
Setelah itu, Mo Chen langsung masuk ke ruang kerjanya yang penuh dengan berbagai macam logam yang merupakan hadiah dari Raja Kota.
“Sistem tolong kamu beberkan mengenai penjelasan dari senjata dan beberapa bentuk spesial dari semua itu, aku ingin menggunakan semua logam ini untuk membuat banyak senjata sekaligus,” pinta Mo Chen.
[Semua hal yang dibutuhkan Master itu akan membutuhkan 1 juta PS.]
“Lakukan saja, daripada Poin Sistem milikku menganggur, lebih baik kita gunakan untuk hal produktif!”
[Baiklah semua gambaran dan beberapa informasi mengenai semua senjata yang ada di dunia ini akan langsung ditransfer ke kepala Master.]
[Sedangkan untuk tingkatan senjata akan seperti ini. Perunggu → Perak → Emas → Spiritual/Roh → Bumi → Langit → Kuno.]
[Senjata yang bisa dibuat dan ditempa di dunia fana ini hanya bisa sampai Kuno. Karena itulah batas yang bisa digunakan oleh seorang Blacksmith yang mengandalkan energi qi alam.]
“Oke sekarang aku sudah memahaminya, tapi dari pengetahuan job dan semua informasi yang sebelumnya kamu berikan padaku, sepertinya akan lebih baik jika aku langsung menempa senjatanya dan tidak menggunakan Skill Penguasa Logam Mutlak, bukan?”
[Tentu saja benar, karena kepadatan sebuah senjata dari sebuah skill saja tidak akan bisa mengalahkan senjata yang ditempa dengan baik dan normal, jadi sistem juga menyarankan hal demikian.]
Mo Chen mengangguk paham, dia langsung meminta sistem untuk membeli sebuah palu dan besi landasan terkuat yang ada di toko sistem.
[Pembelian Palu Dewa Petir seharga 1 juta PS berhasil.]
[Pembelian Alas Batu Surgawi seharga 500 ribu PS berhasil.]
[Pembelian Api Neraka Abadi seharga 1,5 juta PS berhasil.]
“Karena semua barang sudah siap, maka mari kita mulai!” Mo Chen langsung menyahut Palu Dewa Petir miliknya dan mengambil beberapa logam di sekitarnya dan mulai mencairkannya dengan cara normal.
Barang pertama yang dibuat oleh Mo Chen adalah sebuah Pedang, dimana dia menyuntikkan elemen api dan elemen cahaya dari bakatnya ke dalam senjata itu.
“Aku akan membuat sebuah mahakarya pertamaku, aku akan menggunakan bakat dan elemen api yang baru saja aku kuasai ke dalamnya, mungkin jika aku beruntung aku bisa mendapatkan pedang yang ada sedikit elemen petir di dalamnya,” ucap Mo Chen.
__ADS_1
Dia terus menimpanya menjadi sebuah pedang dalam waktu seharian penuh, keringat terus membasahi wajahnya, dia juga terus menyuntikkan energi qi berlimpah dalam setiap tahapannya.
*TING!
*TING!
*TING!
Suara itu terus terdengar seharian penuh, tapi tidak ada yang berani mengganggunya, bahkan untuk sekedar makan dan minum, karena melihat wajah Mo Chen yang terlihat senang dan menikmati sekali.
“Sepertinya jika aku menikah dengannya nanti, maka aku akan sering ditinggalkan, tapi tidak masalah juga, pada akhirnya dia hanya akan selingkuh dengan palu dan senjata-senjata yang dibuatnya, tidak dengan wanita lain,” ucap Xia He dalam hati.
“Tuan muda benar-benar berbakat dalam segala hal, aku curiga bahwa di dunia ini tidak akan ada yang bisa mengalahkannya dalam hal bakat,” celetuk Kong Liang begitu saja.
“Aku setuju kak, mungkin jika aku lebih dewasa sedikit, aku akan jatuh cinta pada Tuan muda,” ucap Kong Yin yang entah darimana dia mendapat kosakata itu.
“Aku tidak akan mengizinkannya kau tahu, dia hanya milikku,” ucap Xia He yang mencubit pipi Kong Yin yang lucu.
