Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 39.Membelanjakan Agnes.


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu?" David bertanya seraya menghampiri Agnes. Namun, gadis tomboi yang sudah tak lagi gadis itu agar beringsut malu. Ia merasa sekitar canggung setelah apa yang mereka lakukan beberapa waktu lalu.


"Hei! Aku bertanya padamu," seru David yang tiba-tiba sudah berada di hadapan Agnes. Bahkan jarak wajah mereka sangat dekat. Karena David memajukan tubuhnya dan memiringkan wajahnya untuk melihat ekspresi Agnes.


"Kau ini! Jangan dekat-dekat!" usia Agnes raya mendorong bahu David menjauh.


"Aneh. Tadi kan kita berdua baru saja --" David tak dapat menerapkan kata-katanya karena telapak tangan Agnes telah membekap mulutnya. David pun membulatkan matanya serta menaik turunkan kedua alisnya.


"Tolong jangan dibahas lagi aku malu sekali kau tahu!" bibir Agnes mengerucut.


David pun terkekeh, ia tak melewatkan kesempatan yang ada di depan matanya.


"Emm!" Agnes hanya bisa membelalakkan matanya. Mendapat serangan mendadak dari David. Hingga penolakannya berujung dengan desah dan Deri napas yang kembali tak beraturan.


David membuka handuk kimono yang menutupi lekuk tubuh gadisnya ini. Namun, ia teringat jika Agnes baru saja siuman.


"Maaf." David menutup kembali apa yang ia buka barusan. Membuat gadis yang terhimpit ini menghela napas lega.


"Kenakan pakaianmu. Kita akan belanja!"


"Pakaian yang mana?" bingung Agnes. Sementara yang ia kenakan tadi sebagian telah sobek.


"Ah, aku lupa. Tadi aku memerintahkan pelayan agar membawakan beberapa dress untukmu." Tak lama berkata begitu, David menghubungi kepala pelayan. Bawa pakaiannya kedalam juga makanan." Setelah memberi perintah David segera menutup intercomnya.


Tak lama kemudian kepala pelayanan ketuk pintu. David membuka pintu menggunakan remote. Setelah itu kamarnya yang tinggi itu terbuka masuklah beberapa pelayan membawa, Sederat pakaian baru. Bahkan masih berjejer di stand hanger.


"Silakan Tuan muda. Ini beberapa model dress wanita." Kepala pelayan yang bernama Peter Itu menjelaskan. Ia bahkan sekalian membawa SPG dari butik.


Agnes tak dapat berkata-kata, ia hanya membulatkan kedua matanya kala melihat beberapa baris pakaian bagus yang bermerek. Agnes sampai gemetar ketika David memerintahkannya untuk memilih salah satu pakaian. Kemudian dengan sengaja Agnes mengintip pada bandrol harganya.

__ADS_1


Gila sih ini. Satu dress aja bisa beli motor matic yang lagi viral itu. Astaga! Apa aku sanggup mengenakan pakaian seperti ini?


Agnes nampak gemetar. Hal itu ternyata tak luput dari pandangan David. Ia menggenggam tangan Agnes yang sedang memegang sebuah dress cantik. "Ambil yang kau suka. Kalau kurang, kita pergi ke pusat perbelanjaan sekarang." David berkata seraya menatap hangat ke wajah gadis di depannya.


Agnes pun mengangguk, tapi sejurus kemudian dia menggeleng. Menurutnya ambil satu saja cukup. Tapi ternyata, David mengambil sampai satu lusin.


Apa-apaan dia! Seluruh harta total pakaian ini bisa mencapai satu harga mobil Toyota Yaris.


Agnes semakin membelalakkan matanya, setelah deretan gantungan pakaian ini keluar dari kamar, masuklah deretan sepatu dan juga tas.


Dasar David. Katanya mau ajak aku ke mall. Tapi, tokonya saja ia datangkan kerumah. Aku merasa tak enak. Apa tanggapan seisi mansion ini. Kau memperlakukan ku terlalu berlebihan, Dav.


Agnes terlihat menghela nafas, ketika tetapan matanya memindah barang-barang mewah yang bersyarat di hadapannya. Beberapa merk tas ternama ada semua. Mulai dari Guci, Luis piton, Kremes, Canel dan masih banyak lagi. Harga rata-rata tas ini membuat Agnes seketika sesak napas.


