Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 21. Jatuh Cinta Berjamaah.


__ADS_3

"Tuan Dav, anda dengar kan. Aku adalah wanita paling subur diantara mereka. Bahkan tuan besar telah memegang bukti pengecekan secara keseluruhan. Bahwa aku masuk kriteria untuk menerima benih keturunan klan Voster." Felly berucap dengan begitu bangga.


Dirinya yakin benar bahwa sudah pasti akan terpilih. Selain memiliki bentuk tubuh yang sempurna dan wajah cantik, Felly memang memiliki bukti cek kesuburan dengan akurat. Karena itulah, Regan sangat berharap agar putranya bertindak cepat.


Waktu terus berlalu, tapi putranya ini seperti mengulur waktu. Entah apa yang di carinya.


[ Tuan, anda telah menghabiskan uang dengan membelanjakannya di tempat yang tepat. Beberapa status anda naik tingkat.]


Paul masuk ke dalam pikiran David untuk melapor. Sementara David hanya tersenyum masih dengan keadaan menggendong anak-anak difabel ini bergantian.


Kemudian ia meminta ijin pada ketua panti untuk pamit. Ketua panti mengucap banyak-banyak terimakasih pada David karena donasi yang ia berikan sangatlah banyak. "Dana yang anda berikan cukup hingga lima tahun. Semoga anda segera menemukan kebahagiaan yang anda cari, Tuan malaikat." David hanya tersenyum dan mengaminkan apa yang di ucapkan oleh pengurus panti.


Setelah seharian penuh David mengajak para kandidat hareemnya ini berkeliling mengunjungi beberapa yayasan. Kini saatnya ia mentraktir mereka makan malam. Tak ada sepatah kata keluhan yang keluar dari bibir wanita-wanita cantik ini. Meskipun mereka sangat lelah. Namun, mereka merasa hari ini adalah momen yang paling langka seumur hidup.


Sepanjang mereka mengenal beberapa pria, belum pernah ada yang selembut ini. Belum ada yang menandingi kharisma yang dimiliki oleh David Voster.


Padahal dari beberapa cerita yang mereka dengar, pria ini begitu arogan kejam dan liar. Akan tetapi pada kenyataannya tidak, mereka semua terpesona dengan apa yang David lakukan seharian ini. Pertama kali mereka begitu kagum akan perilaku seorang pria yang memiliki kekuasaan dan juga harta tapi sangat low-profile.


"Sepertinya hatiku sudah terpanah. Aku rela melakukan apapun untuknya. Ini bukan lagi soal bayaran, tapi hatiku kini memujanya. Dia sungguh memiliki hati yang mulia." Beatrice tak kuasa menahan haru yang menyeruak di dalam dadanya. Ketika saat ini David tak ada diantara mereka karena sedang ke toilet. Keempat wanita ini masing-masing termenung dan terpekur dengan perasaan mereka.


Tak lama kemudian, David kembali. Pria itu terlihat habis membasuh wajahnya. Hingga nampak segar itulah yang terlihat. Regan memberi kode agar mereka semua mulai makan malam. Beberapa wanita ini saling berebut untuk melayani David.


"Tuan makanlah sayur pokcoy ini. Maka anda akan awet muda," ucap Felly seraya meletakkan sayuran tumis yang ia maksud ke atas piring David.


"Jangan hanya makan sayur. Anda juga butuh kerang ini untuk mempertahankan stamina. Apalagi di musim yang pancaroba begini." Kali ini Maurice memberanikan diri memulai aksinya. Ia sudah tak tahan lagi. Kalau ingin menuruti napsunya, ingin rasanya ia memeluk raga kekar David.


"Anda juga harus mencoba sup ikan patin ini, Tuan. Kuahnya gurih dan hangat, semua lelah pasti sirna." Beatrice pun ikut menuangkan semangkuk sup yang masih mengepulkan asap.


Disaat David masih terpaku dengan segala perhatian ketiga perempuan dengan suara lembut mereka. Kini giliran Veronica, yang bersuara.


"Kalian semua melupakan satu hal, Tuan ku ini harus makan nasi rendah kalori demi menjaga kestabilan gula darah. Silakan Dav, ini nasi yang berasal dari beras Jepang. Sangat enak jika di makan sambil memandangiku," ucap Veronica mencoba berkelakar. Hal yang mereka semua lakukan membuat David menggeleng dengan senyum tipisnya. Ia hanya menunduk kecil sebagai ucapan terimakasih.

__ADS_1


'Ini gila! Sampai kapan aku akan tahan dalam ujian ini. Mereka semua berubah menjadi kelinci yang manis. Tatapan itu. Apa mereka semua jatuh cinta padaku? Apa aku semenawan itu?' batin David dengan segala kebingungannya. Ia yang di kehidupan lamanya tak pernah menghadapi wanita kecuali Agnes. Hanya bisa terheran campur bingung.


