
Benar saja, tepat setelah Luo Yun dan empat orang lainnya mengeluarkan bola api ke langit, kurang lebih 800 orang yang dipimpin oleh Mo Chen membombardir kota itu dari segala arah, tidak ada yang bisa menghalangi mereka semua dari menguasai kota.
“Barangsiapa yang mampu membunuh musuh lebih banyak, maka aku akan memberikan kalian semua hadiah! Jadi jangan banyak berpikir lagi, musnahkan semua musuh yang menyerang kalian dan tangkap musuh yang sudah menyerah!” teriak Mo Chen menandakan pecahnya perang diantara mereka semua.
Sayangnya semua murid sekte dan beberapa warga yang pro sekte tidak mampu menghadapi sebuah pasukan yang memiliki rata-rata kekuatan setara dengan Jalan Kesengsaraan itu, mereka semua benar-benar dibuat takluk total dalam waktu kurang dari satu hari.
Karena peperangan atau bisa dikatakan pembantaian sepihak itu dimenangkan Pasukan Langit Abadi hanya dalam waktu 12 jam saja, itu sudah mencakup semuanya termasuk seluruh warga yang menyerah dan mengakui kepemimpinan baru yang diusung pasukan itu.
***
“Akhirnya peperangan selesai, setelah ini kalian semua yang menjadi tawanan kami, hanya memiliki dua pilihan, bergabung dengan kami dan akan aku latih dengan sekuat tenaga, atau kalian pergi dari kota ini dan jangan kembali lagi?!” tawar Mo Chen di tengah Alun-Alun Kota.
Sebagian besar dari mereka memilih untuk pergi dari kota tersebut, hanya sekitar 1000 an orang saja yang memilih menetap dan bergabung menjadi Pasukan Langit Abadi.
“Bagi yang menolak bergabung, maka silakan pergi dengan membawa seluruh barang bawaan kalian semua, jika dalam waktu 3 jam kalian belum pergi, maka aku akan membunuh kalian semua!” tegas Mo Chen.
Bisa dilihat dari sini, Mo Chen memang sengaja memerintah dengan tangan besi, baginya hal itu lebih efektif daripada menggunakan rayuan dan diplomasi yang terlalu bertele-tele, hal itu juga yang membentuk karakter semua orang yang berada di bawah kepemimpinannya.
Beberapa jam kemudian, semua orang yang menolak sudah meninggalkan kota, sedangkan orang yang memiliki niat bergabung sudah selesai membersihkan semua mayat yang ada di kota.
Semua mayat itu langsung dibakar habis untuk mengurangi resiko adanya penyakit mematikan akibat mayat yang membusuk. Dan hari itu berakhir dengan kemenangan penuh Pasukan Langit Abadi. Dan kota perbatasan itu sudah diubah namanya menjadi Kota Langit.
***
Aula Utama Sekte sekarang sudah diubah menjadi Istana Raja Kota, dimana semua atribut sekte aliran hitam itu sudah dibuang dan dibakar, diganti dengan sebuah atribut Pasukan Langit Abadi.
Semua orang yang sebelumnya bergabung menjadi Pasukan Langit Abadi juga sudah mulai terbiasa dengan kepemimpinan Mo Chen. Meskipun dari luar terkesan tegas dan kejam, tapi sebenarnya dia sangat baik, karena…
“Ini sudah orang yang terakhir dengan begitu sekarang aku bisa istirahat sejenak,” ucap Mo Chen setelah memberikan sumberdaya, senjata, kitab beladiri dan lainnya pada orang di depannya itu.
__ADS_1
“Raja Kota, Eh– Tuan Muda! Terima kasih karena telah memberikan hal ini pada kami semua, bahkan dalam mimpi kamipun mendapatkan semua barang berharga ini tidak pernah terpikirkan,” ucap orang terakhir yang mengantri itu.
“Yayaya! Aku sudah berulang kali mendengar kata-kata itu, kalian semua langsung saja menggunakan semua sumber daya itu. Dan jangan ada yang khawatir mengenai kebutuhan makan atau sejenisnya, karena aku akan bertanggung jawab juga,” ucap Mo Chen.
“Anda benar-benar baik Tuan muda, awalnya kami mengira akan dipekerjakan tanpa upah atau menjadi umpan saja untuk ambisi Anda, tapi sepertinya kami semua sudah salah paham, Anda keras dan adil pada semua orang,” ucap orang itu lagi blak-blakan.
Mo Chen cukup tertarik dengan orang itu, sejak tadi dia hanya mendengarkan pujian yang terus mengagungkan dirinya, namun baru kali ini ada budak baru yang berani mengutarakan apa yang ada dalam hatinya dan pikirannya.
“Siapa namamu?” tanya Mo Chen membenarkan tempat duduknya.
“Nama saya Zhang Ling, saya adalah mantan Raja Kota sebelum Sekte Aliran Hitam itu merebutnya. Tapi hal itu sudah tidak penting lagi, kini saya rela jika kota ini dipimpin oleh orang seperti Anda,” ucap Zhang Ling tersenyum tulus.
“Sepertinya kamu memiliki beberapa bakat untuk melakukan sesuatu hal yang berkaitan dengan distribusi makanan dan beberapa perdagangan, aku bisa melihat potensi dalam dirimu Pak Tua Zhang Ling,” ucap Mo Chen tenang.
“Meskipun yang bukan yang terbaik dalam bidang itu, tapi mungkin saya bisa mengusahakannya,” jawab Zhang Ling menunduk hormat.
“Kalau memang begitu, kamu latihlah semua saran dan kitab bela diri yang sudah aku berikan padamu. Gunakan juga semua sumber daya yang aku berikan, capailah setidaknya Ranah Kaisar, nanti kamu akan membantuku mengurus kota ini dan menjadi salah satu orang terdekatku,” perintah Mo Chen.
