
“Cih! Aku gagal menghalangi pak tua itu, tapi dia pada akhirnya menunjukkan dirinya yang sebenarnya, sepertinya mulai sekarang perjalananku dengan Tuan Putri akan sedikit sulit,” batin Kakek Mo Bingwen.
Kakek Mo Bingwen mengatakan fakta itu setelah berhasil menyobek sebagian pakaian dari musuhnya itu sebelum menghilang, dari baju itu terdapat sebagian lambang dari Kekaisaran Xia.
“Mari kita lupakan sejenak, sepertinya dia masih membiarkan dan hanya bertugas untuk hal lain. Dan sepertinya pertarungan di dalam sudah selesai, aku akan ke sana!” ucapnya dalam hati.
***
“Kenapa dengan Mo Chen?” tanya Kakek Mo Bingwen yang baru saja masuk.
“Dia hanya pingsan dan kelelahan saja, dia sudah berjuang keras, demi menyelamatkan anak kecil dan salah satu bawahannya itu, dia bahkan sampai seperti ini,” jawab Xia He sambil mengelus wajah Mo Chen yang ada di pangkuannya.
“Saya tahu Anda sudah tidak mungkin lagi meninggalkan Tuan Muda Mo Chen, tapi Anda tahu bukan bahwa ini semua tidak akan berlangsung lama, cepat atau lambat Tuan muda Mo Chen harus tahu mengenai identitas asli Anda?” tanya Kakek Mo Bingwen.
“Aku tahu, tenang saja, sepertinya dia sudah mengetahui identitasku sedikit demi sedikit, tadi dia sudah melarangku menggunakan kekuatan asli, karena akan mendatangkan masalah yang tidak perlu katanya, sepertinya aku benar-benar jatuh hati pada orang ini,” ucap Xia He memandang wajah Mo Chen yang pingsan itu.
“Ya saya harap semuanya berjalan dengan baik, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Kakek Mo Bingwen pada Xia He dengan sopan.
“Tentu saja kembali ke rumah, kita akan membantu Mo Chen untuk mengumpulkan banyak uang, entah apa yang dia inginkan, tapi sepertinya dia berencana menjadi sangat kaya dan memantaskan dirinya denganku,” ucap Xia He menebak jalan pikir Mo Chen.
“Saya juga merasa begitu, kalau begitu mari kita pulang, biarkan saya membawa Kong Liang dan adiknya ini, sedangkan bisakah Anda membawa Tuan Muda Mo Chen?” tanya Kakek Mo Bingwen.
“Tentu saja, aku akan melakukannya, kalau begitu mari kita pulang Kakek Mo Bingwen,” ucap Xia He tersenyum tulus. Hal ini belum pernah terjadi dan membuat Kakek Mo Bingwen seperti melihat tuan putrinya dulu yang polos dan baik hati, sebelum kejadian itu menimpanya.
__ADS_1
***
Keesokan harinya di Rumah Mo Chen.
“Oh sudah pagi, apa yang sedang kalian lakukan disini?” tanya Mo Chen yang sudah bangun dan melihat Xia He, Kong Liang dan seorang anak kecil yang terus memandangi wajahnya sejak dia bangun.
“Kami disini menunggu Anda bangun, saya ingin memperkenalkan adik saya Tuan Muda. Dan saya juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih, jika bukan karena Anda, maka–”
“Sudah yang lalu biarlah berlalu, yang penting sekarang semuanya sudah selesai dan kamu tidak memiliki hal yang dikhawatirkan lagi,” ucap Mo Chen.
“Kemarilah adik kecil, siapa namamu?” tanya Mo Chen mencoba memeluk adik dari Kong Liang itu.
“Emm … namaku Kong Yin, Tuan Muda!” jawab Kong Yin dengan semangat, dia masih berusia sekitar 10 tahun, dan dirinya sendiri sangat menggemaskan ketika masuk dalam rangkulan Mo Chen itu.
“Sudah, saya sudah akrab dengan semua orang, kecuali kakek itu, dia terlihat garang dan tidak mudah bergaul, jadi Kong Yin sedikit takut dekat dengannya,” jawab Kong Yin polos membisikkan tentang Kakek Mo Bingwen.
