SISTEM PENGUASA SEMESTA

SISTEM PENGUASA SEMESTA
Chapter 022 - Jalan Kesengsaraan Bintang 1.


__ADS_3

[Pembelian Pil Kemarahan seharga 10.000 PS.]


[Master akan memiliki kekuatan dua ranah lebih tinggi dari sekarang, yakni Master akan memiliki kekuatan setara dengan Jalan Kesengsaraan ✩ 1, tapi setelah 10 menit berlalu, maka semuanya akan kembali normal, jadi kalahkan musuh dalam waktu itu.]


Mo Chen mengangguk paham, matanya tiba-tiba saja memerah, energi qi yang mengitari tubuhnya langsung berkumpul dan membuatnya seakan-akan naik ranah sampai Jalan Kesengsaraan ✩ 1.


Dia juga langsung menarik Logam Cair Terkutuk miliknya yang tersisa 6 liter itu, dia langsung membentuk dua pedang panjang untuk kedua tangannya, dia benar-benar akan menggila dengan senjata tingkat spiritual yang baru saja terbentuk itu.


“Sial! Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, apakah kekuatan aslinya adalah seorang Ranah Jalan Kesengsaraan ✩ 1, bukankah itu sama denganku?” gumam Pemimpin Organisasi itu.


“Kalian semua jangan lengah, semua anggota organisasi yang baru saja datang, fokuskan serangan kalian pada anak muda itu! Jangan biarkan dia sampai lepas kendali dan mendekati kalian semua!” perintah Pemimpin Organisasi itu.


[Pembelian 10 x Pil Pengembali Qi Tertinggi menghabiskan 1 juta PS.]


[Penggunaan Energi Qi secara optimal sudah dilakukan, Master sudah siap bertarung sepenuhnya!]


Mo Chen yang awalnya menunduk langsung memandang semua musuh di depannya dengan kejam, lalu dia mengayunkan pedangnya dan sebuah qi membentuk pedang dan membunuh ratusan orang sekaligus.


[Selamat! Master mendapatkan 1.837.873 PP & 183.787 PS.]


Mo Chen langsung bergerak maju, ini adalah istilah satu orang melawan ribuan orang benar-benar terjadi, Mo Chen tidak lagi sudah berapa ribu orang yang akan dibantai di tangannya, dia benar-benar seperti orang gila, yang ada di matanya sekarang hanyalah kata-kata mati, mati dan mati.


*SLASH!


Sebuah serangan qi raksasa langsung membelah hampir 300 an orang menjadi dua, mereka semua langsung mati secara massal, tidak ada lagi orang yang mampu memberikan serangan padanya juga, karena semua serangan mereka akan dikembalikan dengan instan atau ditahan dengan mudah oleh Mo Chen.


“Aku tidak bisa membiarkan hal ini, aku harus memperlambat gerakan orang ini. Seni Tombak Abadi : Lemparan Tombak Api Raksasa!” teriak Pemimpin Organisasi sudah membentuk Tombak Raksasa yang terbentuk dari qi miliknya.


Lalu Tombak Raksasa itu langsung melesat cepat ke arah Mo Chen yang sedang bebas membunuh semua anggota organisasi pembunuh itu. Melihat hal itu Mo Chen juga membentuk sebuah siluet pedang yang murni dari energi qi saja, namun…


*BAAAAM!

__ADS_1


Karena Mo Chen tidak memiliki skill atau teknik pedang, dia tidak bisa menghalau serangan itu, untungnya dia tadi sempat memperlambatnya dengan pedang qi yang terbentuk secara murni dari insting bertarungnya.


Mo Chen mampu menghindarinya dengan baik, lalu dia mengubah strategi dengan membunuh semua musuhnya yang banyak itu terlebih dulu untuk mendapatkan banyak poin, dia akan menyisakan Pemimpin Organisasi untuk terakhir.


[Selamat! Master mendapatkan 8.392.982 PP & 839.298 PS.]


[Selamat! Master mendapatkan 12.938.983 PP & 1.293.898 PS.]


[Selamat! Master mendapatkan 23.848.393 PP & 2.384.839 PS.]


“Dia sangat licin, aku sudah berulang kali menyerangnya tapi tidak ada yang berhasil dan dia sudah membunuh ribuan dari bawahanku, sepertinya aku tidak bisa membiarkannya lebih lanjut lagi, atau organisasi ini akan hancur!”


Pemimpin Organisasi itu langsung mendatangi Mo Chen dengan tombak tingkat spiritual yang ada di tangannya. Tepat setelah disana dia langsung memberikan serangan langsung dan menyuruh semua bawahannya untuk menyingkir.


Mo Chen masih tidak mau fokus pada Pemimpin Organisasi itu, dia lalu menyebarkan semua logam cair miliknya, dia membentuk jarum-jarum yang lebih kuat seperti biasanya, lalu dengan satu gerakan dia terus membunuh semua orang.


Hal ini juga dilakukan agar semua musuhnya itu tidak ada yang mendekati Pelindung Logam Cair di sana, karena ada hal yang ingin dicobanya nanti tepat 1 menit sebelum efek pilnya selesai.


[Selamat! Sekarang kultivasi asli Master sudah meningkat sampai ranah Raja ✩ 6.]


