
Kedatangan sebuah pasukan itu sangat mengejutkan semua orang, untungnya Mo Chen sudah datang dengan beberapa orang terdekatnya dan menahan semua pasukan yang hendak masuk ke dalam kotanya tersebut.
“Kenapa kalian berteriak begitu kencang sampai membuat keributan yang tidak perlu ini disini? Apakah kalian menantang kami berperang atau bagaimana?” tanya Wang Yibo menahan amarahnya, dia melakukan ini karena disuruh oleh Mo Chen.
“Kami adalah Pasukan Harimau Kekaisaran Tong, kami memiliki tugas untuk mengintai Kekaisaran Xia yang beberapa saat ini telah melakukan pergerakan yang aneh di area perbatasan utara ini,” jawab Pemimpin Pasukan itu menjadi sopan setelah merasakan tekanan Jalan Surgawi Puncak milik Wang Yibo.
“Lalu kenapa kalian memaksa kami menerima pasukanmu ini? Apakah kalian tidak diberitahu bahwa kota ini sudah dihadiahkan oleh Kaisar Tong sendiri pada kami? Dan kota ini menjadi kota yang bebas wilayah administratif!” tegas Wang Yibo masih menjelaskan dengan menahan amarahnya.
“Kami sudah tahu, tapi kami membutuhkan tempat meneduh sebentar, beberapa diantara kami terkena serangan mendadak dari Pasukan Kekaisaran Xia, jadi kami meminta tolong untuk mengizinkan kami masuk,” ucap Pemimpin Pasukan itu.
Mendengar hal itu Mo Chen mengambil alih pembicaraan, dia maju ke samping dari Wang Yibo. Dia juga menyembunyikan kekuatan aslinya demi menjaga beberapa hal agar informasi mengenai naiknya dia ke ranah nirwana tidak bocor pada musuh.
“Kalau memang hanya itu, biarkan aku melihat sebentar siapa saja orang sakit yang ada dalam pasukanmu, setelah itu aku akan memutuskan apakah kalian boleh masuk ke kota ini atau tidak,” ucap Mo Chen sedikit simpati.
“Siapa kamu? Jangan mengganggu obrolan antara pemimpin!” tegas Pemimpin Pasukan yang tidak tahu bahwa Raja Kota Langit itu adalah Mo Chen.
“Jaga perkataanmu, beliau adalah Raja Kota ini!” tegas Wang Yibo.
Mo Chen sendiri tidak memedulikan Pemimpin itu lagi, langsung saja dia menuju ke beberapa tandu yang di dalamnya menyimpan beberapa orang yang sedang sakit dan terluka. Namun dia melihat sebuah keanehan, tapi dia menyimpannya sendiri.
‘Sepertinya mereka tidak bohong, tapi sepertinya mereka menganggapku bodoh, tapi tidak masalah, mereka juga akan mati jika melakukan hal-hal aneh.’ Mo Chen sudah memastikan mengenai memang ada puluhan orang yang terluka dalam pasukan yang datang dengan sekitar 1.000 orang itu.
“Baiklah, kalian semua boleh masuk ke dalam! Dan setelah aku melihat orang-orang yang terluka itu, aku bisa melihat bahwa mereka akan bisa sembuh dalam waktu 10 hari an, setelah itu aku ingin kalian pergi dari kota ini,” putus Mo Chen.
Pemimpin Pasukan itu mengangguk paham dan meminta maaf karena sebelumnya tidak tahu bahwa Raja Kota ini terlihat begitu muda dan memiliki kekuatan yang tidak seberapa.
“Terima kasih Raja Kota!” ucap Pemimpin Pasukan itu tersenyum.
“Buka gerbangnya, biarkan mereka semua menginap di sisi barat kota, berikan mereka beberapa barang dari gudang seperlunya saja,” perintah Mo Chen kemudian berjalan masuk ke dalam kota diikuti oleh beberapa orang terdekatnya.
