
Kenikmatan, kini telah berubah laksana siksaan bagi Messy. Entah, sampai kapan? Hidupnya harus terjerat di bawah kungkungan pria bengis, yang tak cukup puas dengan satu wanita. Sampai kapan ia harus bertahan demi rencana pembalasan dendamnya?
"Akh ...! Berhenti!" teriaknya, seraya berpegangan erat pada kepala sofa.
"Diamlah! Ini salah satu tugas mu!" Setelah melabuhkan tamparan keras pada wanita di hadapannya, Brandon kembali memacu nya dengan penuh hasrat. Meskipun ia memasuki, Messy bukan pada tempatnya. Sengaja, ia ingin menghukum asistennya ini.
Cukup, Tuan! Hentikan! Akh! Ini sakit!" teriakan kencang dari bibir wanita itu tak mampu menghentikan kegilaan pria yang sedang menguasai tubuh nya ini. Meski, ia telah berkali-kali mendorong, tubuh perkasa pria matang di atasnya ini tak bergeming.
Brandon, terus berpacu dan menghentak nya tanpa jeda. Meskipun, ia telah berulang kali berteriak. Pria kasar itu tidak peduli dan tetap menghajar intinya tanpa ampun. Hingga, bermacam posisi sudah di buat oleh pria bertenaga kuda itu. Brandon terus memaksa Messy menuruti napsu binatangnya.
Getaran dari benda pipih di atas meja, tak dapat menghentikan kegiatan nista di atas sofa berharga ratusan juta itu. Senang bukan?
Bermain di atas sofa mahal? Jangankan hanya ponsel yang bergetar, sekalipun tanah yang di pijak pun terserang gempa, takkan menghentikan mereka yang sedang terbuai rayuan setan.
Hingga, getaran yang mereka ciptakan lebih dahsyat dari gempa di negeri seberang pekan lalu.
Messy,, hanya bisa memejamkan matanya serta menggigit bibir. Air matanya berderai dengan deras, ketika dirinya merasakan sakit dan perih yang menjalar dari belakang tubuhnya. Bahkan sakit itu sampai hingga ke seluruh sendi dan tulang. Brandon, benar-benar ahli dalam menyiksa asistennya itu.
Brandon meninggalkan sang asisten yang pingsan. Karena telah berjam-jam, melayani siksaannya. Ia telah memerintahkan orang untuk mengirim pasukan rahasia. Mencari di mana sisa dari anak buah Arnott dan Arthur.
__________
Sementara itu, David terlihat berlari cepat dan melintasi dermaga. Kebetulan kapalnya baru berlayar besok. Mendapat misi tiba-tiba dari sistem membuatnya terpaksa meninggalkan Agnes yang tengah tertidur pulas.
Sistem menjanjikannya misi ini tidak akan memakan waktu lama. David pun meminta pada sistem untuk menaikkan kecepatan larinya seperti super Hero the Flash.
Karena ia ingin segera sampai di sebuah bangunan tua yang cukup jauh dari dermaga. Tempat tersebut menjadi tempat sisa para komplotan Arnott dan Arthur berkumpul. Misi ingin agar David menghabisi mereka tanpa sisa. Agar tidak menjadi batu sandungan di kemudian hari.
Benar saja mereka semua terlihat tengah menonton film biru yang di sorot dari sebuah layar proyektor ke sebuah dinding berwarna putih cerah.
__ADS_1
BRUAAKK!
"BAGUS SEKALI KALIAN!" pekik David penuh amarah. Kesal karena keberadaan mereka menganggu kenyamanannya yang sedang berbulan madu.
Sontak mereka yang tengah menonton acara yang tidak senonoh itu pun serentak menoleh kearah sumber suara. Beberapa wanita sewaan segera menghambur ke dalam. Sebab, aura David malam ini benar-benar menyeramkan. Kedua mata David mengkilat terbiaskan keremangan cahaya bangunan yang hanya di sinari lampu bohlam 15 Watt itu.
Kedua tangan David mengepal erat di kedua sisi tubuhnya. "Pa'ul. Aktifkan kekuatan yang bersumber dari ilmu beladiri tingkat sedang. Mereka jahat ceceunguk sampah!" titah David pada sistem.
[ Baik Tuan. Sistem kekuatan 80%, dengan kemampuan beladiri master taekwondo. Aktifkan! ]
David merasakan sebuah hantaman melalui kepalanya sesaat. "Anjirr! Udah sering aktif tapi masih sakit aja!" umpatnya kesal. Bawaannya memang emosi terus. Karena kesenangannya telah diganggu.