Ia juga takut.


Takut tidak bisa memegang kata-katanya.


Keempat wanita yang bersamanya seharian ini telah lulus dari ujian empati yang ia berikan.


Setelah makan malam selesai. Regan dan Sovia telah pulang terlebih dulu. Karena, Regan hendak mengulang kejadian malam kemarin yang gagal lantaran ia mengobrol semalaman dengan sang putra. Mumpung, Sovia sedang baik suasana hatinya. Regan tidak akan lagi menyia-nyiakan waktunya.


"Setelah ini, aku akan mengantar kalian pulang satu persatu." David berkata seraya berdiri dari duduknya.


"Lalu bagaimana dengan perjanjian. Siapa wanita yang akan anda pilih dari kaki berempat?" tanya Felly. Kedua matanya telah berembun. Bukan mengiba, tapi ia merasa sedih karena kebersamaan mereka hampir berakhir.


David menunduk, tak ada satupun yang berani kontak fisik lagi karena memang David tidak menyukainya. Mereka tidak mau perasaan David rusak hanya karena sikap ketidaksabaran.


"Maafkan aku. Karena aku akan memberi kesempatan pada Felly untuk malam ini. Untuk yang lain, aku benar-benar meminta maaf." Dav memasang wajah penuh sesal. Ia tak kuasa melihat raut kesedihan dan kecewa dari ketiga kandidat yang lainnya. Tak terkecuali Veronica.


"Maafkan aku, Vero," ucap David. Ia pun menyerahkan paper bag pada masing-masing wanita yang akan ia pulangkan kerumah mereka masing-masing.


Tanpa David ketahui, bahwa para wanita ini menatap pemberiannya dengan rasa haru dan gembira.


"Kau sangat perhatian. Aku sudah lama tidak makan brownies." Maurice menatap kotak kue yang ada di pangkuannya dengan tatapan berkaca-kaca.


Lain lagi dengan Beatrice, ia membuka paper bag dengan sebuah pekikan kecil. "Lolipop, bagiamana ia bisa tau kesukaanku sejak kecil? Kau pria yang sangat manis David." Perlahan, kekaguman memberi kebahagiaan yang tak terlupakan bagi Beatrice. "Aku senang mengenalmu." Satu hal kecil yang ternyata berarti jika kita memberikan pada orang dan waktu yang tepat.


"Terimakasih, Dav. Setidaknya kau masih mengingat kue kesukaanku. Pie stroberi." Vero memandang kue dalam kotak bertutup kaca. Ia selalu memesan ini ketika mereka berdua pacaran dulu.


"Aku tau kau masih ada rasa padaku, Dav. Aku akan memperjuangkan itu." Vero mulai membuka kotak dan memakan kue itu sambil merasakan sesuatu yang hangat merasuk ke dalam hatinya.


Felly yang di ajak oleh David ke mansion merasa menang dan sangat senang. Ia pikir David akan melakukan penyatuan dengannya malam ini. Padahal tidak begitu konsepnya. David hanya tertarik pada sifat keibuan dari dalam dirinya. Apalagi, Felly memiliki catatan kesuburan. Tak ada salahnya jika David mulai membangun hubungan perlahan.

__ADS_1


"Kau boleh saja menginap malam ini. Karena aku ingin mengenalmu lebih dekat. Ikutlah pelayan itu, dia akan menunjukkan kamar untukmu," ucap David, tentu saja dengan senyumnya yang menawan.


Membuat Felly semakin merasa terbang ke awan.


"Aku sudah terpikat padamu, Dav. Malam ini, aku akan membuatmu menjadi milikku." Felly dengan segala rencana yang akan membuatnya menyesali itu semua.


Ketika David masuk ke dalam kamar. Paul telah berada di sana terlebih dahulu.


"Buka statusku, Paul."


[ Baik Tuan. Selamat, semua poin meningkat drastis! ]


Status: Pria usia 26 tahun.


Kekuatan: 35%


Kesehatan: 35%


Ketampanan :45%


Kepintaran : 45%


Pengaruh : 40%


"Waw! Padahal aku belum bersentuhan secara fisik dengan satu wanita pun, Pa'ul." David tersenyum puas dengan hasil hari ini.


[ Luar biasa. Semua karena perbuatan anda Out Of The Box, Tuan. Semua wanita itu terpesona dan memiliki perasaan mendalam pada anda. Luar biasa! Membuat empat wanita jatuh cinta sekaligus. ]


"Akhirnya, lu muji gua juga kan, Ul."


[ (⁠눈⁠‸⁠눈⁠) ]

__ADS_1


...Bersambung ...


__ADS_2