
[ Avatar Dewa ke 19 aktifkan! ]
Seketika Boy memiliki kekuatan dan kemampuan dari Avatar yang ia pilih. Sekedar informasi, Boy memiliki inventaris 19 dewa sebagai Avatar. Berbagai macam dewa ada di sana.
Juga beberapa kendaraan mewah, seperti mobil Ferrari keluaran terbaru yang bisa membuka dan menutup pintunya sendiri. Lamborghini yang tak perlu ia kemudikan karena bisa jalan sendiri. Bahkan bisa berkomunikasi dengan penumpang.
Sebuah motor mirip milik Kamen rider. Dimana kendaraan itu memiliki tenaga turbo super cepat, dan mampu berjalan di semua medan. Terakhir, Boy menggunakannya berjalan di dinding.
Namun, kini dirinya lebih sering menggunakan kuasa teleportasi untuk menuju tempat yang ia inginkan. Kendaraan-kendaraan tersebut hanya untuk menunjukkan bahwa hidupnya normal, seperti konglomerat kebanyakan. Terutama, untuk menutupinya dari sang istri.
"Kekuatan mata dewa aktifkan!" seru Boy, mulai menerawang bagaimana keadaan sahabatnya itu. Ia hanya perlu memikirkan David Zerenk dalam kepalanya. Beberapa adegan kebersamaan mereka bermunculan. Demi memperkuat sinyal pencarian.
Zepp!
Kedua mata Boy, lantas terbuka lebar. Ia sepertinya telah berhasil menemukan jejak dari orang yang ia cari selama ini.
"Avatar ini benar-benar keren. Mata dewa gua dapat menembus bahkan hingga ke inti bumi." Boy berdecak kagum hingga ia beralih kembali mencari pria slengean yang selalu menghiburnya kala itu.
Boy memejamkan matanya lagi dan mulai fokus. Sesekali ia akan mengernyit sana meringis. Merespon dari apa yang ia lihat. Hingga, sepasang iris hitam pekatnya itu kembali membola.
"Zerenk! Gua nemuin lu, Bray!" Boy menyeringai penuh kemenangan. Ia tak menyangka ternyata dapat mengetahui keberadaan sahabatnya itu.
"Gua gak nyangka, ternyata lu masih idup, Renk." Tiba-tiba Boy menjadi sendu. Ia menunduk hingga tak terasa buliran itu perlahan jatuh setetes demi setetes.
[ Apakah dia memiliki sistem Tuan?]
"Lu benar, Tem. Makanya gila susah banget buat nembus informasi ini. Padahal Avatar dewa ini kuat banget. Kenapa ya?" heran Boy. Ia bahkan tidak dapat berkomunikasi melalui sistem yang di miliki oleh David.
[ Ternyata perkiraan saya benar. Itu karena sistem memberikan misi pada sahabat anda. Sehingga, sistem memblok kekuatan apapun dari luar yang sekiranya dapat mengacaukan misi. Sistem ingin agar sahabat anda menyelesaikan misinya sendiri. Mungkin, jika sudah selesai, anda baru dapat berkomunikasi. ]
Begitulah penjelasan yang di berikan oleh sistem.
"Oh, jadi gitu. Tapi tak apalah. Gua seneng liat dia masih idup. Sekarang juga kayaknya hidupnya bergelimang harta. Meskipun, gua raba banyak masalah yang mengelilingi dia." Boy terpekur sesaat. Mengingat kembali ketika dirinya mendapat sistem. Meksipun ia dapat melakukan apapun yang ia inginkan dan memiliki semua yang ia butuhkan. Di luar itu semua ada sebuah tugas yang tidak mudah yang harus ia selesaikan sesuai aturan dan urutan.
[ System selalu memilih orang-orang yang menderita dan memiliki niat mulia dihatinya. ]
"Ya, mungkin lu benar, Tem. Gua harap, Zerenk bisa menyelesaikan apapun tugasnya. Sampai akhirnya gua bisa ketemu sama dia. Gua udah anggap dia saudara, Tem. Kayak ada yang ilang dari hidup gua pas tau dia ... mati." Boy kembali menunduk membayangkan ketakutan dan kesedihannya beberapa waktu lalu.
__ADS_1
[ Tu–tuan. Apa anda tidak ingin memberi nama panggilan yang bagus untuk saya.]
Seketika, Boy mengangkat kepalanya dan tertawa.
"Gua bakal kasih ku nama. Kalo elu udah berani dan mau nunjukin batang idung lu!"
[ Saya mana punya hidung. Saya sistem Tuan. Apa anda lupa? ]
"Jangan alasan. Sistem juga pasti punya wujud kan. Meskipun elu itu bukan sebuah makhluk atau benda. Seenggaknya lu bisa kasih kayak visual biar gua gak kayak orang gila pas kita lagi ngobrol kayak gini." Boy berdecak. Entah ini ke berapa kalinya ia meminta agar sistem memperlihatkan wujud padanya.
