
Untuk dapat mengetahui rencana dan sifat Felly yang sesungguhnya, maka David pun menerima gelas berisi minuman anggur mahal yang di berikan oleh wanita cantik di hadapannya. David yakin, dengan kekuatan yang ia miliki, obat yang kemungkinan besar telah dicampurkan kedalam minumannya akan dengan mudah ia netralisir kembali.
"Kau tidak perlu repot begini. Seharusnya kau istirahatkan tubuhmu saja. Bukankah sudah lelah selama seharian ini," ucap David berjalan perlahan ke depan.
Mendapat tatapan tak biasa dari David, Felly justru memundurkan tubuhnya. Ia belum siap sekarang ini. Karena Felly tau jika David Hanya berusaha mengintimidasi untuk membuatnya takut dan mengurungkan niatnya.
Hingga langkahnya berhenti tepat di depan sofa berbentuk bundar. Felly terjatuh duduk dengan gelas yang masih ia genggam di tangan kiri. Sementara tangan kanan ia gunakan untuk menopang tubuhnya. Kepalanya mendongak memandang pria kekar yang kini menjulang dihadapannya.
David sengaja membuka tali kimono tidurnya, hingga dadanya yang bidang serta perut kotak-kotaknya membuat air liur Felly menetes. David menunduk seakan hendak mencium Felly yang mendongak menatapnya tak berkedip. Iris blue ocean miliknya pun bertabrakan dengan bola mata milik Felly yang berwarna kecoklatan.
Wo wo wo ... apakah dia akan menciumku? Padahal dia belum menenggak minuman yang aku berikan. Apakah memang sejak awal tuan David menyukaiku?
Felly menjerit kesenangan dalam hatinya. Ia mengira jika rencananya akan berhasil bahkan tanpa obat penambah gairah. Terbukti, dengan melihat keindahan siluet tubuhnya saja, David sudah tertarik dan ingin mempersatukan raga mereka.
Ah, sepertinya Felly telah mabuk terlebih dulu. Sehingga isi dalam kepalanya memikirkan yang diluar kemampuannya. Ia tidak sadar siapa dirinya.
Fuhh ...!
David meniup wajah Felly sehingga kedua matanya yang melotot pun berkedip cepat. Tak lama ia mendudukkan tubuhnya di sofa depan. Dengan tetap membiarkan kimononya terbuka, David menyilangkan sebelah kakinya ke atas kaki yang lain. Tatapan matanya tetap intens menatap ke arah Felly.
'Gadis sepertimu ingin menjebakku? Bahkan melihat bentuk tubuhku saja kau sudah berpikiran kotor. Apa kau pantas menjadi penampung benih yang akan melahirkan penerus-penerusku yang hebat? Ck!'
'Oh, Daddy. Wanita seperti apa yang kau kirimkan. Kenapa dari kelima wanita belum ada satupun yang beres.'
David menyeringai, dengan terus menghunuskan tatapannya pada Felly.
"Jangan tegang begitu. Bukankah kau ingin mengajakku bersulang?" tanya David membuat Felly seketika tersadar dari pesonanya.
__ADS_1
Pikirannya telah berkelana kemana-mana tadi. Ia pun tersenyum semanis mungkin untuk mengaburkan kegugupannya. "Ah, aku terpesona. Sehingga aku melupakan alasanku datang kemari. Mati Tuan, kita bersulang demi hubungan kita selanjutnya. Demi kemakmuran klan Voster," ucap Felly dengan satu kerlingan mata menggoda.
Mungkin, jika bukan David Zerenk. Sudah luluh dan tenggelam dalam jebakan mematikannya ini. Ya, memang wanita itu kadang seperti ular berbisa. Dimana ia memiliki racun mematikan di setiap gigitannya. Mangsa yang sudah berada dalam genggamannya kemungkinan besar susah untuk melepaskan diri.
"Baiklah, mari bersulang!" David menaikkan gelas sebatas dagunya lalu mulai mendekatkan pada bibirnya yang merah. Semenjak menjadi sultan tak ada lagi bibir kehitaman. Bentuk fisiknya yang memang tidak jelas justru menjadi semakin bagus. Karena tubuh tempat itu bereinkarnasi ini adalah versi tubuh David yang memang terawat.
