
David pun, memejamkan matanya membiarkan Felly menjalankan rencana awalnya. Meksipun hatinya tak rela ketika bibir basah wanita di depannya ini melahap habis seluruh wajahnya. Sebenarnya siapa yang tengah terpengaruh minuman perangsang itu? Kenapa di sini Felly yang terlihat begitu bernafsu padanya?
Beberapa pertanyaan seketika berkelebat memenuhi isi kepalanya. Felly terus membuka lingerinya tanpa melepaskan tautan bibirnya pada David. Seakan tenggelam dalam jebakan yang Felly buat David pasrah atas apa yang Felly lakukan. Ia diam dan sengaja mengikuti alur permainan yang dibuat oleh Felly yang licik.
Entah darimana, gadis berusia dua puluh tahun ini memiliki ide dan bakat menggoda seperti ini. Bukan menggoda lagi. Tapi, Felly berniat untuk memperkosa satu-satunya keturunan dari keluarga Voster.
Sungguh kejahatan yang tidak dapat di maafkan. Karenanya, David sengaja menyiapkan bukti secukupnya untuk menendang keluarga Felly Sunisen dari jagad raya pengusaha.
David, tetap seakan masih tak sadar atas apa yang di lakukan oleh Felly. Hingga wanita ini duduk diatas tubuhnya dan memaksa membuka seluruh kain yang melekat pada raga David.
Pada saat itulah, David merasa jika ia telah memiliki bukti yang cukup.
David sontak bangun dan mendorong keras wanita yang tengah duduk di atas pinggangnya ini.
Brughh!
"Akh!"
__ADS_1
Felly terjengkang ke bawah dengan posisi tak elegan. Hingga David melempar selimut untuk menutupi area pribadi yang tak seharusnya ia lihat itu. David segera menyebar piyama yang tadi Felly lepaskan secara paksa dari tubuhnya. Untung saja ia malah mengenakan penutup segitiga pada area pribadinya itu. Kalau tidak, Pasti sudah jadi santapan wanita ular kobra macam Felly.
"Ka–kau? Bagaimana bisa bangun dan berdiri tegak?" bingung Felly. Ia tergagap dengan sepasang bola mata yang terbelalak. Menatap raga David yang menjulang gagah berdiri di hadapannya. Bahkan, pria itu menatapnya nyalang penuh kebencian.
"Bukankah, tadi kau--"
"Kau pikir aku sudah mabuk? Iya?"
"Kau pikir, sudah menguasai ku, huh!" David mendengus kesal. Jika bukan wanita, mungkin sudah ia injak-injak batang lehernya.
"Bagaimana bisa? Harusnya kau berada dalam pengaruh minuman itu dan jatuh kedalam pelukanku. Tadi bukankah kau sudah--" Felly tak meneruskan ucapannya saat cekalan David melingkari lehernya yang putih.
[ Hentikan Tuan! Anda bisa membunuhnya! ]
Tiba-tiba Paul muncul dalam pikiran, David. Menyadarkan, David. Karena pria itu telah tenggelam dalam emosinya.
Mendengar peringatan dari Paul, David pun segera melepas cengkeramannya pada batang leher Felly. Gadis itu terjatuh lemas dan terbatuk-batuk.
__ADS_1
Kenakan lagi pakaiannmu dan segera keluar dari kamarku!" titah David dengan berteriak. Ia yang tak pernah sekalipun kasar terhadap wanita kini seakan telah habis kesabaran. Ia tak terima dibodohi seperti ini.
Harga dirinya merasa diinjak-injak.
Felly seakan telah merendahkannya.
Jika masih David yang lama mungkin ia akan diam saja. Tapi tidak saat ini. David takkan membiarkan siapapun merendahkan dirinya. Ia berbuat baik, dengan sikap lemah lembut karena memang itu sifatnya. Ternyata, perubahannya manjadi baik justru dimanfaatkan beberapa pihak demi mendapat keuntungan besar darinya.
Setelah berhasil menguasai dirinya, Felly kembali mengenakan lingerie dan menutupinya dengan cardigan. Setelahnya, ia mendekati David dan berlutut.
"Maafkan aku, Tuan David. Tolong jangan marah. Aku melakukan ini semua karena aku telah jatuh cinta padamu. Aku tidak ingin jika kau menolakku. Aku ingin mengandung anakmu," tutur Felly sambil terisak. Wanita itu kembali memainkan perannya yang lain.
"Jatuh cinta padaku, katamu?"
"Dih!"
"Kau benar-benar menganggap ku bodoh, ya!"
__ADS_1
...Bersambung ...