“Saya seperti melihat bagaimana kami dulu pertama kali bertemu dengan Anda, Tuan Muda. Benar-benar sebuah hal yang terulang kembali. Dan saya masih saja kagum ketika Anda memberikan semua saran dan bakat apa yang harus diasah masing-masing orang itu,” puji Luo Yun mendekat.
“Jika kamu mau melakukannya, kapan-kapan aku akan mengajarimu caranya. Kamu tidak akan datang kesini hanya untuk itu saja bukan? Apakah sudah ada kabar dari Wang Yibo dan Xiao Zhan?” tanya Mo Chen.
“Tepat sekali, Tuan Muda! Saya membawa kabar bahagia mengenai Tuan Wang Yibo dan Tuan Xiao Zhan. Mereka berdua sudah membawa pasukan yang berkembang sampai sebanyak 8000 orang,” ucap Luo Yun semangat.
“Dan jika digabungkan dengan kekuatan kita sekarang, maka kemungkinan besar kita sudah mencapai jumlah 10.000 orang lebih. Dengan hampir ⅓ dari itu sudah mencapai Ranah Jalan Kesengsaraan,” sambung Luo Yun.
“Semuanya ternyata berjalan dengan baik, tidak rugi aku mengunjungi mereka selama setiap bulan sekali untuk memberikan sumber daya tambahan dan uang yang begitu banyak untuk membeli beberapa budak berkualitas,” senang Mo Chen lupa dengan lelahnya barusan.
“Tunggu-tunggu kalau begitu aku akan melakukan identifikasi pada semua orang sekali lagi? Berapa banyak sekarang jadi ada sekitar 6000 an orang lagi ya? Pasti akan sangat melelahkan,” batin Mo Chen langsung teringat mengenai hal itu.
__ADS_1
[Itu adalah kewajiban Misi Sistem, Master! Apakah hanya dengan itu sudah membuyarkan Anda dari tujuan yang sebenarnya? Apakah Anda sudah melupakan mengenai dendam Anda pada Kekaisaran Xia dan Kekaisaran Wu.]
*BOOOOM!
Ketika sistemnya mengingatkan mengenai hal itu, Mo Chen tanpa sadar mengeluarkan tekananya, dia sedikit di luar kendali jika mengingat mengenai hal itu, wajahnya yang sebelumnya sudah sedikit tenang, sekarang kembali ke wajah seriusnya yang cukup menakutkan.
“Mohon maafkan saya Tuan Muda, jika ada kata-kata dalam laporan saya yang bermasalah, saya siap menerima hukumannya,” ucap Luo Yun langsung berlutut, mengira bahwa dirinya salah.
‘Jangan mengingatkanku mengenai masalah itu lagi sistem, aku akan segera menyelesaikan misi sistem dan akan membuat semua rencanaku berjalan dengan baik, lihat saja nanti!’ batin Mo Chen.
“Tidak-tidak, aku hanya sedang teringat mengenai tujuanku yang sebenarnya, kamu tidak salah apa-apa Luo Yun. Terima kasih karena telah memberikan laporan itu, sekarang kembalilah melatih semua orang agar mencapai standar minimal kekuatan pasukan kita,” perintah Mo Chen.
“Baik Tuan Muda!” Luo Yun kemudian pergi begitu saja, dia cukup lega bahwa bukan dirinyalah sebab Mo Chen tadi mengeluarkan tekanannya tadi.
“Sepertinya dendam satu tahun lalu milik Tuan Muda itu semakin membuat dirinya keras pada dirinya sendiri. Aku berjanji akan membantu Tuan Muda membalaskan dendamnya itu, tunggu saja Kekaisaran Xia,” batin Luo Yun sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Mo Chen.
***
Tepat satu bulan kemudian, Wang Yibo dengan seluruh pasukannya sampai dan kembali bergabung dengan Mo Chen. Disusul beberapa hari kemudian Xiao Zhan datang dengan jumlah pasukan yang kurang lebih sama itu.
Dan untuk menyambut hal itu semua, Mo Chen mengadakan pesta besar-besaran bagi seluruh warga kota yang sekarang memiliki populasi sekitar 10.000 an orang atau bisa dikatakan pada seluruh pasukannya sendiri di halaman istana raja kota.
Pesta itu diisi dengan berbagai macam pertunjukkan, minuman dan daging-daging segar yang merupakan buruan dari beberapa orang yang memang sengaja disiapkan untuk malam ini.
“Akhirnya kalian berdua sampai juga disini, bagaimana perjalanan kalian selama ini? Kita sudah tidak bertemu selama dua bulan terakhir karena aku langsung bergegas kemari setelah mengabari kalian itu,” ucap Mo Chen yang satu meja dengan Wang Yibo, Xiao Zhan, Luo Yun dan Zhang Ling.
Itu adalah meja pemimpin, sedangkan yang lainnya menyebar ke seluruh penjuru halaman dan sekitarnya. Karena jumlah mereka yang sangat banyak itu membuat halaman itu tidak muat.
“Saya baik-baik saja dan tidak ada kendala yang berarti Tuan Muda! Saya juga sudah menyelesaikan misi Anda dengan membawa banyak orang dan memiliki bakat yang jika dilatih bisa memperkuat pasukan kita semua,” jawab Wang Yibo percaya diri.
__ADS_1
“Bagus-bagus, lalu bagaimana denganmu Xiao Zhan?” tanya Mo Chen mengalihkan pandangannya pada bawahannya yang terlihat gelisah itu.
“Hampir sama dengan Tuan Wang Yibo, tapi saya sedikit memiliki masalah dan kendala, itu juga yang menyebabkan saya terlambat beberapa hari sampai di kota ini, masalah itu adalah…”