SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 039 - Peperangan Kekaisaran Xia I.


__ADS_3

“Wang Yibo, Xiao Zhan dan Luo Yun mari kita semua maju! Paman Zhang Ling kamu tetaplah disini dan tolong evakuasi semua orang menuju ke wilayah kota bagian selatan, karena sekarang kita akan melakukan pembantaian 1 juta musuh yang terlihat itu,” perintah Mo Chen.


“Baik Tuan Muda!” Keempat orang itu melesat cepat ke area tugas masing-masing.


“Buka Gerbang Utara! Semaunya ini adalah peperangan pertama kita secara total, jumlah musuh ada sekitar 1 juta orang. Sedangkan kita hanya 10.000 orang saja, apakah kalian siap melawan 100 orang sendirian?” tanya Mo Chen memicu semangat semua orang.


“Untuk Pasukan Langit Abadi, apapun siap kami lakukan Tuan Muda! Kami adalah pasukan berani mati yang sudah tunduk sepenuhnya pada Anda. Jadi akan menjadi sebuah kebanggaan jika kami bisa mati dan berjuang bersama Anda!” jawab Pasukan Langit Abadi secara keseluruhan.


Gerbang Utara yang cukup besar itu akhirnya terbuka lebar, Mo Chen dan ketiga Jenderal Utamanya yakni Wang Yibo, Xiao Zhan dan Luo Yun sudah bersiap langsung menerjang musuh yang akan masuk melalui gerbang itu.


“Aku menghargai kalian semua! Tapi aku masih bersikeras untuk tidak membiarkan kalian mati! Jadi jangan mati sampai aku yang mengizinkan kalian mati! Mari kita buat kemenangan pertama dan hancurkan Pasukan Kekaisaran Xia itu!” teriak Mo Chen mengangkat tangannya tinggi-tinggi.


“Kami siap membawa kemenangan Tuan Muda!” teriak semua orang.


*BOOOM


Tepat setelah gerbang itu terbuka lebar, Mo Chen sudah membuat serangan dengan sebuah serangan super besar yang membuat pasukan musuh yang menerobos masuk langsung dikembalikan secara instan.


“Api Neraka Abadi X Cahaya Surgawi : Bola Api Cahaya Dua Elemen Raksasa! Majulah dan hancurkan semua musuh-musuhku!” teriak Mo Chen tepat ketika musuh sudah masuk dan itulah yang mengawali peperangan yang sesungguhnya.


[Selamat! Master sudah membunuh 27.993 orang secara langsung.]


“Majuuuuuuuuu!” teriak Wang Yibo mengajak semua orang menyerang.


Sementara itu, Mo Chen melihat seseorang yang amat dikenalnya dulu, orang yang sudah membawa Xia He dan Kakek Mo Bingwen dari genggamannya serta sudah membunuh Kong Liang dan Kong Yin yang merupakan bawahan setianya.


“Oh jadi penyerang itu kamu anak muda, sudah lama sekali kita tidak bertemu, sudah berapa tahun ini ya?” tanya Jenderal Besar Xia yang berbicara dari langit, dia terbang sambil membawa Pedang Api Cahaya buatan Mo Chen dulu.


“Bajingan Tua, akhirnya kamu menampakkan dirimu, tidak heran bahkan setingkat kekaisaran saja memberikanmu 1 juta pasukan kuat ada disini, ternyata karena yang datang adalah Jenderal Besar mereka sendiri,” ucap Mo Chen ikut terbang dan mengeluarkan Logam Cair Terkutuk miliknya.


Kedua orang itu sama-sama mengeluarkan kekuatan setara Ranah Nirwana, namun perbedaan kekuatan segera terlihat jelas ketika Jenderal Besar Xia itu hanya mengeluarkan Ranah Nirwana Rendah sedangkan Mo Chen mengeluarkan Ranah Nirwana Menengah.


“Sepertinya kamu melebihi ekspektasi Anak Muda! Tidak heran kalau kamu bisa menaklukkan hati Putri Xia He, karena bakatmu ini terlalu menakutkan untuk ukuran dunia fana ini,” ucap Jenderal Besar Xia itu sedikit mengerutkan kening karena kalah tekanan.


“Aku tidak akan basa-basi denganmu Bajingan Tua, hadiah yang kamu berikan padaku kala itu benar-benar berhasil membuatku sangat membenci wajahmu dan andai saja aku bisa membunuhmu 1 juta kali pun itu masih kurang karena perbuatanmu kala itu!” marah Mo Chen.


“Hahaha! Hanya karena dua orang pemuda dan anak perempuan kecil mati saja kamu sudah seperti ini. Bagaimana kalau kamu tahu bahwa Kakek Mo Bingwenmu itu mati? Atau Putri Xia Hemu itu dibuat tersiksa oleh orang-orang dari Kekaisaran Wu? Apakah kamu akan lebih marah lagi,” tawa Jenderal Besar Xia keras.


