
Sesampainya di lantai atas, David kembali di hadang oleh belasan orang pria bersenjata senapan dan pistol di tangan mereka. Namun, hal itu tidak menciptakan ketakutan sedikitpun bagi David. Ia justru menaikkan salah satu sudut bibirnya seraya menatap remeh.
"Minggir, lu semua! Gua mau ketemu bos kalian yang Cemen itu! David, dengan percaya diri berjalan sampai hendak melewati para pria bertato dan bersenjata tersebut.
"Heh! Kurang ajar!" Salah satu pemimpin dari pria bersenjata itu membentak David.
"Dasar orang goblokk! Cari mati lu!" Para pria bersenjata itu pun menodongkan senjata ada di dalam genggaman mereka serempak. Kemudian menarik kokangnya bersamaan.
David hanya menyeringai. Kemudian ia berkata pelan. "Aktifkan mode perisai kebal peluru." David yang telah memiliki kemampuan beladiri tinggi sama sekali tidak gentar ketika yang ia hadapi hanya belasan orang. Dalam beberapa detik kemudian, sinar biru metalik yang tak dapat dilihat oleh siapapun telah menyelimuti sekujur tubuh David.
"Tembak dia!" titah pemimpin pasukan penyerang itu.
Serentak belasan peluru melesat bersamaan ke arah David. Namun, pria itu hanya menyeringai tanpa khawatir sama sekali. Ia bahkan maju dengan santai menghadapi hujaman peluru ke arahnya. David, hanya merasa bagaikan di lempar batu kerikil, ketika timah panas tersebut mengenai bagian tubuhnya.
Melihat apa yang terjadi dengan pria di hadapannya, keempat penyerang ini merasa sangat kaget dan ketakutan. Lutut mereka saja sampai gemetaran.
"Makhluk apa dia! Bahkan peluru kita tidak melakukannya sedikitpun!" Salah satunya mulai panik. Apalagi mereka telah kehabisan amunisi.
__ADS_1
Sebelum para pria bertato ini sadar. David telah melakukan penyerangan dengan cepat. David memukul dan menendang, menggunakan teknik yang ia kuasai. Hingga, para pria yang masih melengkung kaget itu tidak memiliki keseimbangan yang utuh. Mereka semua terpental, terjengkang dan nyusruk. Dengan keadaan beberapa tulang yang sudah bengkok.
Hanya sesekali terdengar erangan serta rintihan yang lirih. Setelahnya, tak ada lagi suara maupun pergerakan dari mereka.
David pun kembali memindai dengan sensor hawa panas tubuh. Mencari keberadaan di mana sang musuh utama berada. Dirinya sudah sangat muak berkelahi.
Ingin segera kembali ke sisi Agnes istrinya. Karena itu lebih menyenangkan. Rasanya, ingin Ia ledakan saya tempat ini agar cepat selesai. Akan tetapi, David tidak mau memancing ke ingin tahuan orang lain. Jika tempat ini ia bumi hanguskan.
Musuh utamanya ini, memilih tempat tinggal yang dekat dengan perumahan dan pemukiman. Apa dia sengaja sebagai kamuflase dari usaha ilegalnya? Ah, nyatanya ... David masa bodoh dengan itu semua.
Pokoknya dia harus segera menghabisi pria yang bernama Brandon ini. Agar kehidupan kedepannya lebih tenang bersama istri tercinta. Karena dia hanya ingin fokus membuat anak yang banyak untuk meneruskan keturunan dari Voster yang terancam punah ini.
Brandon Volkes.
Terdengar suara pintu di buka dari sebuah ruangan. Nampak satu sosok pria paruh baya yang masih nampak gagah keluar dengan piyama tidurnya yang mewah. Nampaknya, ia baru bermain kuda-kudaan dengan para peliharaannya di dalam sana.
David terkekeh.
__ADS_1
Ternyata, pria yang David cari keluar sendiri. Hal itu tentu saja memudahkan urusannya. Seringai sinis nampak menghias wajah David yang kaku. Apalagi, raut wajah dari pria paruh baya yang masih kekar itu. Matanya nampak memerah kesal melihat mayat para anak buahnya yang bertebaran di depan matanya.
"Dasar anak buah bodoh kalian semua! Bisa bisanya kalian kalah dengan satu cucunguk ini!" kesal Brandon nampak sangat emosi. Ia bahkan ikut menendang mayat salah satu anak buahnya. Hingga terlempar ke dinding.
Pria paruh bawa dengan kimono itu menyugar rambutnya kemudian ... Brakk!!
Sebuah meja yang tak salah apapun terbelah dua karena akibat pukulan dari tangannya. Nampak, jika, Brandon tengah menunjukkan kemampuannya pada David.
Daun pintu yang tak punya salah apapun menjadi sasaran dari amukannya. Karena Brandon juga membuat pintu itu melayang terlepas dari engsel dengan sekali tendangan.
"Beraninya kau mempermainkan ku! Kau pikir siapa dirimu hah!" Untuk mengurangi malu, Brandon melempar kesalahan pada David. Sebenarnya ia juga sedikit gentar. Ternyata, berita yang ia dapat soal bagaimana keluarga Arnold dihabisi, memang benar adanya.
"Rupanya kau hendak menggali kuburan mu sendiri kesini, hahaha ....! Baiklah ... baiklah, kau akan ku habisi, lalu aku akan menjadi pengantin pengganti dari istrimu yang seksi itu. Eh, macam judul novel saja." Brandon, masih sempat berkelakar disusul dengan tawanya yang menggelegar.
" Sialan! Jangan mimpi lu! Dasar, kadal burik bau tanah! Pergi saja ke neraka!" teriak David di susul serangan demi serangan dari keduanya. Mereka bertarung dengan tangan kosong. Sungguh, David sangat ingin menghabisi pria ini dengan tangannya.
Maka terjadilah duel di dalam ruangan yang lumayan luas itu. Meski sudah berumur, ternyata tenaga Brandon masih sangat prima. Ketua dari klan Vinjoul itu memang pandai menjaga performa tubuhnya. Hingga bentukan otot itu masih bertengger dengan gagah di badannya.
__ADS_1
...Bersambung...