“Apakah kamu hanya tahu menghindar saja, kalau begitu aku tidak sudah tak tahan lagi, aku akan membuat seluruh pijakanmu hancur lebur dan kamu mau tidak mau akan melawanku!” ucap Pemimpin Organisasi.


Dia langsung menghentakkan tombak miliknya dan membuat semua tanah bergetar, dengan kekuatannya itu dia langsung menyerang Mo Chen yang kehilangan keseimbangan.


*BAAAAAM!


Dengan bodohnya Mo Chen menahan serangan tombak itu dengan tangan kosong, tentu saja tangannya terluka parah dan dia langsung berguling-guling karena serangan musuhnya itu.


[Selamat Master mendapatkan total 47.399.399 PP & 4.739.939 PS.]


“Akhirnya selesai juga!”

__ADS_1


[Kultivasi asli Master akan dinaikkan secara langsung sampai ke ranah Kaisar ✩ 1. Bersiap menerima penerobosan langsung ke ranah kaisar dan hati-hati dengan musuh. Waktu Fase Kemarahan juga tersisa 1 menit 37 detik.]


Mo Chen terlihat tersenyum senang, dengan cepat dia langsung menghantam Pemimpin Organisasi itu dengan kekuatan fisiknya saja, namun serangannya berhasil diblokir oleh musuhnya itu dan dia terhempas lagi.


“Hahaha! Ternyata meskipun kamu memiliki kultivasi sama sepertiku, tapi kekuatanmu sama sekali tidak bisa menandingiku, bersiaplah untuk mati Bajingan!” teriak Pemimpin Organisasi itu.


Tapi ternyata itulah yang diincar oleh Mo Chen, ketika terhempas di udara, dia mengangkat tangannya dan mengumpulkan semua Logam Cair Terkutuk di tangannya.


“Penguasa Logam X Job Blacksmith : Berubah menjadi Logam Cair Terkutuk tingkat Bumi!” Di tangan Mo Chen, semua logam cair itu menyusut dan hanya tersisa 1 liter saja, namun kekuatannya benar-benar setara dengan sebuah senjata tingkat Bumi.


“Sekarang musnahkanlah musuhku ini dengan pengorbanan seluruh energi qi milikku!” Mo Chen yang masih melayang di udara mengayunkan tubuhnya dan membentuk sebuah tombak kecil dengan logam cairnya itu dan melemparkannya ke arah Pemimpin Organisasi ketika jaraknya dengan musuhnya itu hanya tersisa beberapa meter.


“Apakah kamu pikir Tombak Api Abadi milikku tidak bisa menahan senjata anehmu itu! Jangan bermimpi! Hyaaaaaaaa!” Pemimpin Organisasi itu menghunuskan tombak miliknya dan bertemu dengan tombak kecil milik Mo Chen.


Tapi perkiraannya ternyata melesat, dia begitu percaya diri dengan kekuatan serta senjatanya, tapi dia tidak berpikiran bahwa tombak kecil yang dilemparkan oleh Mo Chen itu bisa dengan mudah menghancurkan tombak kokohnya dan langsung menuju dadanya sampai tembus.


*JLEB!


Tombak Kecil itu menembus sampai keluar dari punggung Pemimpin Organisasi itu dan langsung tertancap kokoh di tanah yang sudah tak beraturan itu.


“Ugh … aku tidak menyangka bahwa aku bisa dikalahkan dengan cara yang sederhana ini. Kamu memang benar-benar kuat anak muda…” Tubuh Pemimpin Organisasi itu tumbang ke tanah dan dia mati beberapa saat kemudian.


Kondisi Mo Chen juga tidak kalah mengenaskan, efek samping yang ditimbulkan oleh pil kemarahan membuat semua otot dan tulangnya terasa ngilu dan akhirnya dia ikut jatuh ke tanah, untungnya Xia He langsung mendekatinya dan meminumkan obat yang sebelumnya dia serahkan padanya.


“Minumlah dan semuanya sekarang sudah berakhir, kamu sudah berhasil menyelamatkan Adik Kong Liang. Kamu juga sudah berhasil membunuh sebagian besar pembunuh dari organisasi ini, kamu memang hebat Sayang,” ucap Xia He.


“Akhirnya semuanya selesai…”


Sementara itu, Kakek Mo Bingwen langsung masih bertarung dengan seseorang yang entah siapa dia, namun ketahanan serta kekuatannya benar-benar harus diakui.


“Oh kamu kuat juga pak tua baju kuning, tapi siapa kamu sebenarnya? Jika kamu bukan Pemimpin Organisasi?” Kakek Mo Bingwen menahan serangannya sambil beristirahat sebentar setelah pertarungan yang sangat lama itu.

__ADS_1


“Kamu tidak perlu tahu aku siapa, tapi yang pasti aku adalah orang yang menjaga keseimbangan kekaisaran ini, dan karena pemimpin organisasi ini sudah kalah, maka tugasku juga sudah selesai, aku pergi dulu…”


“Sialan! Jangan harap aku membiarkanmu pergi pak tua!” Kakek Mo Bingwen sudah mengeluarkan serangannya untuk menghalau orang itu.


__ADS_2