SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 018 - Pendirian Paviliun Senjata.


__ADS_3

“Kamu bahkan sampai membuatku sedikit jantungan, apakah permintaanmu ini tidak terlalu remeh? Bukankah kamu bisa meminta hal baik lainnya, kenapa hanya itu saja? Karena permintaanmu ini bahkan hari ini bisa langsung aku lakukan,” jawab Raja Kota antara senang dan sedikit merasa diremehkan.


“Ya saya bersungguh-sungguh, tujuan saya mengikuti kompetisi kemarin memang hanya ini, jika memang bisa dilakukan hari ini, maka saya akan sangat senang dan menerimanya dengan senang hati,” ucap Mo Chen sopan.


“Hahaha! Aku tidak tahu bahwa masih ada anak muda yang rendah hati sepertimu, tapi kenapa kakekmu sangat berbeda denganmu, lihatlah dia, bahkan dia tidak minta maaf padaku setelah menghabiskan uangku,” sindir Raja Kota pada Kakek Mo Bingwen yang berada di belakang Mo Chen.


“Hei tua bangka, kenapa wajahmu merengut begitu, bukankah kamu sudah mendapatkan semua uangku, apakah kamu masih berniat mengambil uangku lagi hah?” tanya Raja Kota yang kali ini langsung menatap wajah Kakek Mo Bingwen dengan kesal.


“Dasar tua bangka, meskipun penampilan seperti berumur 50 tahun, apakah kamu berpikir bisa mengelabui mataku, kamu bahkan lebih tua lagi dariku, jadi jangan menyebutku tua bangka, kamulah yang tua bangka!” jawab Kakek Mo Bingwen ikut kesal.


“Kakek Mo Bingwen…” ucap Mo Chen lirih tapi penuh penekanan.


“Baiklah-baiklah, aku dengan berat hati mengembalikan ini semua, aku hanya akan mengambil keuntungan sebanyak 100 persen saja, jadi ini adalah 400.000 keping emas milikmu tua bangka!” ucap Kakek Mo Bingwen dengan enggan menyerahkan cincin penyimpanannya.


“Tunggu-tunggu, apakah dunia sekarang akan kiamat, kenapa tiba-tiba kakek pelit sepertimu mengembalikan uang ini, apakah kamu masih sehat pak tua?” tanya Raja Kota benar-benar bingung dibuatnya.


“Jika bukan karena permintaan cucuku, aku tidak akan rela menyerahkan uang ini kembali, apalagi kepada tua bangka yang menyamar menjadi paruh baya sepertimu!” tegas Kakek Mo Bingwen memalingkan wajahnya.


Mo Chen yang melihat itu memberikan komentar. “Apakah kalian berdua sudah kenal? Kenapa kalian berdua saling mengolok dan terlihat sangat akrab? Kakek Mo Bingwen siapakah Raja Kota ini?”


“Dia adalah–” Raja Kota langsung membungkam mulut Kakek Mo Bingwen dengan cepat.


“Ya kami berdua memang berteman, tapi untuk mengetahui identitas asliku lebih baik kalian semua meningkatkan kekuatan sampai di atas ranah Kaisar terlebih dulu, karena akan ada banyak hal yang bisa mengancam kalian setelah mengenalku lebih dalam,” ucap Raja Kota serius.


“Lepaskan!” Kakek Mo Bingwen menghempaskan tangan Raja Kota. “Tapi benar yang dikatakan tua bangka penyamar ini, lebih baik kamu tidak mengetahui identitasnya sekarang, yang bisa kamu ketahui sekarang dia adalah Raja Kota Tirai Kuno ini saja, cukup itu,” lanjutnya.


“Baiklah kalau begitu,” jawab Mo Chen tidak mempermasalahkannya lagi.

__ADS_1


“Jadi Mo Bingwen, apakah dia adalah cucumu yang mengalami peristiwa itu?” tanya Raja Kota.


“Mari kita tidak membahas mengenai hal itu, lebih baik kita segera menyelesaikan perizinan dan hadiah bangunan di tengah ibukota untuk paviliun senjata,” potong Kakek Mo Bingwen.


“Ah kamu benar, maafkan aku anak muda, oh iya namamu tadi adalah Mo Chen ya? Kalau begitu mulai sekarang kamu bisa memanggilku Paman Tong Sheng,” ucap Raja Kota (Paman Tong Sheng).


“Baiklah Paman Tong Sheng, jadi…”


“Tenang saja, kamu akan diantarkan oleh salah satu pengawal setelah ini menuju bangunan di tengah kota, persis seperti yang kamu inginkan, dan juga aku akan membelikanmu banyak logam berharga dengan uang yang dikembalikan kakekmu ini,” ucap Raja Kota.


