
“Jangan pikir kalian akan menang, kami akan membalas dendam atas kegagalan kami disini,” ucap Pemimpin Pasukan Rajawali Hitam, sebelum akhirnya dia semua menghilang bersama dengan pasukannya.
“Ternyata berpura-pura untuk lemah itu sulit juga, untung saja kita tadi membiarkan dia dan sebagian pasukannya yang tidak terbunuh pergi, kalau tidak maka rencana selanjutnya akan berantakan, bukan begitu Tuan Muda?” tanya Xiao Zhan pada langit kosong beberapa meter di atasnya.
“Oh kamu bisa melihatku, sepertinya kepekaanmu pada sekitar menjadi lebih kuat setelah kenaikanmu menjadi seorang Saint, kalau begitu apakah kalian siap untuk rencana selanjutnya?” tanya Mo Chen yang kemudian memunculkan dirinya bersama dengan Paman Zhang Ling yang ada disampingnya.
“Kami sudah sangat siap Tuan Muda. Kami juga berhasil membunuh setidaknya ⅔ dari Pasukan Rajawali Hitam itu seperti yang direncanakan sebelumnya, jadi sekarang kita akan langsung menuju ibukota?” tanya Xiao Zhan.
“Tentu saja, Wang Yibo dan 5.000 Pasukan Langit Abadi sudah bergerak menuju kesana beberapa saat yang lalu, sekarang giliran kita semua yang akan langsung membombardir Ibukota Kekaisaran Xia dan mengambil kembali Xia He, bukan begitu Kakek Mo Bingwen?” tanya Mo Chen yang melihat kakeknya keluar dari barisan pasukan.
“Ya aku sudah memberikan semua informasi mengenai letak dan dimana Putri Xia He disembunyikan oleh Kekaisaran Xia, jika semuanya tidak ada perubahan, maka kita bisa dengan mudah mengambilnya kembali,” jawab Kakek Mo Bingwen yang masih berlumuran darah setelah membantai pasukan rajawali sebelumnya.
“Hmm … sepertinya kakek terlalu menikmati dalam hal pembantaian ini, jangan sering-sering melakukanya Kakek, takutnya nanti Kekuatan Alam yang dekat dengan Kakek akan berhubungan dengan kematian,” sarah Mo Chen ringan.
“Kakek akan mendengarkanmu, tapi mari kita kesampingkan hal itu dulu, bagaimana kalau kita langsung pergi menuju ke Ibukota Kekaisaran Xia menjemput kekasihmu itu? Kakek sudah tidak sabar membalas dendam pada orang-orang disana!” tegas Kakek Mo Bingwen.
Mo Chen hanya bisa menghela nafas ringan saja, sepertinya rasa dendam kakeknya tak kalah dengannya.
“Kalau begitu mari kita menuju ke Ibukota Kekaisaran Xia! Aku ingin kalian semua menggunakan rencana pengepungan kemarin dan buat beberapa kekacauan yang tidak menimbulkan korban terlalu banyak, karena tujuan kita adalah membawa Putri Xia He kembali,” tegas Mo Chen.
“Baik, Tuan Muda! Mari berangkat!” seru semua orang.
Setelah itu mereka semua berangkat menuju ke Ibukota Kekaisaran, jumlah mereka yang ada disini sekitar 5000 orang, mereka akan langsung bergabung dengan Wang Yibo yang sudah membawa pasukan lainnya terlebih dulu.
***
Keadaan di Istana Kekaisaran Xia.
__ADS_1
Kedatangan Pasukan Rajawali Hitam yang sudah kehilangan setidaknya ⅔ jumlah pasukan totalnya itu membuat istana menjadi heboh, pasukan sekuat mereka yang rata-rata memiliki kekuatan Jalan Surgawi dan Nirwana dibuat babak belur seperti ini.
Pangeran Mahkota Wu Yanzu yang merupakan orang yang memberikan usulan dan bantuan dari kekaisarannya itu dibuat malu karena kegagalan dari Pasukan Rajawali Hitam itu.
“Maafkan hamba, Yang Mulia Pangeran! Kekuatan musuh terlalu kuat, bahkan kami sudah menggunakan cara terbaik dan yang paling tidak mungkin gagal untuk mengintai dan menyerang musuh diam-diam tapi semuanya gagal,” ucap Pemimpin Pasukan Rajawali Hitam.
“Satu lagi hal yang harus kami beritahukan Yang Mulia, sepertinya mereka akan datang kesini dalam waktu cepat, karena sebelumnya kami juga dibohongi dengan gerakan mereka yang sangat cepat, hanya dalam hitungan menit saja, jadi mohon segera bersiap,” lanjutnya lagi.
“Kalau keadaan disini tidak bisa ditangani lagi, maka kami akan membawa Anda untuk meninggalkan Kekaisaran Xia dan kembali Kekaisaran Wu, itu adalah perintah dari Kaisar Dunia,” sambungnya lagi.
Tentu saja perkataan itu juga didengar oleh Para Petinggi Kekaisaran Xia yang lain, termasuk juga Sang Kaisar Xia sendiri, dia dibuat sedikit kebingungan dengan hal itu, bagaimanapun perkataan Pemimpin Pasukan Rajawali Hitam sama saja merendahkan Kekaisaran Xia, untungnya Pangeran Mahkota Wu Yanzu menolak hal tersebut.
“Aku tidak akan meninggalkan tunanganku dan kekaisaranku di masa depan, kalian juga tidak diperbolehkan kembali, karena kita akan mempertahankan Ibukota Kekaisaran Xia ini habis-habisan, kalian paham?!” tegas Pangeran Mahkota Wu Yanzu.