Hingga akhirnya sebuah Pedang Api Cahaya tingkat Spiritual terbentuk, Mo Chen menghabiskan hari itu hanya dengan palu istimewanya miliknya dan tak sadar bahwa dia sudah menghabiskan waktu seharian, sampai akhirnya…
*DUAR!
Sebuah ledakan keras terjadi dan terbentuklah Pedang Api Cahaya yang sempurna dan sudah siap digunakan. Mo Chen sangat puas dengan karya pertamanya itu, lalu dia berniat mencoba kekuatan dari pedang itu, dia keluar dari rumah dan bergegas menuju ke sebuah hutan terdekat.
“Pedang Api Cahaya : Menarilah dengan indah!” Mo Chen mengayunkan pedangnya itu dari atas bukit, lalu beberapa dering pemberitahuan dari sistem terbentuk.
*BOOOM!
[Selamat! Master mendapat 2.729.389 PP & 272.938 PS.]
*PLOK!PLOK!PLOK!
__ADS_1
“Kekuatan yang sangat luar biasa, siapakah dirimu wahai anak muda? Dan sepertinya senjata di tanganmu itu baru saja ditempa, apakah aku benar?” tanya seorang pria paruh baya yang muncul entah dari mana.
Mo Chen langsung menyarungkan pedangnya, dia sendiri tidak merasakan aura perlawanan dari orang itu, jadi dia berinisiatif untuk menjawab dengan sopan.
“Benar Paman, saya sendiri yang baru menempanya,” jawab Mo Chen.
“Apakah kamu seorang Blacksmith? Lalu apakah kamu membuat senjata itu atas pesanan seseorang atau kamu akan menjualnya begitu saja?” tanya Pria itu.
“Entah apa yang aku lakukan nanti, tapi kemungkinan besar, aku akan menjualnya dalam pelelangan, memangnya kenapa Paman?” tanya Mo Chen karena memang itulah tujuannya.
Wajah Pria itu langsung berubah sangat bersemangat, tapi dia dengan cepat mengendalikan dirinya.
“Daripada dilelang, bagaimana jika aku membelinya saja? Kalau tidak salah senjata itu memiliki tingkatan Senjata Spiritual, tapi mungkin kekuatannya akan sama dengan tingkat Bumi, apakah boleh?” tanya Pria itu.
“Hmm … kenapa tiba-tiba Anda ingin membelinya, bahkan kita berdua tidak saling kenal? Tapi karena aku merasa uang yang akan dikeluarkan oleh semua orang akan lebih banyak maka aku hanya akan menjualnya di pelelangan saja,” jawab Mo Chen.
“Standarnya senjata itu akan berharga 10.000 keping emas. Bagaimana jika aku membelinya seharga 100.000 keping emas?” tanya Pria itu menaikkan tawarannya menjadi sangat gila.
“Tidak, saya sudah berjanji pada Raja Kota untuk menjualnya di pelelangan, bagaimanapun saya membuat senjata ini untuk mengurangi jumlah monster yang semakin bertambah di kota ini yang jumlahnya sangat banyak,” jawab Mo Chen sopan.
“Lagi-lagi kakek tua itu!” Wajah Pria itu langsung berubah.
“Kamu sepertinya tidak tahu apa yang baik untukmu ya anak muda? Apakah kamu berpikir aku sudah cukup baik untuk memberikanmu tawaran? Jika aku merampasnya sekarang juga, apakah ada yang bisa menyelamatkanmu?” Pria itu sudah mengeluarkan tekanan kultivasinya setara dengan Kaisar Puncak.
Mo Chen langsung mengambil jarak, sepertinya pria itu memang musuh dan sudah mengikutinya sejak tadi.
“Kalau memang Anda menginginkan pertarungan, maka saya tidak akan segan juga melawan senior seperti Anda!” Mo Chen sudah mengambil ancang-ancang menyerang.
“Sepertinya kamu benar-benar orang yang keras kepala! Kalau begitu maafkan aku yang akan mendapatkan senjata itu secara gratis!” Pria Paruh Baya itu sudah mulai menyerang, tapi…
“JIKA KAMU MENERUSKAN DRAMA INI, AKU AKAN MELAWANMU!”
__ADS_1