SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 044 - Kedatangan Kaisar Dunia Wu Yu.


__ADS_3

Wang Yibo dengan kekuatan barunya benar-benar menggila, namun serangannya itu berhasil dipatahkan oleh Kaisar Xia yang terlihat juga merupakan seorang Ranah Saint Rendah.


*BOOOM!


Pengembalian serangan itu dihancurkan begitu saja oleh Sang Kaisar Xia, dia menggunakan sebuah jurus bersama Hentakan Phoenix Api, dimana semua pengembalian serangan tadi hancur satu persatu ketika terkena getaran dari serangan itu.


“Tidak akan aku biarkan kamu membuat salah satu tamu terbaikku dan calon suami dari anakku mati tepat di depanku, aku yang akan menghadapimu, sebaiknya kamu persiapkan dirimu tersebut dulu Bajingan Tua!” tegas Kaisar Xia berkata pada Wang Yibo.


Wang Yibo sendiri sedikit termenung dan terdiam, dia seperti tengah mendengarkan perkataan seseorang dengan penuh hormat, lalu dia kembali menatap kaisar itu dengan senyuman yang merekah lebah di wajahnya.


“Jika kamu memang ingin melawanku, maka aku akan melayanimu Pak Tua! Tapi Tuan Mudaku tidak mengizinkanku untuk membunuhmu, bagaimanapun kamu adalah orang tua dari kekasihnya, jadi mungkin kita akan sedikit bermain!” ucap Wang Yibo sudah menerjang maju.


Kaisar Xia yang mendapati pernyataan itu tidak berpikir banyak, dia langsung naik terbang ke ketinggian lagi agar sejajar dengan Wang Yibo, keduanya langsung bertarung layaknya seorang Ranah Saint Rendah yang menggunakan berbagai kemampuan alam.


“Sialan! Kekuatannya benar-benar bukan isapan jempol biasa, apalagi orang-orang yang ada dihadapan kita ini, bahkan lebih dari puluhan orang ini juga sudah masuk ke Ranah Saint, apakah kita bisa memenangkan pertarungan ini?” tanya Pangeran Mahkota Wu Yanzu.


“Biarkan kami yang mengurus mereka Yang Mulia Pangeran Mahkota Wu Yanzu, silakan Anda mengurus orang-orang dengan Ranah Nirwana Menengah sampai Puncak, dengan demikian mungkin kita masih ada harapan untuk mempertahankan ibukota,” jawab Jenderal Besar Kekaisaran yang maju ke depan Pangeran Mahkota Wu Yanzu itu.


Pasukan Langit Abadi juga melakukan hal yang sama, mereka sudah menemukan musuh yang setidaknya akan berimbang dengan mereka masing-masing, pertarungan dua kubu itu terjadi dan melebar kemana-mana, hingga menyebabkan semua penduduk ibukota dievakuasi menjauhi medan pertempuran itu.


***


Sementara itu, Xiao Zhan sudah membawa 2000 orang untuk menerobos gerbang selatan Kekaisaran, Paman Zhang Ling membawa 1500 orang untuk menggempur Gerbang Timur dan Luo Yun bisa dengan mudah menaklukkan Gerbang Barat dengan 1500 orang.


Pertarungan semua orang memanas sampai-sampai hampir seluruh ibukota sekarang terjadi pertempuran, namun anehnya sedikit sekali korban jiwa, kebanyakan dari mereka hanya pingsan dan terluka berat lalu dipukul hingga pingsan.


Memang yang menjadi korban utama disini adalah hampir semua bangunan besar yang ada di ibukota, semuanya sudah dihancurkan dan diledakkan dengan mudah oleh Pasukan Langit Abadi, mereka semua menggunakan efek psikologis agar musuh menganggap mereka membawa banyak pasukan.


Karena jika berkata mengenai statistik, Pasukan Kekaisaran Xia yang menjaga ibukota ini ada sekitar 1 juta orang, sedangkan Pasukan Langit Abadi hanya ada 10.000 orang, sebuah perbedaan jauh yang mungkin butuh waktu beberapa hari untuk mengalahkan mereka semua.


Itulah kenapa sejak awal pertempuran yang menjadi fokus semua orang adalah bangunan strategis seperti Bangunan Alkemis, Balai Pengobatan, Gudang Senjata dan masih banyak lainnya.


Sedangkan, Mo Chen dan Kakek Mo Bingen keluar dari semua pertarungan itu, mereka berdua hendak menjemput Putri Xia He dan membawanya keluar dari Ibukota Kekaisaran Xia tersebut.


