SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 019 - Blacksmith Surgawi Mutlak.


__ADS_3

Tak hanya sampai disitu, sebuah Rune Kuno kemudian muncul, dimana semua Rune Kuno itu berisikan dengan semua pengetahuan tertinggi yang akan dimiliki seorang Blacksmith yang sudah menempuh pengalaman ribuan tahun.


“Ugh…” Mo Chen muntah darah. Kakek Mo Bingwen yang dari tadi hanya mengawasi Mo Chen dari kejauhan sekarang sudah mendekat, dia langsung mencoba menyentuh tubuh Mo Chen, tapi…


*DUAR!


“Sial! Cahaya emas dengan tulisan-tulisan ini tidak memperbolehkan aku menyentuh cucu angkatku sendiri, sepertinya semua tulisan kuno ini sedang melakukan hal yang penting dan tidak membiarkan siapapun mengganggu,” gumam Kakek Mo Bingwen.


“Mo Chen! Kakek tau kamu bukan orang biasa! Tolong bertahanlah dan taklukkan semua tulisan-tulisan kuno ini, jangan sampai tertelan olehnya, kendalikanlah dia!” teriak Kakek Mo Bingwen tanpa tahu apakah suaranya terdengar sampai ke Mo Chen atau tidak.


Bersamaan dengan itu, sebuah fenomena alam terjadi di langit, semua orang yang melihat langit malam itu bisa menjadi saksinya, dimana sebuah cahaya terang berwarna putih keemasan turun dari langit dan mengeluarkan tekanan yang tidak main-main.


“Apa lagi sekarang, apa yang sebenarnya terjadi padamu Mo Chen!” Kakek Mo Bingwen sampai harus mengeluarkan tekanan setara dengan Jalan Surgawi Puncak hanya untuk bisa berdiri cukup dekat dengan Mo Chen yang berteriak keras karena cahaya yang baru saja datang itu menghujani dahinya dengan deras.


[Selamat! Bakat Master dalam Job Blacksmith diakui oleh surga. Dan jika Anda bisa melalui semua kesengsaraan dalam prosesnya, maka Master bisa mendapatkan Job Blacksmith Surgawi Mutlak!]


Tentu saja Mo Chen mendengarkan perkataan sistem itu, sayangnya dia bisa menanggapinya karena di matanya sekarang sangat gelap dan tiba-tiba saja jiwanya sudah berada di sebuah dimensi yang aneh.


Di dalam dimensi aneh.


“Siapa orang ini? Kenapa aku seperti melihat sebuah perjalanan hidup seorang pandai besi? Apakah ini masih dalam bagian dari proses pembangkitan job milikku? Kalau begitu aku akan melihat semuanya…”


Jiwa Mo Chen seakan-akan seperti ditarik ke masa lalu dan mengikuti perjalanan hidup seorang pandai besi lemah yang berasal dari sebuah desa kecil, dia terus melihat semuanya sampai akhir sampai tak terasa air matanya mengalir begitu saja, hatinya juga sangat sedih melihat pemandangan di depan matanya itu.


“Padahal kamu memiliki hati yang baik dan kamu membuatkan para orang-orang besar itu sebuah senjata yang bisa mengalahkan musuh-musuhnya, sayangnya mereka takut padamu…”


“Dan mirisnya, kamu dibunuh dengan sebuah mahakarya yang selama ini kamu simpan untuk generasi selanjutnya pelajari, tapi karena keserakahan penguasa itu, kamu harus dibunuh dengan senjatamu sendiri…”


Mo Chen seperti melihat bagaimana pengalaman pahit seorang pandai besi yang terlalu mempercayai orang lain, sampai disini dia sadar, bahwa menjadi terlalu baik pada semua orang juga tidak baik.

__ADS_1


“Kamu memang sangat berbakat anak muda, kamu bisa mengambil kesimpulan dengan sangat tepat, dengan waktu yang sesingkat ini, kalau begitu terimalah semua jerih payahku selama ini! Jadilah Blacksmith Surgawi Mutlak!” ucap seorang pak tua dari belakang menyentuh pundak Mo Chen.


“Tapi maafkan aku karena memberimu tambahan beban, tapi aku percaya bahwa kamu akan bisa melakukannya. Kamu tidak perlu tahu sekarang, karena takdir sendiri yang akan menuntunmu melakukannya, sampai jumpa anak muda…”


“Tunggu! Tunggu! Apakah Anda adalah orang yang ada dalam kisah ini?” Mo Chen tidak mendapat jawaban dengan kata-kata, dia hanya mendapatkan sebuah senyuman tulus dan kemudian pak tua itu menghilang serta jiwanya langsung kembali ke tubuhnya.


*DUAR!


“Aku adalah orang yang akan menjadikan Blacksmith pekerjaan yang diimpikan semua orang, aku adalah Sang Blacksmith itu! AKU ADALAH SI BLACKSMITH SURGAWI MUTLAK!” teriak Mo Chen tiba-tiba memecahkan ketegangan sebelumnya.


