
David menoleh sekali lagi ke atas tempat tidur. Bagus saja ia telah menutupi Agnes. Mana tau jika Paul tiba-tiba muncul. Bagiamana pun, tubuh gadisnya tak boleh dilihat selain olehnya.
"Dasar Pa'ul sialan! Main nongol gitu aja. Sistem gak ada akhlak emang!" gerutu David yang masih kesal lantaran kemunculan sistem reinkarnasi mendadak kaya miliknya yang tiba-tiba.
[ Saya dengar Tuan. Apapun yang anda lakukan barusan saja juga tau.]
Sebuah suara muncul dengan nyaring di kepala David. Namun, bukan hal itu yang membuat pria berambut silver ini melongo kaget. Melainkan kalimat terakhir dari Paul.
"Heh!" David segera menyelesaikan acara mandinya dan langsung menutup raganya menggunakan piyama handuk.
"Heh, Pa'ul. Apa maksudnya hah! Kau bilang bisa tau apa pun yang aku lakukan, berarti --"
David yang sudah bisa merubah dialek bicaranya nampak kaget sekaligus bingung.
[ Iya Tuan. Apa anda baru menyadarinya? Makanya lain kali lakukan di dalam selimut. Agar saya tidak bisa melihat. Meskipun tanpa melihat saya sudah memindai data anda juga wanita itu. Jadi, bagaimana bentuk tubuh klien saya harus tau. ]
Tentu saja penjelasan dari sistem barusan membuat David hampir limbung. Meskipun Paul adalah sistem, tetap saja dia merasa malu yang teramat. Apalagi ketika tau bahwa David telah memindai tubuh Agnes. David seketika membola biji matanya.
"Apa maksudmu memindai? Apa itu artinya, kau yang lebih dulu melihat tubuhnya ketimbang aku?" cecar David penasaran. Dia masih belum paham benar apa yang Paul terangkan.
[ Tentu saja Tuan. Karena itu tugas saya untuk memperoleh informasi agar dapat lebih dahulu tau. Apakah orang yang dekat dengan anda ini dapat membawa bahaya atau tidak. Sekali lagi, itu adalah tugas saya sebagai pelindung anda. ]
Paul sang system sudah menjawab dengan cukup tegas. Namun, tetap saja itu tidak memuaskan bagi David. Ia tidak peduli jika yang dipindai oleh sistem adalah wanita-wanita yang lain tapi kali ini wanita itu adalah Agnes. Entah Kenapa ia merasakan kesal sekaligus geram di hatinya.
Apalagi ketika Paul mengatakan bahwa sejak awal dia sudah memindai dan tahu bagaimana bentuk tubuh Agnes. David merasa tidak terima.
"Walaupun begitu, kau tidak bisa sembarangan. Jika kau memang pelindungku. Kau pasti sudah tau jika wanita ini adalah gadis ku! Kau bahkan tidak memberi peringatan padaku. Atau kau--"
[ Anda sehat, Tuan? ]
"Kau tau kan kalau aku sehat tapi sebenarnya keadaan tubuhku belum pulih sempurna. Untuk apa bertanya!" David semakin sewot saja terhadap Paul. Jika sistem ini berbentuk manusia sudah pasti telah dia limpahkan bogem mentah berkali-kali.
[ Bukan tubuh anda secara fisik. Tapi pikiran dan mental anda. ]
"Kenapa kau bertanya begitu. Katanya kau sistem mental segalanya bahkan tentang diriku!" David terus saja menjawab tanpa memahami maksud dari Paul.
Mendapati targetnya tidak peka terhadap sindirannya, maka Paul berniat menjelaskan pada David. Sebelum pria polos ini salah paham padanya.
[Ingat Tuan, kalau saya adalah sistem. Saya tidak memiliki gairah maupun napsu. Saya hanyalah sebuah ilusi kekuatan yang berasal dari dimensi berbeda. Jadi, jangan pikirkan hal yang tidak patut anda pusingkan. Pikirkan, bagaimana kelanjutan hubungan kalian. ]
__ADS_1
Keterangan dari Paul barusan seketika membuka mata hati dari David. Ia merasa sangat bodoh karena sudah cemburu dengan sebuah sistem. Ingin rasanya ia mengubur kepalanya saja ke dalam tanah.