Kulitnya lebih bersinar dan glowing, tidak seperti kulitnya yang dulu kusam dan berminyak. Rambutnya yang berwarna silver semakin halus, tidak seperti dulu yang lengket dan lepek. Bola matanya yang sebiru laut semakin cerah bersinar. Memantulkan kilau yang begitu memikat. Apalagi bentuk tubuhnya yang atletis menggoda. Bahkan dirinya sendiri sempat tak percaya.
Tentu saja hal itu pun berefek pada ukuran senjata tumpulnya itu. Bahkan, David dibuat melongo ketika senjatanya itu sesekali bangun. Entah itu di pagi hari ataupun tengah malam.
Felly lebih dulu menenggak minuman dalam gelasnya hingga habis. Ia tersenyum lebar dan menunjukkannya pada David. Dengan sebuah seringai yang tak dapat di artikan oleh Felly, David pun ikut menenggak minumannya dengan sikap tenang.
Felly menahan dirinya untuk tidak bersorak gembira. Ia yakin jika malam ini akan mendapatkan David seutuhnya. Ia akan mencapai mimpinya menjadi salah satu wanita yang terpilih untuk menampung benih penerus dari klan yang hampir punah ini.
Dengan berani, Felly berdiri. Ia membuka cardigan tipis yang menutupi lingerinya. Memang, jika dibandingkan oleh Rebecca serta Veronica, tentu saja Felly lebih muda dan segar.
Padahal, tanpa sepengetahuannya, David saat ini tengah berkomunikasinya dengan Paul.
Aktifkan kekuatan yang ku punya.
[ Baik Tuan. ]
[ Diagram kekuatan : Kekuatan fisik, kekuatan, menahan pukulan, kekuatan menerima rasa sakit, kekuatan terhadap racun. ]
Aktifkan kekuatan menahan racun. Cepat!
David mulai merasakan efek dari minuman yang membuat dadanya merasa panas.
__ADS_1
[ Kekuatan menahan racun, aktifkan! ]
Seketika, setelah kekuatan yang David inginkan aktif. Pengaruh racun dalam tubuhnya tak lagi bereaksi. David kembali merasa biasa saja seperti semula. Padahal tadi kepalanya sudah sempat sakit. Namun, begitu David justru tiba-tiba limbung ke samping.
BRUK!
Raganya jatuh keatas sofa dalam keadaan miring. Felly langsung mengambil alih gelas yang berada dalam genggaman David, sebelum jatuh menggelinding dan pecah.
"Ya benar, ternyata efeknya memang pingsan dulu. Setelah itu kau tersadar, dan ketika kau membuka mata, maka wanita yang pertama kali kau lihat akan terlihat sangat menggairahkan bagimu. Kau takkan mampu menahan hasrat yang mendidih hingga hampir meledakkan otak," gumam Felly mendeskripsikan khasiat obat yang ia masukkan kedalam minuman untuk David.
Dalam keadaan mata yang terpejam, dan tanpa di sadari oleh Felly. David, menaikkan salah satu sudut bibirnya ke atas.
Jadi benar kau ingin bermain curang. Kau bahkan menjebakku karena menginginkan benih dariku. Sungguh wanita yang culas. Bahkan ia tak tau apa efek samping dari racun yang ia berikan barusan. Jika racun itu masuk kedalam tubuh orang yang mempunyai sistem imun tubuh lemah, maka itu akan seketika mempengaruhi juga kerja jantung dan otak. Sungguh berbahaya sekali.
David mengeratkan gigi gerahamnya. Nampak sedikit perasaan kesal terhadap Regan. Nanti, ia pasti akan melaporkan tindakan ini pada ayahnya itu.
Paul! Rekam setiap kejadian tadi dan juga sekarang.
[ Sudah saya lakukan Tuan.]
Bagus! Kau memang dapat diandalkan. Wanita Licik ini akan ku tendang ke antariksa!
[ Tidak perlu Tuan. Kau tinggal mencabut rencana penanaman saham di perusahaan ayahnya. Maka usaha mereka akan bangkrut. Karena, hutang mereka sangat banyak. Sekeluarga gila foya-foya. ]
Pantas saja! Padahal aku sedikit berharap padanya. Ternyata ekspektasiku ketinggian.
Felly mulai meraba tubuh David, hingga kedua mata pria ini mulai terlihat terbuka. Tatapan sayu David membuat Felly tersenyum lebar dan ia sontak mendekatkan wajahnya. Sedikit lagi, bibir sensual David masuk kedalam sesapannya. David pun ....
__ADS_1
...Bersambung...