
[ Tuan, musuh berkumpul di depan ruangan ini. ]
"Darimana sih asal mereka? Siapa lagi sebenarnya musuh pemilik tubuh yang lama?" cecar David. Bukan dia takut maupun merasa lemah. Ia hanya kesal sekaligus bingung. Kenapa orang kaya itu banyak sekali musuhnya. Bukankah, seharusnya mereka itu hidup tenang dan senang?
[ Menurut data yang saya temui barusan. Mereka ini adalah musuh dari Regan. Musuh pribadi yang sekaligus musuh perusahaan. Arnott maupun putranya yang bernama Arthur hanyalah pion kecil. Dalang sesungguhnya adalah orang yang ingin menghabisi keturunan dari Voster. ]
"Ck. Bangkee, emang! Kenapa lu baru tau sekarang sih?" umpat David terlihat kesal sekali. Terang saja, kebersamannya dengan Agnes terganggu lantaran masalah ini. Seharusnya, malam ini mereka berdua asyik mencetak anak.
[ Maaf Tuan. Saya juga baru mendapatkan datanya dari pusat. Kita bisa menyelesaikan masalah ini, selesai sebelum fajar tiba. ]
"Berapa jumlah mereka?"
[ Hanya sedikit, Tuan. Mungkin sekitar dua belas orang dengan senjata panah elektrik yang mengandung racun. Tapi, musuh anda sebenarnya ada di sebuah tempat yang cukup jauh dari sini. Kita, bisa menggunakan salah satu penjahat yang baru datang sebagai GPS. ]
"GPS? Maksudmu? Petunjuk dari tempat persembunyian mereka?"
[ Anda benar, Tuan. Berikan saya perintah untuk dapat meningkatkan kekuatan serta kemampuan anda. Karena musuh kali ini sangat hebat dan banyak anak buahnya. ]
"Gua ngerti, Ul. Sekarang aktifkan kemampuan bela diri level lima belas. Karena lu baru ngasih gua yang level sepuluh. Juga, segala kemampuan dalam menggunakan senjata apapun itu!" titah David pada sistem.
[ Baik, Tuan. Anda bersiaplah! ]
"Eh, tunggu! Ini sakit kagak?"
__ADS_1
[ Sedikit. Tidak akan membuat anda sampai Pingsan. ]
"Oke. Kuys lah! Gercep!" ujar David lagi.
[ Peningkatan kemampuan dan ilmu beladiri tingkat lima belas segera di transfer! 10 ........... 30 ...... 100% ]
Selama penyatuan, David mencengkeram kepalanya yang berdenyut dan ia terpental pada akhirnya.
"Kamvrett! Pa'ul! Kata lu kagak sakit! Kenapa gua melempar!" David mengomel sambil mengusap bokongnya yang nyeri karena berciuman dengan lantai keramik yang keras lagi dingin.
[ Saya bilang sakit sedikit Tuan. Terpenting anda tidak pingsan. ]
Sistem menjawab tanpa rasa bersalah sama sekali. Membuat David menggeram sendiri. Kesel, geram sekaligus gemas. Karena ia tak mampu melampiaskan setiap emosinya pada sistem.
[ Jangan marah muluk. Tuh musuh lagi menuju kesini. Saya harus mematikan sumber penerangan agar anda dapat menghabisi mereka dengan lebih mudah. ]
"Terserah!" ketus David. Tapi tak ayal dia pun bersiaga dengan menyiapkan kuda-kuda.
Depp!
Sistem benar-benar membuat seluruh area pada bangunan tersebut menjadi gelap gulita.
"Aktifkan penglihatan nocturnal!" titah David pada sistem. Sehingga, sistem memberikannya retina seperti mata hewan yang suka keluar di malam hari. Bahkan, David juga dapat mengetahui dimana letak musuh melalui sensor panas tubuh mereka.
__ADS_1
David menyeringai ketika melihat para musuh yang mulai kelabakan.
"Sial! Target sudah mengetahui kedatangan kita. Karena itulah ia mematikan sumber cahaya. Waspadalah. Target bukan orang sembarangan!" ucap sang pemimpin penyerangan tersebut pada anak buah melalui alat yang terpasang di telinganya.
"Tapi, pandangan kami sangat terbatas, Bos. Kami sudah melihat. Meskipun telah menggunakan kacamata khusus, infra red," ucap salah satu leader dari anak buahnya yang ia sebar keempat penjuru bangunan.
"Menghadapi satu musuh saja sesulit ini," decak pria yang merupakan pemimpin pasukan itu.
Mendapati satu pergerakan ia pun mengarahkan senjatanya kedepan. Racun yang setara dengan bisa ular detik ini mampu menghentikan Syaraf dalam waktu beberapa detik saja.
David menyeringai diantara mereka. Tak ada satupun kacamata khusus itu yang mampu melacak keberadaannya. Tapi tidak dengannya. Ia mampu melihat para musuh ini dengan jelas. David pun memiliki rencana untuk buat mereka saling menghabisi satu sama lain.
David, dengan gerakan larinya yang cepat dan tak terbaca. Mengitari para musuhnya sehingga mereka kebingungan.
"Dia disana!" Salah satu musuh menyorot sebuah gerakan yang di curigai sebagai target mereka sebab sinar laser.
Kemudian ....
"Rasakan ini!"
Srett srett srett!
Argghh!
__ADS_1
...Bersambung...