***


Di Area Kamar Xia He.

__ADS_1


“Sepertinya ada beberapa orang yang menjaga kamar itu, apakah Kakek Mo Bingen bisa mengurusnya?” tanya Mo Chen melalui telepati, mereka berdua sudah berada tak jauh dari Menara Putri Kekaisaran tersebut.


“Aku akan melakukannya, tapi mungkin menteri itu akan tetap ada disana, jadi pastikan kamu bisa mengalahkannya … apa yang sedang aku khawatirkan ini, pasti kamu bisa mengalahkannya bukan, kalau begitu aku akan membawa pasukan penjaga lainnya pergi terlebih dulu,” ucap Kakek Mo Bingwen sudah menunjukkan hawa keberadaannya dan menarik perhatian semua penjaga itu.


Sontak saja lebih dari 1.000 Penjaga Khusus yang ditempatkan di menara tersebut melihat Kakek Mo Bingwen, mereka semua langsung memberikan serangan dan berniat mengejar Kakek Mo Bingwen yang mereka kenal sebagai Jenderal Mo Bingwen.


“Jenderal Mo Bingwen muncul! Dia ada disini cepat kejar dia, jangan sampai dia melarikan diri, dia telah membunuh salah satu Jenderal Besar kita, kita harus membalaskan dendam Jenderal Besar!” teriak salah satu Kapten.


Sontak saja semua orang sedikit lupa dengan tugas mereka, hanya tersisa 100 orang saja yang menjaga menara itu bersama dengan seorang menteri yang memang ditugaskan untuk menjaga menara itu.


“Sialan! Kenapa mereka langsung pergi begitu saja, disini seperti ada yang aneh, cepat perketat penjagaan, jangan sampai ada yang memasuki menara ini, kalian semua cepat–”


*JLEB!


*JLEB!


*JLEB!


Secepat kilat sebuah jaruh yang begitu tipis menusuk tengkuk leher semua orang dengan cepat, dalam satu kali gerakan itu Mo Chen berhasil membuat semua orang pingsan dan dia akhirnya bisa masuk ke dalam.


Begitu dia masuk dia melihat seorang wanita yang amat sangat dicintai olehnya sedang melamun ke arah jendela jeruji yang membuatnya tidak bisa bebas itu, wanita itu mendengar pintu dibuka dan akhirnya melihat sosok Mo Chen, kekasihnya yang akan menjemputnya.


Tidak ada kata-kata dalam pertemuan mereka berdua, keduanya terus berciuman dan berpelukan, tidak ada yang bisa memisahkan mereka lagi sekarang, seakan-akan dunia berhenti sejenak hanya untuk mereka berdua.


“Aku senang kamu akhirnya datang, Sayang!” seru Xia He sambil memeluk Mo Chen begitu erat.


“Maafkan aku karena telah membuatmu lama menunggu,” ucap Mo Chen membalas pelukan kekasihnya itu.


“Apakah kamu sudah memutuskan untuk ikut pergi denganku? Kita akan mengelilingi dunia ini bersama tanpa harus terikat dengan Kekaisaran Xia ini,” tanya Mo Chen.


“Tentu saja, tapi ada satu hal yang harus aku katakan padamu, tapi mungkin fakta ini bisa saja membuatmu marah dan malah membenciku, apakah kamu mau mendengarkannya?” tanya Xia He sedikit ketakutan.


Mo Chen yang melihat itu tentu saja tidak tega, dia langsung menunduk dan menyentuh wajah kekasihnya itu dengan kedua tangan.


“Aku tidak akan marah, bukankah kamu adalah alasanku melakukan semua ini dan sampai membuatku menguatkan diri sebegininya, jadi apapun berita yang kudengar darimu aku tidak akan marah aku berjanji,” jawab Mo Chen tulus.


Xia He sedikit ragu, tapi dia berpikir, lebih baik dia mengatakannya sekarang daripada pada akhirnya nanti Mo Chen harus menyesal telah memperjuangkan dirinya.

__ADS_1


“Aku…” Xia He mulai menjelaskan semuanya pada Mo Chen.


Namun, seperti yang sudah diperkirakan oleh Xia He, wajah Mo Chen langsung berubah menjadi masam, dia sama sekali tidak senang akan hal itu, tapi dia masih menahan amarahnya agar tidak memotong cerita Xia He.