"Dav, ini seharga satu buah villa!" pekik Agnes seraya meletakkan tas itu pelan. Seakan benda itu terbuat dari kristal dan akan pecah jika ia terlalu kasar dan keras dalam menggenggamnya.


"Ambillah, aku ini anak sultan. Uangku banyak kau tau. Tenang saja, aku tak menggunakan uang milik orang tuaku. Bagiamana pun, aku memiliki perusahaan yang menghasilkan ratusan juta dolar dalam satu bulan. Jangan khawatir, Aku tidak akan jatuh miskin hanya dengan membelikan tas untukmu," terang David, dimana bagi Agnes ia terdengar begitu sombong tapi, kenapa sama sekali tidak menyebalkan. Berbeda sekali pada saat, Arthur yang mengucapkannya.


"Biarkan aku melihatnya, jangan ditutup." Ucapan David barusan membuat dirinya semakin malu. Ingin rasanya ia menjitak kepala David menggunakan ujung hak sepatu.


"Cantik! Ambillah beberapa model dan warna. Sesuaikan dengan dress mu barusan."


Sekali lagi Agnes hanya melongo. Ia tak bergeming. Membuat David memerintahkan pelayan untuk mencocokkan sepatu dengan dress yang telah dimiliki lebih dulu oleh Agnes.


Agnes memegang kepala yang berdenyut, menurut hitungannya barang yang diberikan oleh David padanya hari ini seharga satu buah Lamborghini.


Apa memang begini cara konglomerat berbelanja. Mereka sama sekali tidak melihat kedari harga. Hanya perlu menunjuk dan ambil barang yang mereka suka.


Agnes, bergantian memegangi dada dan juga kepalanya. Dia yang pusing padahal bukan yang mengeluarkan uang sebanyak itu. David hanya terkekeh lalu mengacak gemas rambutnya.

__ADS_1


"Kalian pergilah!" David mengusir para SPG butik keluar dari kamarnya. Namun, para pelayan itu ia perintahkan untuk mengatur semua barang belanjaan barusan di kamar Agnes. Ia menunjuk kamar yang berada di tak jauh dari area lantai atas dimana kamarnya berada.


"Bersiaplah, aku akan mengajakmu ke pusat perbelanjaan terbesar di kota ini." Agnes mengangguk saja. Ia tidak akan menolak apapun permintaan dari David. Bahkan dirinya telah ia serahkan sepenuhnya pada pria itu.


Jadi begini rasanya membelanjakan kekasihmu tercinta dengan sepuas hati. Tanpa memikirkan uangmu nanti cukup atau tidak. Berapa harga barang itu. Ah, baru kali ini aku merasa senang karena telah hidup kembali menjadi anak sultan.


David terus bergumam sambil senyum-senyum sendiri. Ia gadisnya keluar dari work in closed. Tak lama Agnes keluar dengan stylenya yang baru. "Cantik!" Satu kata itu meluncur begitu saja keluar dari bibir seksi David. Ia langsung menghampiri Agnes lalu memutari tubuh gadis itu.


"Ini semua sangat cocok di tubuhmu. Aku sangat menyukainya." Sebagai bentuk pujian David bermelabuhkan ciumannya di kening dan juga bibir Agnes.


Sedetik, dua detik.


Ciuman manis itu perlahan menjadi sebuah pagutan yang panas. Bahkan, David tak kuasa mengendalikan tangannya untuk tidak bergerilya.


Ia melakukan itu karena merasa bahwa Agnes adalah milikmu. Bukankah Gadis itu sendiri yang telah menyerahkan setelah mengikrarkan bahwa dirinya adalah milik David seutuhnya.


"Emh ... Dav!" Agnes mengeluarkan suaranya ketika David mengecup leher dan meninggalkan bekas.


"Kau ini. Kita kan mau keluar. Tapi kau membuat ku seperti macam habis di gigit kelelawar," cebik Agnes.


David tertawa lepas. Karena Agnes menyamakannya dengan hewan nocturnal itu.


_________


"Peter!" panggil Regan. Kebetulan ia melihat ketua pelayannya ini nampak sibuk naik turun ke kamar putranya.


"Iya, Tuan Besar." Peter menunduk ketika bertemu dengan pemilik mansion ini.


"Apa putraku akan keluar?" tanya Regan memastikan. Sebelum ia menghubungi kandidat selanjutnya.

__ADS_1


Ia senang dan bahagia, karena akhirnya sang putra berhasil juga menanam benihnya pada salah satu wanita yang ia sodorkan.


__ADS_2