Tak lama kemudian sebuah cahaya biru menyelimuti kedua kepalan tangannya itu. Tanpa senjata apapun, David hanya akan menghabisi mereka dengan kedua tangannya yang kosong.
Kaus press body yang David kenakan mencetak dengan jelas bentuk tubuhnya. Celana berbahan kulit berwarna hitam yang juga ngepas membuat tampilannya benar-benar maskulin dan garang.
"Di–dia, bukannya cowok itu!" kaget salah satu anak buah Arnott yang mengenali. Pria itu beringsut mundur lantaran takut. Keringatnya bercucuran karena berpikir saat ini tengah melihat hantu.
"Si–siapa tau dia itu hantunya, Bang. A–atau, emang si David idup lagi," ucap anak buahnya yang mulai gemetaran. David terus melangkah mendekati mereka dengan perlahan. Sengaja, memberi efek dramatis.
"Goblok, jangan di piara! Lu kata ini cerita novel. Mana ada manusia mati bisa idup lagi. Udah gitu makin keren dan berani!"hardik ketua mereka sambil memukul kepala anak buahnya berkali-kali. Karena mereka belum tau jika bos mereka telah habis lebih dulu. Mereka sedang menunggu kabar untuk bergerak. Karena mereka memang pasukan berandal kecil yang tidak terlalu dinggap oleh Arnott. Tapi mereka tetaplah pasukan yang setia.
"Pa'ul. Lu kagak salah kan memberi gua perintah buat ngabisin mereka. Lemah begini!" David yang ragu karena mereka yang berada di hadapannya ini tak nampak macam penjahat keliber berat.
[ Habisi saja mereka Tuan. Sebelum dalang tertinggi merekrut mereka. ]
"Dalang tertinggi?" David mengerutkan keningnya bingung. " Lu kalo ngasih penjelasan yang komplit Napa Ul. Jangan setengah-setengah! gua bingung!" protes David. Karena ia belum mengerti maksud Paul tentang dalang tertinggi.
Apa musuh Daddy? Yang dimaksud oleh sistem? Karena musuhku telah habis. Atau musuhku itu berasal dari ... musuhnya Daddy Regan? Ahh ... kenapa orang kaya banyak banget musuhnya!
__ADS_1
David mendengus kasar. "Gua emang David! Dateng kesini buat ngabisin lu semua!" Teriak David lalu melesat cepat sambil melayangkan pukulan telak dengan menggunakan kedua tangannya. Bahkan, kakinya juga menendang membabi buta. Hingga sisa dari pasukan Arnott ini yang berjumlah sekitar dua belas orang, tersungkur ke atas lantai sambil mengerang.
Beberapa dari mereka memegangi kaki serta tangannya yang mengalami hancur pada tulangnya. Padahal David hanya memberi beberapa pukulan.
KRAAKK!
"Arrkkhh!" Erangan panjang melengking ketika David menginjak rusuk salah satu pria dan menendangnya hingga menabrak dinding.
David, mendatangi dengan cepat anak buah lain yang juga ikut menembakinya kala itu.
"Mau apa lu hah!" Pria itu justru mendelik dan meneriakinya. Sontak saja amarah itu semakin membakar hati yang terbakar dendam kesumat ini. Pria yang dulu tidak pernah membunuh kecoa sekalipun, kini dengan tanpa perasaan iba sama sekali, dengan cepat dan tenaga yang kuat memberi tendangan ke arah wajah pria yang menembakinya itu hingga hancur tak berbentuk.
KROAAKK!
Begitulah kira-kira bunyi wajah yang ditendang hingga sang empunya menggelinjang meregang nyawa.
"SIALAAN!"
"Gara-gara lu, gua di bakar dalam pergi kremasi. Gua bahkan masih inget gimana rasa panasnya!
Drap drap drap!
Langkah kaki yang teredam terdengar pelan memasuki bangunan tersebut. Pemimpin mereka memberi kode pada yang lain untuk merapatkan diri pada dinding.
Pria tersebut bicara lewat ear phone. " Tuan, ada yang datang menyerang markas rahasia pasukan sisa." Begitulah isi laporannya.
[ Langsung habisi dia! ]
Mendapat perintah seperti itu, pasukan tersebut langsung mengeluarkan senjata rahasia mereka. Sebuah busur elektrik dengan ujung panah beracun.
__ADS_1
...Bersambung...