“Aku sama sekali tidak marah padamu dan aku akan menyembuhkanmu, aku juga akan membuatku bisa keluar dari tramamu itu, tapi jangan tahan aku untuk membunuh bajiangn Pangeran Mahkota Wu Yanzu itu!” tegas Mo Chen.


“Dia dengan berani meletakkan tangannya di tubuhmu dan membuatmu melakukan itu, kematian singkat saja tidak akan cukup, aku akan membuatnya mati dengan cara paling kejam, mari ikut aku,” ucap Mo Chen mengulurkan tangannya.


Xia He bisa melihat bagaimana amarah Mo Chen yang sangat besar itu, disisi lain dia juga bersyukur karena Mo Chen tidak melimpahkan kesalahan penuh padanya, akhirnya dia menerima uluran tangan Mo Chen dan dia berpindah tempat begitu saja ke medan pertempuran.


***


Di Medan Pertempuran, Gerbang Utama Ibukota.


“God’s Eye : Cari Pangeran Mahkota Wu Yanzu!” Mata Mo Chen langsung berubah menjadi emas dan kemudian dari langit dia mencari orang yang telah membuat kekasihnya itu menderita.


“Ketemu! Black Hole : Bawa dia kemari!” teriak Mo Chen, setelah perintahnya itu muncul, Pangeran Mahkota Wu Yanzu yang sedang bertarung dengan salah satu pasukan langit abadi seakan-akan tertarik ke sebuah arah.


Semua mata memandang Pangeran Mahkota Wu Yanzu yang terlihat terbang begitu cepat ke sebuah arah itu, Pangeran Mahkota Wu Yanzu sendiri juga tidak tahu kenapa tubuh yg mengarah ke langit sampai akhirnya dia melihat seorang pemuda dan calon istrinya yang ada di pelukan pemuda itu.


“Ugh! Apa yang kamu lakukan!” teriak Pangeran Mahkota Wu Yanzu yang dicekik oleh Mo Chen hanya menggunakan satu tangan saja.


“Jadi kamu orang yang sudah membuat kekasihku menderita, kalau memang begitu aku akan menghukummu dengan keras, anggap saja ini sama halnya dengan apa yang sudah kamu lakukan pada kekasihku! Tendangan Api Neraka!” ucap Mo Chen melemparkan musuhnya itu beberapa meter kemudian langsung menendangnya dengan keras.


“Kamu disini dulu, Sayang! Aku akan mengurus semut kecil ini!” ucap Mo Chen, dia langsung melepaskan pelukannya dengan Xia He dan kemudian melanjutkan dengan kemampuannya yang lain.


“Aura Elemen Cahaya : Gerakan Secepat Kilat!” Sebelum tubuh Pangeran Mahkota Wu Yanzu tadi menabrak tanah, Mo Chen memberikan serangannya lagi dan membuat tubuh musuhnya itu kembali ke langit dengan kecepatan tinggi.


Peristiwa itu menyita perhatian semua orang, karena hal itu terus terjadi mengulang, Pangeran Mahkota Wu Yanzu tidak bisa membalas atau menghindari serangan itu karena perbedaan kekuatan yang jauh dengan Mo Chen yang sudah berada di Ranah Saint Menengah.


“Tendangan Api Neraka 10 kali!” Mo Chen semakin menggila, dia sama sekali tidak peduli dengan peperangan yang ada disekitarnya, dia hanya fokus untuk membuat Tendangan Api Neraka babak belum dan menyiksanya sampai mati.


Beberapa Pasukan Kekaisaran Xia berniat menolong, namun semuanya dihalangi oleh Pasukan Langit Abadi yang ada di dekat mereka, begitu juga dengan Kaisar Xia, dia bahkan sekarang dihadang oleh Wang Yibo, Xiao Zhan, Luo Yun dan Paman Zhang Ling, jadi dia tidak bisa pergi kemana-mana.


“AKU SUDAH CUKUP PUAS MENYIKSAMU! SEKARANG MATILAH! PENGUASA LOGAM X LOGAM CAIR TERKUTUK : CAIRAN LOGAM PERUSAK OTAK! MAJULAH!” teriak Mo Chen melemparkan senjatanya dan mengincar kepala Pangeran Mahkota Wu Yanzu.


*CRACK!

__ADS_1


Dari langit terlihat sebuah dimensi terbuka, lalu orang yang keluar dari sana memberikan serangannya pada Mo Chen dan melindungi pangeran mahkota itu.


“BERANI SEKALI KAMU INGIN MEMBUNUH ANAKKU! APAKAH KAMU SUDAH BOSAN HIDUP ANAK MUDA!”


__ADS_2