Kemudian ada beberapa orang yang mempersilakan 1000 orang yang baru saja datang itu masuk dan tinggal di beberapa perumahan kosong yang ada di sisi barat kota dan diberikan perlengkapan serta bantuan secukupnya.
__ADS_1
***
“Apakah Anda tidak merasakan ada yang aneh dengan pasukan itu?” tanya Xiao Zhan yang paling peka dengan hal-hal aneh seperti itu.
“Tentu saja aku sadar dengan keanehan itu, apalagi mereka sama sekali tidak terlihat seperti orang-orang Kekaisaran Tong yang memiliki karakter dengan tutur kata yang lebih lembut,” jawab Mo Chen.
“Lalu kenapa Anda membiarkan mereka masuk ke dalam kota, Tuan Muda? Bukankah itu akan membahayakan kita semua? Kita harus segera mengusir atau sekalian saja membunuh mereka,” usul Xiao Zhan.
“Xiao Zhan! Jangan meragukan keputusan Tuan Muda. Pasti beliau tahu apa yang terbaik untuk kita. Jadi jangan mengusulkan seakan-akan kamu yang paling benar,” tegas Wang Yibo.
“Saya minta maaf, Tuan Muda!” Xiao Zhan memang sangat menurut ke Wang Yibo, bagaimanapun sejak masa lalu yang mengajaknya menjadi bandit, sampai menjadikannya wakil ketua adalah Wang Yibo.
Sedangkan Wang Yibo sendiri sekali dia percaya pada satu orang, maka secara langsung dia akan memberikan kepercayaannya 100 persen, tidak peduli apakah dia ditipu atau yang lainnya.
Disisi lain Luo Yun yang melihat kedua seniornya itu hanya tersenyum ringan, dia paham dengan maksud Xiao Zhan sebagai Penasihat, namun perkataan Wang Yibo benar, karena Xiao Zhan terlalu berlebihan dan seakan-akan meragukan keputusan dari Mo Chen.
“Sudah-sudah, kenapa kalian membesarkan hal seperti ini, aku juga tidak marah sama sekali. Tapi biarkan aku menjelaskan, mengapa aku menyuruh mereka semua masuk, karena sudah waktunya bagi kita mempercepat rencana Pembentukan Kekaisaran Agung,” ucap Mo Chen.
“Kalian pasti bingung bukan? Jadi sebenarnya mereka adalah orang-orang dari Kekaisaran Xia yang kalau tebakanku benar, mereka disuruh untuk mengecek keadaan Pegunungan Es tempat kita berburu kemarin,” jelas Mo Chen.
“Dan mengenai pakaian mereka yang seperti prajurit dari Kekaisaran Tong ini, mereka memilikinya sejak dulu, mungkin dulu kota ini yang menyuplai pakaian itu, sebelum kota ini diserahkan pada kita,” lanjut Mo Chen.
“Tapi kesalahan mereka adalah pada luka-luka dari beberapa orang yang terluka itu, mereka diserang oleh Burung-Burung Ganas Pemakan Manusia yang memiliki habitat di salah satu puncak gunung es disana,” sambung Mo Chen.
“Karena aku memang sengaja menyisakan mereka sebelum kita menyelesaikan perburuan, untuk mengantisipasi hal seperti ini terjadi dan untungnya semua berjalan sesuai rencanaku,” lanjut Mo Chen.
“Dan tebakan terakhirku adalah mereka masih mengira bahwa kota ini masih dikuasai oleh Sekte Aliran Hitam waktu itu, oleh karenanya mereka masih berani bersikap sombong di awal tadi,” sambung Mo Chen.
“Kalian juga melihat bukan ketika Wang Yibo bertanya mengenai Kota Langit ini sudah lepas dari wilayah administratif Kekaisaran Tong dan pemimpin mereka terlihat cukup terkejut?” tanya Mo Chen.
“Benar, Tuan Muda!”