*BOOOOM!
*BOOOOM!
*BOOOOM!
“Bagaimana bisa mereka sampai begitu cepat, bukankah seharusnya mereka akan sampai beberapa jam lagi, bahkan ini masih hitungan menit tapi mereka semua sudah sampai di Ibukota Kekaisaran, bener-benar tidak masuk akal,” ucap salah satu anggota pasukan rajawali yang tidak percaya akan hal itu.
“Semuanya dengarkan perintahku! Semua petinggi kekaisaran kalian semua cepat bawa kekuatan dan pasukan kalian semua datang ke gerbang utama ibukota kekaisaran, menteri tolong kamu bawa Putri Xia He ke kamarnya, jaga dia jangan sampai terlepas dari sana!” perintah Kaisar Xia pada semua orang.
“Baik, Yang Mulia Kaisar!” jawab serentak, semua orang langsung bergegas ke tempat masing-masing, mereka semua sudah mempersiapkan diri dengan kemungkinan perang habis-habisan melawan para pemberontak yang mulai agresif itu.
***
__ADS_1
Wang Yibo dan pasukannya sudah memberikan serangan total pada para pasukan kekaisaran yang sudah datang ke gerbang utama, tidak lupa dia meminta pada semua orang di depannya itu untuk menyerahkan Putri Xia He karena itulah tujuannya datang kesini.
Tentu saja hal itu ditolak mentah-mentah oleh semua Jenderal Pasukan yang menghadangnya, tapi permasalahannya disini adalah Wang Yibo jauh lebih kuat dari semua pimpinan musuh, sehingga membuat mereka semua tidak bisa terlalu menekan gempuran Wang Yibo dan pasukannya.
“Aku akan memberikan kesempatan sekali lagi pada kalian, jika dalam waktu 10 tarikan nafas kalian tak kunjung memberikan Putri Xia He pada kami, maka kami akan melakukan perang besar-besaran dan mungkin kalian akan kalah serta kehilangan banyak pasukan!” teriak Wang Yibo di langit.
“Jangan dengarkan orang bodoh yang ada di langit itu, tetap pertahankan Gerbang Utama jangan sampai berhasil ditembus oleh musuh, biarkan orang yang ada di langit itu dihadapi para petinggi kekaisaran yang sebentar lagi datang!” perintah Kapten Penjaga Gerbang.
“Sepertinya kalian sama sekali tidak memberikanku pilihan, kalau memang begitu maafkan aku karena akan mengeluarkan salah satu kekuatan terdahsyat milikku!” ucap Wang Yibo tersenyum penuh arti.
“Telapak Tangan Dewa : Badai Angin Kehancuran! Buatlah Ibukota ini luluh lantak dengan kekuatan besarmu!” ucap Wang Yibo yang sudah memberikan serangannya, ditambah lagi serangannya itu diperkuat beberapa pasukan langit abadi yang setingkat dengan Ranah Saint.
Jadilah sebuah Badai Angin yang menjadi sebuah bencana kuat menerjang Ibukota itu, dimana langit dan angin yang awalnya tenang berubah menjadi mencekam, sebuah angin ribut yang sangat besar sebanyak 4 buah terjadi dan menerjang seluruh Ibukota itu.
“Apakah itu kekuatan dari Ranah Saint? Sebuah ranah yang bisa meminjam kekuatan dari alam, kalau ini dibiarkan terus, maka semua orang akan mati,” ucap salah satu petinggi yang ada di sebelah kaisar.
“Kalian semua mari ikuti aku langsung mengalahkan pengguna kekuatan itu, langsung gunakan kekuatan terkuat kalian semua!” tegas Kaisar Xia yang sudah terbang bersama dengan para petingginya.
Kaisar Xia menganggap bahwa pemimpin dari Pasukan Langit Abadi itu adalah Wang Yibo, dia sekarang sudah berhadapan secara langsung dengan Wang Yibo dan menanyakan mengenai kenapa dia mencari anaknya itu.
“Aku sama sekali tidak memiliki kepentingan denganmu ataupun dengan Putri yang bersama Putri Xia He itu. Namun, yang memiliki kepentingan adalah Tuan Mudaku, jadi cepat berikan anakmu atau langsung saja kamu merestui hubungan mereka, daripada kamu dimanfaatkan oleh Kekaisaran Wu!” tegas Wang Yibo.
Pangeran Mahkota Wu Yanzu sedikit tersinggung dengan kata-kata dari Wang Yibo itu, dia terlihat begitu marah dengan pernyataan yang pada kenyataannya memang sudah diketahui semua orang, karena Putri Xia He memiliki sebuah tubuh khusus yang membuat siapa saja yang berhubungan badan dengannya akan bisa naik tingkat dengan mudah, itulah Tubuh Wadah Spiritual.
“KURANG AJAR! BERANI SEKALI KAU MEMFITNAHKU! PANAH API SURGAWI : JUTAAN ANAK PANAH API! BUNUHLAH MUSUHKU INI!” teriak Pangeran Mahkota Wu Yanzu tidak terima dengan perkataan Wang Yibo.
“HOOO! HANYA SERANGAN LEMAH SEPERTI INI, KAMU MASIH BELUM SETARA DENGAN KEKUATANKU YANG SUDAH BERADA DI RANAH SAINT, JADI AKU KEMBALIKAN SERANGANMU! TELAPAK TANGAN DEWA : PENGEMBALIAN PENUH SERANGAN!” teriak Wang Yibo membalas serangan Pangeran Mahkota Wu Yanzu itu.
__ADS_1