hanya dalam waktu 2 minggu saja, semua orang di kekaisaran xia sudah membicarakan mengenai peristiwa yang terjadi di perbatasan itu.


Belum lagi masih ada saksi hidup sebanyak 50 orang yang selamat, membuat semua orang menjadi takut dengan orang-orang bar-bar dari selatan tersebut, kini kekaisaran xia dilanda oleh sebuah kepanikan luar biasa hanya dengan sebuah berita itu.


***


Di Kota Langit.


“Kalian semua bekerja dengan baik dan sekarang sudah waktunya kita melakukan langkah selanjutnya, apakah kalian semua sudah siap?!” teriak Mo Chen membakar semangat semua orang yang sudah bersiap untuk melakukan perang itu.


“Kami semua siap, Tuan Muda!” jawab semua orang.


“Kalau begitu mari kita buat kekacauan dan langsung kuasai benteng terbesar mereka secara langsung, setelah itu kita akan masuk ke benteng-benteng lainnya dari sana, kita akan menguasai 10 benteng perbatasan itu dalam waktu 3 hari saja, kalian dengar itu?!” tegas Mo Chen.


“Kami dengar, Tuan Muda! Percayakan pada kami mengenai masalah itu!” jawab semua orang sekali lagi!


Mo Chen bersama dengan 10.000 Pasukan Langit Abadi itu meninggalkan Kota Langit secara penuh, mereka semua langsung bergegas menuju salah satu benteng terbesar yang merupakan pusat dari 9 benteng lainnya.


Mereka bergerak tepat tengah malam ketika semua orang sedang istirahat dan sudah merasa aman, karena selama dua minggu terakhir tidak terjadi apapun seperti yang mereka pikirkan.


Dan tepat ketika Pasukan Langit Abadi sudah sampai di Gerbang Kota Benteng Terbesar itu, mereka semua langsung menyusup ke tembok-tembok yang menjulang tinggi itu.


Alih-alih melakukan peperangan secara langsung, Pasukan Langit Abadi menggunakan cara yang bisa dikatakan cukup tidak terhormat karena menyerang tepat tengah malam.


Selain itu, semua Pasukan Langit Abadi yang sudah berada di Ranah Jalan Kesengsaraan itu bisa terbang semua, membuat pergerakan mereka menjadi begitu senyap dan mematikan.


“Wang Yibo kamu langsung ke utara dan bunuh semua orang yang sudah ada dalam daftar ini yang bertempat tinggal disana, Xiao Zhan kamu ke barat dan Luo Yun kamu ke timur!” tegas Mo Chen.


“Aku bersama dengan Paman Zhang Ling akan masuk dari selatan ini dan langsung merangsek maju ke Istana Raja Kota. Pastikan semuanya selesai sebelum fajar menyingsing! Lakukan sekarang!” tegas Mo Chen yang sudah langsung bergerak, begitu juga dengan yang lainnya.


10.000 Pasukan itu langsung tersebar sama rata dan menembus keheningan malam itu dengan senjata yang sudah di tangan masing-masing, hawa membunuh mereka juga diterapkan untuk memberikan efek ketakutan pada semua orang yang bisa merasakan kehadiran mereka.


Beberapa saat kemudian, alarm kota berbunyi…


“ADA SERANGAN! ADA SERANGAN! SEMUANYA LANGSUNG BERJAGA DAN TANGKAP SEMUA PENYUSUP YANG SUDAH BERHASIL MASUK KE KOTA BENTENG! CE–”


*SLASH!


“Sepertinya kita ketahuan lebih cepat, tapi tidak masalah karena semua orang sudah berada dalam posisinya masing-masing!” ucap Mo Chen yang sudah sampai di Istana Raja Kota Benteng itu.

__ADS_1


“Waktunya pesta pembantaian!”


__ADS_2