Entah apa yang sedang dilakukan oleh Jenderal Besar Xia itu, dia malah seakan-akan membuat sebuah pernyataan yang memancing amarah Mo Chen. Tentu saja di saat seperti ini, itu semua bisa menjadi boomerang baginya, tapi entahlah apa yang sedang dia lakukan.

__ADS_1


“Coba ulangi sekali lagi perkataanmu!” ucap Mo Chen masih lirih dan menatap tajam musuhnya yang sudah berhadapan dengannya itu.


“COBA ULANGI SEKALI LAGI PERKATAANMU!” teriak Mo Chen lalu menghilang begitu saja dengan Aula Elemen Cahaya Puncak miliknya yang membuat gerakannya seakan-akan seperti teleportasi.


*SPLASH!


Dia sudah muncul di belakang Jenderal Besar Xia itu dan memberikan tendangan telak dengan kaki kanannya, dia juga menambahkan sedikit elemen api yang melapisi seluruh kakinya itu.


*BAAAAM!


Jenderal Besar Xia tidak sempat menahan serangan itu secara total, tapi dia masih mampu menahan sebagian serangan itu, karena sebelum mengenai kepalanya, dia sudah menahannya dengan Pedang Api Cahaya yang ada di tangan kanannya tersebut.


“Ugh … kenapa kamu marah? Bukankah sudah wajar dan aku sudah mengatakannya padamu waktu itu? Mengenai nasib dari Jenderal Mo Bingwen dan Putri Xia He? Apakah kamu waktu itu tuli?” tanya Jenderal Besar Xia.


‘Cih serangannya sangat kuat, bahkan tanganku sampai bergetar hebat hanya karena tendangannya itu, dia benar-benar sesuatu, aku tidak boleh lengah dalam menghadapinya,’ batin Jenderal Besar Xia.


“BAJINGAN TUA KURANG AJAR! MATILAH KAU BAJINGAN!” teriak Mo Chen yang sudah menggila dan menyerang Jenderal Besar Xia dengan berbagai macam serangannya.


*TING!


*TING!


*TING!


Jarum-jarum panjang dan kuat yang dibuat dari Logam Cair Terkutuk oleh Mo Chen berhasil di tangkis dan ditahan oleh Jenderal Besar Xia menggunakan pedangnya, dia merupakan seorang ahli pedang yang sangat lihat sampai bisa melakukan hal itu.


Tak hanya itu, karena serangan logam cair itu gagal, maka Mo Chen mengganti serangannya dengan perpaduan kecepatannya yang seperti kilat dan serangan fisik yang dilapisi oleh Elemen Api Neraka.


Namun lagi-lagi, Jenderal Besar Xia yang memang sudah sangat berpengalaman dalam hal perang dan jam terbangnya yang banyak dalam sebuah pertarungan, dia berhasil menahan serangan Mo Chen yang tanpa putus itu.


‘Aku memang bisa menahannya, tapi jika terus begitu maka aku tidak akan memiliki kesempatan untuk menyerang balik dan hal itu tidak boleh terjadi, karena pada akhirnya aku akan kalah,’ batin Jenderal Besar Xia.


‘Kalau begitu mari kita buat sebuah serangan diam-diam dan memanfaatkan dirinya yang marah itu, apakah caraku ini akan berhasil untuk melawannya, mari kita lihat,’ batin Jenderal Besar Xia lagi.


‘Seni Pedang Dimensi : Serangan Ganda Tebasan Dimensi!’ batin Jenderal Besar Xia yang sudah melakukan sebuah gerakan dengan mengumpulkan banyak energi qi dalam pedangnya.


Dia juga menambahkan elemen api miliknya untuk memperkuat serangan itu. Ketika dia hendak menebaskan pedangnya semua energi besar sebelumnya menghilang begitu saja tapi dia tetap menebaskannya ke arah Mo Chen.


[Hati-hati, cepat menghindar dari tempat ini! Dia sedang melakukan tebasan dimensi ringan! Jangan sampai terkena serangan itu, Master!]

__ADS_1


Mo Chen paham, meskipun ilmu pedangnya belum sampai mencapai titik mampu melihat dengan jelas arah serangan Jenderal Besar Xia itu, tapi instingnya mengatakan untuk segera menghindari arah dari tebasan itu.


*SLASH!


Mo Chen menghindari serangan itu dengan kecepatannya yang tidak masuk akal, bahkan dia sekarang sudah berada 20 km dari tempat sebelumnya dan hal itu hanya dilakukan dalam sekejap mata saja.