Tepat setelah dia berteriak keras, semua rune kuno dan semua cahaya yang sebelumnya menghujamnya dengan deras perlahan terserap masuk ke dalam tubuh Mo Chen. Ditandai dengan hal itu, Mo Chen sudah memiliki Job Blacksmith yang unik.


[Selamat! Master memang tidak pernah mengecewakan, mulai sekarang jangankan logam yang ada di dunia ini, bahkan logam yang ada di alam dewa pun bisa Anda identifikasi dengan baik]


“Aku berhasil…”


Mo Chen sempat membuka matanya, lalu dia langsung jatuh pingsan dan digendong oleh Kakek Mo Bingwen menuju kamarnya.


“Entah apa yang terjadi padamu selama beberapa detik tadi, tapi tadi itu sangat menegangkan, bahkan aku sendiri tidak bisa menentang kekuatan yang ada dalam dirimu, kamu semakin misterius saja Mo Chen,” lirih Kakek Mo Bingwen menjaga cucunya itu di samping kasur.


Bagi Kakek Mo Bingwen hanyalah sepuluh detik, namun bagi Mo Chen yang mengalaminya sendiri, dia sudah seperti itu selama 1000 tahun lamanya, benar-benar perbedaan waktu antara langit dan bumi.


***


Di Kediaman Keluarga Wu.


“Apakah kalian semua merasakannya Para Kaisar?” tanya seorang kakek tua sambil mengelus jenggot putihnya yang cukup panjang.


“Ya kami merasakannya, tapi masih samar-samar saja, apalagi hal itu terjadi sangat singkat, sampai kami belum tahu apa sebenarnya tekanan dan cahaya menyilaukan dari langit itu,” jawab salah satu kaisar yang ada disana.

__ADS_1


“Ya tapi bisa jadi itu adalah pertanda buruk, kalian semua harus segera melakukan penyisiran, karena jika ada masalah dalam rencana kita, maka semua hal ini akan sia-sia saja, kalian paham maksudku?” tegas Kakek Berjenggot Putih tadi.


“Baik Yang Mulia Kaisar Dunia,” jawab semua kaisar dengan memberikan hormatnya. Entah kenapa para kaisar besar yang merupakan orang penting di dunia ini berkumpul disini, dan siapa orang yang bisa mengundang dan mendapat hormat dari semua kaisar itu masih belum ada yang tahu.


“Kalau begitu mari kita cukupkan pembahasan kita sampai disini dulu, kita akan melanjutkannya nanti setelah semua perintah yang sebelumnya aku berikan untuk melancarkan rencana sudah kalian lakukan, dan…”


Kakek Berjenggot Putih itu mengeluarkan kekuatannya yang sudah menembus ranah dunia fana ini, dia benar-benar kakek tua yang memiliki kekuatan bahkan memerintah dunia fana tersebut.


“Jangan ada yang berpikiran untuk melakukan pengkhianatan atau pemberontakan, kalian akan tahu sendiri akibat dari melakukan itu. Itu saja yang ingin aku katakan sebagai penutup, sampai jumpa lagi!”


Kakek Berjenggot Putih itu menghilang begitu saja seperti diterpa angin, semua kaisar yang ada disana saling menatap satu sama lain, terlihat setiap orang menyimpan dendamnya masing-masing, hanya saja karena keberadaan kakek tadi mereka menjadi seakan-akan bersahabat.


Beberapa saat kemudian, mereka semua langsung menghilang begitu saja, mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun satu sama lain, mereka semua benar-benar seperti teman tapi saling memusuhi.


Begitulah pertemuan aneh itu berakhir.


***


Keesokan harinya, Mo Chen sudah terbangun dari tidur panjangnya, lalu dia mencium aroma masakan yang sangat lezat dan langsung menuju ke meja makan, karena perutnya sudah keroncongan.


“Silakan makan Sayang, aku sudah memasakkan semua makanan kesukaanmu, silakan dinikmati bersama dengan Kakek Mo Bingwen dan Kong Liang, aku akan ke belakang sebentar mengambil air minum,” ucap Xia He melihat kekasihnya itu keluar dari kamar.


“Terima kasih…” Akhirnya pagi itu semuanya berjalan lancar dengan sebuah sarapan bersama dengan semua orang. Namun tiba-tiba sebuah belati lempar terbang melewati jendela tempat tinggal mereka dan menancap di dinding ruang makan itu.


Kong Liang berinisiatif untuk mengambil belati lempar itu, lalu dia menemukan sebuah surat dan tak sengaja melihatnya, kemudian wajahnya memancarkan sebuah aura kemarahan yang tampak begitu tebal.


“Apa yang terjadi?” tanya Mo Chen dan Kakek Mo Bingwen.


“Izinkan saya untuk tidak bisa menemani Anda selama beberapa hari kedepan Tuan Muda, sepertinya salah satu anggota organisasi pembunuh tengkorak sudah menemukan keberadaan saya dan mengancam saya dengan membunuh adik saya yang masih disana,” ucap Kong Liang menahan amarah sambil memberikan surat itu pada Mo Chen.

__ADS_1


__ADS_2