Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 35. Jangan Salahkan, Aku!


__ADS_3

Agnes-lah wanita yang selama ini membuatnya menolak para kandidat itu. Gadis inilah alasan dia menahan diri. Alasan pintu hatinya tertutup rapat meskipun para wanita itu ada beberapa yang menarik di matanya.


Namun, kenapa setelah kedatangannya serta ungkapan jujur darinya. David seakan kecewa. Bukan ini yang ia inginkan.


"Tentu aku sadar. Bahkan aku dapat sadar saat ini. Aku ingin menjadi milikmu. Aku ingin hanya kau yang memilikiku," bisik Agnes lirih. Ia yang sengaja berjinjit agar dapat sampai ke belakang tengkuk David.


David langsung meremang. Akal sehatnya seketika hilang. Ketika embusan napas hangat berbau stroberi itu meniup belakang telinganya. Persetan jika memang gadis ini berniat hendak menggodanya karena misi tertentu. Ia tak peduli lagi.


David pun menarik tangan Agnes dan ia membalik tubuhnya cepat. Lalu, membawa raga indah yang terbalut gaun malam terbuka itu merapat pada tubuhnya. Entah kesurupan setan apa. Agnes kini terlihat dengan cekatan membuka kancing kemejanya satu persatu.


Melihat wajah di hadapannya yang begitu menggoda, karena tatapan Agnes tak seperti biasanya. Gadis itu benar-benar telah menyerahkan diri padanya.


"Dav ..."


Keduanya bertemu pandang, dan selanjutnya bibir mereka bertemu. Hingga, tak lama kemudian David menurunkan ciumannya pada ceruk leher Agnes. Memberi sesapan lembut di sana. Namun, mampu mencetak tanda kepemilikan yang indah.


"Emh!" Agnes mengalungkan lengannya. Sebuah pekikan kecil terdengar kala David berhasil menurunkan tali gaun pada bahunya menggunakan gigi.

__ADS_1


David kembali mendongak dan kali ini tatapan keduanya kembali bertemu. "Jangan salahkah aku. Kau yang memulai semua ini. Aku akan mengabulkan keinginanmu," ucap David serak. Pertanda hasrat telah menguasai hati dan juga akal sehatnya. Namun, ia masih memberi peringatan pada Agnes sekali lagi. Berharap gadis itu menghentikan aksinya. Atau semua tidak akan bisa kembali seperti awal.


"Aku berdoa jutaan kali agar kembali di pertemukan lagi denganmu. Jika harapanku terkabul, maka aku akan menjadi milikmu selamanya. Hati, dan jiwaku ... hanya untukmu," ucap Agnes seperti bukan dirinya yang sesungguhnya. Agnes yang David tau sangat dingin dan ketus. Namun David tak perduli. Ia tidak akan menyesal jika malam ini mereka melakukannya.


David membawa Agnes merapat ke dinding. Menekan raga mereka hingga tak ada jarak. Merapatkan kedua telapak tangan Agnes dan membawanya keatas kepala. Kemudian kembali memajukan wajahnya, demi merampas manisnya madu dari bibir yang merona merah. Seakan candu, David tak berhenti sampai gadis di hadapannya ini kekurangan oksigen.


"Kenapa kau selalu lupa untuk bernapas?"


'Kau yang terlalu buas, Dav. Bukannya aku lupa. Aku tau kau juga menginginkanku. Aku tidak akan menyerahkan milikku ini pada pria manapun. Aku ingin kau yang mengambilnya. Entah jadi atau tidak benih itu . Aku hanya ingin. kau yang memiliki mahkotaku.'


Sesapan, gigitan manja dan belitan, semakin memancing gelora dari dalam diri keduanya. Dengan cepat David melepas apa yang ada pada tubuh Agnes. Hingga, kini ia dapat melihat apa yang tersembunyi darinya.


Agnes tak tinggal diam. Bagaikan pemain profesional yang sudah berpengalaman. Ia tau harus melakukan apa. Maka ia pun melakukan apa yang telah David lakukan padanya. Ia pun dengan cekatan membuat David polos sepertinya.


Hingga, warna di wajahnya sudah bukan lagi merah merona. Melainkan ungu atau mungkin magenta.


Agnes masih memalingkan wajahnya sampai, tiba-tiba ia merasakan bahwa dirinya melayang tak menginjak lantai. "Akh!"

__ADS_1


Agnes merasa kaget dan ngeri. Maka ia pun mengalungkan dengan erat kedua lengannya pada leher David. Melihat wajah cantik sang gadis begitu dekat. Dengan gairah yang sudah sampai pada ujung. David kembali merampas bibir Agnes dan terus menyesapnya hingga mereka sampai di pinggir tempat tidur.


David merebahkan tubuh tanpa sehelai benang ini perlahan. Tanpa melepaskan tautan dari bibir keduanya. Justru permainan mereka semakin panas. Hingga tanpa sadar, kini David telah berada di atas tubuh seorang wanita. Hal yang selama ini ia tahan. Untuk melakukannya dengan. wanita lain.


"Kedua mata Agnes membola ketika ia merasa ada yang menegang dan benda tumpul itu terasa menusuk perutnya.


Keras sekali! Bagaimana jika nanti benda itu--


"Apa kau ingin mundur? Sebelum kau menyesalinya." David yang memang peka, melepaskan ciuman mereka dan bertanya ketika ia merasakan keterkejutan dari Agnes barusan. Ia menatap dalam dengan tatapan satunya. Hingga ia melihat sebuah anggukan yang diiringi senyuman teramat manis.


'Manis sekali. Tolong jangan salahkan aku. Karena kau tidak akan bisa pergi lagi selamanya. Selamanya Agnes. Ingat itu!'


Sementara itu di depan pintu kamar.


Peter tak jadi membawa ahli stylist masuk. Ia memerintahkan pada mereka untuk kembali membawa pakaian itu semua. Sebab ia tau, jika tuan muda sedang tidak dapat diganggu. Maka ia memilih untuk melaporkan hal ini pada Regan.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2