“Bodoh! Memangnya seranganku semudah itu kamu hindari! Permasalahannya adalah aku bisa mengganti target kemanapun aku mau, kamu akan terkena serangan ini iblis kecil!” gumam Jenderal Besar Xia tersenyum penuh kemenangan.


[Hati-hati tebasan itu mengikuti Anda. Master harus segera menghindarinya sekarang juga atau tebasan itu akan merobek tubuh Anda.]


Mo Chen cukup terkejut dengan perkataan sistem, tapi dalam posisinya itu dia tengah memikirkan sesuatu, dia juga langsung ingin mencoba apa yang menurutnya benar itu.


Dia dengan cepat berpindah tempat tepat ke belakang tubuh Jenderal Besar Xia, dia juga langsung mengikat Jenderal Besar Xia itu dengan Logam Cair Terkutuk miliknya yang sudah berubah menjadi sebuah jaring logam kuat, lalu dia memeluk Jenderal itu dengan erat.


“Sial! Apa-apaan ini! Lepaskan aku! Jangan buat aku mengulangi perkataanku lagi!” teriak Jenderal Besar Xia yang tidak memikirkan bahwa dia bisa terjebak seperti itu.


“Silakan saja jika tadi itu memang seranganmu yang paling mematikan, apalagi sampai bisa mengikuti tubuhku, lalu bagaimana kalau sekarang kita mati bersama saja,” ucap Mo Chen memancing Jenderal Besar Xia untuk membatalkan serangannya tadi.


‘Bajingan licik ini memikirkan cara seperti ini, mau tidak mau aku harus membatalkan seranganku itu, kalau tidak aku juga akan terkena setidaknya imbas dari serangan terkuatku itu, aku–’


*SLASH!


“Tapi aku membohongimu Bajingan Tua yang sudah ketakutan, sebuah serangan akan menjadi tidak berharga ketika aku membunuh penggunanya, bukan begitu?” tanya Mo Chen sudah menyayat leher Jenderal Besar Xia itu dengan pembentukan belati di tangannya.


“Uhuk … uhuk … bajingan sialan! Ternyata kamu tadi hanya ingin melakukan drama dan membuatku memikirkan hal lain, sehingga kamu bisa dengan mudah mendekatiku?” ucap Jenderal Besar Xia yang lehernya sudah berdarah hebat akibat sayatan yang dalam dari Mo Chen.


“Ya dan kamu pikir aku takut dengan seranganmu? Tidak sama sekali! Lihatlah ini! Black Hole : Seraplah serangan itu!” ucap Mo Chen sambil memandang Jenderal Besar Xia hina.


[Pembelian Skill Black Hole peringkat Kuno, seharga 100 miliar berhasil dilakukan. Dengan skill ini maka tidak ada energi dan serangan apapun yang tidak mampu Master serap, semuanya bisa menjadi kekuatan bagi Anda.]


Lalu muncul sebuah bola hitam dari tangan Mo Chen yang mampu menyerap apapun termasuk cahaya dan tebasan dimensi yang dilakukan oleh Jenderal Besar Xia tadi, Serangan Ganda Tebasan Dimensi itu menghilang begitu saja seperti api kecil yang dimasukkan dalam lautan.


“Tidak masuk akal? Apa-apaan dengan jurusmu itu!” ucap Jenderal Besar Xia yang sudah sekarat namun masih tidak percaya bahwa serangan yang begitu dia banggakan dan kuat itu akan takluk di tangan Mo Chen dengan salah satu kekuatannya itu.


“Di dunia ini masih banyak misteri yang tidak akan mungkin dipecahkan oleh satu orang. Jadi kekuatanku ini bahkan mungkin masih begitu rendah jika dibandingkan dengan beberapa orang lain, jadi akalmu saja yang tidak bisa menerimanya,” ucap Mo Chen menendang perut Jenderal Besar Xia agar dia jatuh ke tanah.


*BOOOM!


Mo Chen kini terbang beberapa meter di atas tanah dan di bawahnya sudah ada Jenderal Besar Xia yang terbaring lemah dengan kehilangan banyak darah, dia memang sengaja membuat sayatan dalam tadi agar tidak membunuh jenderal itu secara langsung.

__ADS_1


“Dan sekarang aku akan membunuhmu Jenderal Besar Xia! Tapi sebelum itu aku akan menyiksamu di depan semua pasukanmu dan membuat mereka tahu bahwa apa yang sudah kamu lakukan dulu padaku akan dirasakan oleh pasukanmu ini! Jadi … MATILAH!”


“HENTIKAN! JANGAN DILAKUKAN ATAU JENDERAL MO BINGWEN MATI!” teriak salah satu Jenderal bawahan Jenderal Besar Xia yang datang dari arah belakang Mo Chen.


__ADS_2