Semua orang disana tertawa, mereka semua tahu bahwa Kakek Mo Bingwen memang tidak suka dengan anak kecil, mungkin dalam hidupnya hanya Mo Chen dan Xia He yang bisa membuatnya menjadi luluh dengan anak kecil.
“Baiklah kalau begitu mari kita sarapan terlebih dulu, karena semuanya sudah kembali seperti semula, maka aku akan membuat sebuah gebrakan baru dalam hal persenjataan,” ucap Mo Chen semangat.
“Sebelum itu, saya ingin bertanya bolehkah Tuan Muda?” tanya Kong Liang tiba-tiba.
Mo Chen mempersilakan.
__ADS_1
“Sebelumnya saya selalu melihat Tuan Muda menggunakan Logam Cair Terkutuk menjadi sebuah senjata. Dan sebagai mantan pembunuh, saya sama sekali tidak pernah melihat hal itu, bagaimana cara Anda mengendalikannya, saya ingin berlatih hal itu juga,” tanya Kong Liang.
“Pasti kamu memikirkan mengenai betapa efektifnya senjataku bukan? Tapi aku yakin, jika kamu tidak memiliki keteguhan hati dalam berlatih dan tak punya cukup bakat, maka kamu akan menyerah mengendalikan Logam Cair ini,” jawab Mo Chen tanpa ada yang ditutupi.
“Jangan bersedih seperti itu, aku kan tidak mengatakan bahwa kamu tidak bisa melakukannya, jadi mari aku jelaskan terlebih dulu lalu aku akan coba melatihmu beberapa kali,” ucap Mo Chen.
“Tentu saja Tuan Muda, saya akan mendengarkannya dengan baik,” jawab Kong Liang yang terlihat senang, dia sangat antusias menunggu penjelasan dari tuan mudanya itu.
“Jadi penggunaan Logam Cair ini sama saja dengan sebuah pedang terbang yang dikendalikan seorang kultivator menggunakan energi qi, sayangnya jika itu pedang, maka akan mudah dikendalikan dengan qi karena bentuk mereka padat,” jelas Mo Chen.
“Tapi jika senjata itu adalah sebuah logam cair, maka kamu harus bisa memahami semua karakteristik dari logam itu sendiri, dimana kamu harus mengendalikan setiap mili cairan yang ada disini, contohnya seperti ini,” ucap Mo Chen mengeluarkan logam cairnya.
Mo Chen memperagakan mengeluarkan sebagian logam cair miliknya dan menyuntikkan beberapa energi qi ke dalamnya dan logam itu melayang-layang di udara, seperti layaknya seorang kultivator pedang membuat pedangnya melayang dan bisa terbang.
“Nah disinilah letak paling susahnya, kamu harus bisa membayangkan dengan cepat dan tepat senjata apa yang ingin kamu bentuk, setelah itu kamu menguatkan energi qi untuk mengendalikannya dan mempertahankan bentuknya,” lanjut Mo Chen.
Dia terus melanjutkan sampai akhirnya Kong Liang sendiri tidak tahan dan menyerah dalam hal itu.
“Sepertinya saya memang tidak cocok untuk bisa mengendalikannya, apalagi saya lebih cenderung suka belati pendek dan beberapa keterampilan pembunuh yang lain, saya minta maaf Tuan Muda,” ucap Kong Liang.
“Tidak masalah, semua orang sudah punya kelebihan sendiri-sendiri, jadi jangan iri dengan kekuatan orang lain, tapi latihlah kekuatanmu sendiri sampai kuat, niscaya kamu juga akan masuk dalam jajaran orang kuat dunia ini suatu hari nanti,” ucap Mo Chen memberikan petuah.
“Karena tidak ada yang ditanyakan lagi, maka aku akan kembali ke tempat kerjaku, sekarang tujuanku adalah membuat beberapa senjata berkualitas dan akan melelangnya, mari kita dapatkan uang yang banyak, karena di dunia ini uang juga merupakan sebuah kekuatan,” ucap Mo Chen.
__ADS_1