__ADS_1
“Nah mari kita manfaatkan mereka semua untuk memberikan kesan bahwa kita adalah pasukan yang sangat kuat dengan membantai setengah dari mereka secara langsung dan membiarkan setengahnya lagi kembali ke kekaisaran xia,” ucap Mo Chen menakutkan.
*GLEK!
Keempat orang yang mendengarnya menelan ludah bersamaan, ketika tuan muda mereka sudah bersikap seperti ini, maka sudah pasti tidak akan ada yang bisa lepas dari rencananya, dia benar-benar sangat kejam dan sadis ketika merencanakan hal seperti itu.
“Sekarang saya paham, jadi efek yang akan ditimbulkan adalah menyebarnya berita mengenai kekuatan kita ke beberapa benteng terdekat miliki kekaisaran xia bukan?” tanya Luo Yun memastikan.
“Tepat sekali, dengan begitu bukankah itu artinya kita bisa dengan mudah menguasai mereka semua? Dan kita tidak perlu menggunakan kekuatan penuh dan menunjukkannya pada mereka secara langsung, karena kekuatan kalian semua akan menjadi kejutan bagi pusat Kekaisaran Xia,” jelas Mo Chen.
“Saya semakin meragukan bahwa Anda membutuhkan seorang penasihat seperti saya Tuan Muda. Bahkan semua rencana itu terlihat sangat sempurna dan saya sendiri sama sekali tidak mampu memikirkan sampai sejauh itu,” keluh Xiao Zhan.
“Aku bisa berpikir sedemikian rupa karena tidak ada yang mengganggu pikiranku sekarang, tapi takutnya ketika kita sudah memasuki Ibukota Kekaisaran Xia nanti, aku menjadi emosional, kalian semua sudah tahu mengenai hal itu bukan?” tanya Mo Chen.
Mereka berempat mengangguk paham, yang dimaksud oleh Mo Chen adalah mengenai Xia He dan Kakek Mo Bingwen yang menjadi tawanan, serta entah apa yang terjadi pada mereka sekarang.
“Baiklah, Tuan Muda! Kalau begitu kita akan melakukannya dan berlanjut dengan menguasai beberapa benteng itu lalu menggabungkannya dengan kota ini dan menjadi sebuah kekaisaran baru, kami sudah paham sekarang!” simpul Wang Yibo.
“Bagus kalau begitu sekarang mari kita buat persiapan untuk mereka malam nanti,” ucap Mo Chen, yang dijawab dengan anggukan kepala empat orang di depannya itu.
***
Sementara itu, di sisi barat kota.
“Sepertinya bukan mereka yang membuat perubahan besar-besaran di pegunungan es itu. Jika yang menjadi Raja Kota adalah orang yang bernama Wang Yibo itu aku akan percaya, tapi pada kenyataanya bukan,” ucap Pemimpin Pasukan itu.
“Benar, apalagi kami juga merasakan yang kuat dari semua orang hanyalah orang yang bernama Wang Yibo itu saja, selain dia tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, lalu bagaimana langkah kita selanjutnya Jenderal Xia Yifeng?” tanya salah satu bawahan.
“Kenapa kalian masih bertanya, lebih baik kita buat kesepakatan dengan mereka, siapa tahu kita bisa menjadikan kota yang dilepaskan oleh Kekaisaran Tong ini menjadi milik Kekaisaran Xia? Dengan begitu kita bisa menjadikan kota ini sebagai pangkalan militer,” ucap Pemimpin yang dipanggil Jenderal Yifeng itu.
“Hahaha! Kami setuju, sepertinya kita akan mendapatkan hadiah dari kekaisaran jika melakukan ini! Kalau begitu mari kita merencanakan mengenai penguasaan seluruh kota ini tengah malam nanti, dengan begitu kita akan mudah membunuh mereka semua!” usul salah satu bawahan.
__ADS_1
“Kamu sangat cepat paham masalah ini, kalau begitu mari kita membahas strateginya!” ucap Jenderal Xia Yifeng.