[ Anda ingin melihat saya seperti apa? ]
Sepertinya sistem menantang.
"Siapa ya. Elu jadi robot juga gapapa, Tem. Atau manusia hologram deh yang lebih pas. Seenggaknya lu itu nampak, gak kayak mahluk halus." Boy lagi-lagi terkekeh.
[ Anda tertawa terus. Belum apa-apa saya sudah minder duluan. ]
Sistem nampaknya merajuk.
"Udah buruan, pokoknya jangan tampilan perempuan. Gua gak mau ada yang lain diantara gua dan Chie Bie."
Wah, sistem meledek kaum perempuan tuh.
"Iya sih, lu benar, Tem. Ya udah buruan. Pokonya elu kudu keren ya. Biar seimbang lah Ama gua gitu," ucap Boy dengan kepercayaan diri tingginya. Jika saja sistem ada mata, mungkin ia saat ini tengah memutar bola matanya malas.
Tanpa aba-aba, sebuah sinar biru metalik membuat silau dan sekeliling Boy terang benderang. Seperti biasa mereka kini berada di sebuah tempat yang jauh dari keramaian manusia lain. Sebuah tempat yang bernama Colosseum. Di Romawi.
Tak lama cahaya itu pun meredup. Menampilkan sesosok makhluk berbayang dengan rambut dan juga kostum aneh tapi keren berwarna serba biru metalik.
"Weehh, elu sistem?" tanya Boy heran sekaligus terkesima.
[ Bukan, tapi tukang siomay nyasar. ]
Boy kembali tergelak. Apalagi kini dirinya dapat melihat ekspresi dari sistem yang selama ini hanya dapat ia dengar suaranya.
"Ambekan banget sih jadi sistem. Tapi lu keren sumpah. Cuma warna lu kelewat terang. Bahaya nih buat mata." Mendapat respon dari Boy, sistem pun meredupkan cahayanya.
__ADS_1
"Kenapa rambut lu panjang gini, kayak pendekar. Tapi gua suka. Elu keren. Pendekar dalam bentuk animasi. Mantabb!"
[ Jangan muji terus. Kasih nama! ]
Sistem sungguh tak sabaran.
"Oke bentar. Gimana kalo gua ambil dari nama planet ya. Gimana kalo ... Kapten Uranus?" tanya Boy. Ia menelisik ekspresi dari sistem si hadapannya ini seperti setuju. Apa karena ada kata kapten di sana.
[ Jadi, mulai sekarang anda akan memanggil saya kapten?]
"Ah enggak juga. Gua singkat deh ya, jadi Kapur."
Ekspresi sistem : ರ╭╮ರ
[ Pasrah. Padahal sudah keren. Panggilan Kapur. Mau nangis. Tapi kan sistem. ]
__________
Arthur yang kena mental karena ucapan Nora. Seakan kehilangan mood. Ia membiarkan anak buah kepercayaannya itu mengantar Agnes ke kediaman keluarga Voster. Malam ini, Regan akan memperkenalkan kandidat ke-enam.
Meskipun, David sempat tak setuju karena dirinya masih kesal. Namun Regan membujuk jika kalo ini wanita berasal dari keluarga sederhana. Regan ingin membantu keluarga wanita itu dari jerat debt kolektor yang terus mengejar karena pinjaman online. Padahal mereka tidak merasa meminjam uang.
Lagipula, Regan telah memeriksa bahwa wanita itu adakah wanita baik-baik yang pasti akan sangat cocok untuk mengandung benih keturunan Voster.
[ Terima saja Tuan. Anda harus bergerak cepat. Anda harus kembali mengumpulkan poin kesembuhan. Lagi pula, anda tidak akan menyesal.]
"Apa maksudmu, Paul?" David yang sudah mulai terbiasa menggunakan bahasa elegan bertanya dengan raut bingung pada sistem.
Sementara itu, Regan telah mengirim orang untuk menghancurkan perusahaan keluarga Felly. Ia menunjukkan bukti bahwa Felly hendak berbuat curang dan hampir mencelakai putranya.
Ayah dari Felly tak dapat berbuat banyak. Karena letak kesalahan ada pada putrinya yang ceroboh. Ia juga malu karena niat liciknya telah terbongkar juga akibat kebodohan dari Felly.
"Maafkan Felly, Ayah."
"Kau sudah mempermalukan Ayahmu. Menghancurkan semua harapanku. Perusahaan milikku hancur, kekayaanku sirna. Kau--" Ayah Felly memegang dada dengan kedua mata yang melotot. Pria itu sesak napas dan tumbang.
"AYAH!"
__ADS_1
Setelah itu terdengar suara ambulance.
...Bersambung...