“Terima kasih Raja Kota…”


***


Beberapa hari setelah itu, Paviliun Senjata Lebah Cahaya sudah dibentuk dan dibangun, hanya saja mereka belum dibuka karena Mo Chen masih sibuk menyiapkan semuanya.


“Tidak ada, hanya saja aku sedang melakukan penggabungan beberapa unsur logam untuk menciptakan logam paling padat dengan semua logam logam ini,” jawab Mo Chen masih terus fokus dengan apa yang ada di depannya.


“Kamu jangan terlalu lelah Sayang, sudah waktunya beristirahat. Besok kamu masih bisa melanjutkannya lagi, bukankah kesehatan juga penting?” sanggah Xia He mencoba merayu kekasihnya itu.


“Baiklah-baiklah, satu jam lagi aku akan selesai, kalian beristirahatlah dulu, jangan khawatirkan aku, aku akan segera menyelesaikan ini, tinggal membutuhkan beberapa sentuhan lagi,” jawab Mo Chen.


Xia He dan Kong Liang menyerah, lalu mereka membiarkan Mo Chen melakukan semuanya, hanya tersisa Kakek Mo Bingwen yang mengawasi dari jauh.


Selama dia melihat cucu angkatnya itu terus menerus selama beberapa hari, dia bisa merasakan bahwa cucunya itu sangat berbakat, oleh karena itu dia tidak melarangnya sama sekali.


[Master selamanya tidak akan bisa menemukan logam terpadat hanya dengan mengandalkan sebuah skill saja, meskipun skill ini sangat kuat tapi pasti memiliki beberapa kelemahan yang tidak bisa diakali lagi]

__ADS_1


‘Lalu apa yang harus aku lakukan sistem? Pasti kamu memiliki solusinya bukan? Aku sudah sangat stress memikirkan mengenai komponen setiap logam yang sama sekali tidak mau menyatu ini,’ keluh Mo Chen dalam hati.


[Membeli Job Blacksmith akan menjadikan Anda akan paham mengenai semua unsur logam yang ada. Bahkan bisa membuat senjata paling kuat yang pernah ada selama Anda bisa mencapai puncaknya]


‘Berapa harganya? Apakah Poin Sistem milikku cukup untuk membelinya?’


[Bahkan jika Anda mau menjadikan 10 orang sekaligus dan membelikan job ini, akan sangat bisa. Master sekarang memiliki 2 juta lebih PS, jadi tentu saja bisa dilakukan]


‘Tahu begitu, kenapa kamu tidak mengatakannya sejak kemarin? Aku tidak perlu buang-buang waktu seperti ini,’ sesal Mo Chen.


[Apakah Master lupa bahwa apapun yang instan itu tidak bisa dianggap baik selalu, termasuk hal ini, andaikan saja Master langsung membeli job ini, maka Anda tidak akan paham lebih mendalam mengenai unsur logam ini]


‘Ya benar juga, tapi karena aku sudah mencapai kebuntuan ini, maka itu artinya aku sudah siap mendapatkan Job Blacksmith dan meningkatkannya dengan mudah, itu kan maksudmu?’


[Tepat sekali, ternyata Master memang orang yang cerdas dan pantang menyerah. Oleh karena itu sejak kemarin Sistem membiarkan Master terus melakukannya sendiri sampai pada titik buntu]


[Dan sekarang sudah waktunya Anda mendapatkan Job Blacksmith dan jika Anda beruntung, maka bisa saja memiliki Job Unik, jadi apakah Anda akan membelinya sekarang?]


‘Kenapa masih ditanya Sistem? Mari kita beli dan langsung pasangkan! Aku juga sudah siap menyerap semua pengetahuan dan perubahan yang akan terjadi pada tubuhku!’


[Baiklah kalau begitu, Pembelian Job Blacksmith seharga 100.000 PS berhasil. Pemasangan job akan dilakukan secara langsung, diharapkan Master sadar selama proses selama pemasangan]


[Serap semua hal yang ada di kepalanya dan sistem berharap Master bisa mendapatkan Job Blacksmith karena pemahaman Anda yang mendalam mengenai logam dan unsur-unsurnya]


“Ugh…” Mo Chen langsung masuk dalam keadaan seperti orang berkultivasi, kepalanya seperti akan meledak dengan semua pertambahan pengetahuan yang gila-gilaan itu.


“AH SAKIT!”

__ADS_1


__ADS_2