[ Percuma anda menyesal. Saya sudah menduga. Jika rasa cinta mampu membuat otak seketika menjadi bodoh. ]
"Ah, gak usah terlalu kencang juga bilang bodohnya. Kau membuatku semakin tidak punya harga diri," ketus David. Ia benar-benar malu.
[ Wanita itu, menjadi orang suruhan untuk kembali meracuni anda. Kali ini, racunnya lebih hebat. Lihat saja. Ada di dalam tas gadis itu.]
Setelah mendapat informasi dari Paul, David langsung memeriksa tas yang di kenakan oleh Agnes. Kebetulan gadis itu masih tertidur lelap. David membongkarnya dan ia menemukan sebuah botol kecil.
"Siapa yang menyuruhnya? Ada hubungan apa Agnes dengan pria itu?"
[ Semua takdir ini berkesinambungan. Anda juga harus tau, jika ada mencari anda beberapa waktu lalu. ]
"Paul. Tolong periksa statusku. Apakah di otakku ini tidak ada penambahan kepintaran!" titah David pada Paul.
Paul yang tanpa ekspresi itu menuruti perintah dari tuannya. Untung saja dia bukan manusia. Dia tidak memiliki perasaan. Sehingga dia tidak marah atau pun kesal pada David.
[ Baik laksanakan!
Status: Pria usia 26 tahun ( Sudah tidak perjaka )
Kekuatan: 50%
Ketampanan : 45%
Kepintaran : 40%
Pengaruh : 50%
Setiap perasaan yang ditimbulkan oleh gadis yang berada di sekitar anda maka akan memberikan poin yang akan langsung di tukar menjadi inventaris maupun uang.
Poin yang anda kumpulkan dari hubungan penuh perasaan beberapa saat yang lalu adalah : sepuluh juta poin.
Setiap seratus sembilan puluh sembilan poin dapat di tukar menjadi sepuluh koin.
Per-koin dapat di tukar dengan uang sebanyak seratus dollar.
Dengan jumlah uang yang anda miliki, maka sebuah villa dapat menjadi milik anda. Hanya tinggal menukarnya saja.
__ADS_1
Berikut pilihan hadiah inventaris dari penukaran koin. ]
Paul pun menampilkan gambar beberapa villa mungil di beberapa tempat. Juga beberapa kendaraan beroda empat yang mewah dan mengagumkan.
Seketika David merasakan denyutan di kepalanya. Bagaimana bisa, hadiah poin itu berubah menjadi sebuah villa mewah.
"Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal saja. Jika aku bisa mendapatkan lewat dan aku boleh memilih rumah maupun kendaraan. Kau sudah membuatku pusing dengan menghitung angka-angka itu." David terlihat menggerutu, meskipun ia sudah mengetahui jumlahnya. Memang, harga-harga villa maupun kendaraan itu kisaran ratusan ribu dollar.
[ Saya sedang mengetes otak anda Tuan. Apakah sudah berfungsi atau belum. Haha! ]
Paul, tertawa ala robot. Membuat David ingin melemparnya dengan granat.
"Menyebalkan!" David masuk kedalam walk on closed. Tak lama kemudian ia keluar dengan pakaian yang sudah rapi.
"Aku tidak perlu, Villa. Karena Agnes akan tinggal bersamaku. Tapi, aku akan menggunakan uang itu untuk membelikannya sebuah kalung berlian." David mengurai senyum di wajahnya.
"Kau lihat! Persentase kesehatanku bertambah banyak. Padahal, baru melakukannya sekali." David tertawa bangga. Ia akan dengan mudah menyelesaikan misi. Cukup Agnes sebagai wanitanya saja.
"Dua kali, Tuan. Apa anda lupa? Baru juga melakukan, bagaimana bisa anda melupakannya. Bahkan, sampai gadis itu tak berdaya. ]
Sangkalan dari sistem membuat David seketika ingat perbuatannya. Dimana akibatnya, Agnes tak mampu bangun.
"Dia ... baik-baik saja kan? Maksudku, aku tidak mungkin mencelakainya?" tanya David pada Paul. Andai saja manusia. Pasti saat ini dia tengah tergelak melihat ekspresi panik dari David.
[ Biarkan saya memindai gadis itu, Tuan. ]
Paul maju mendekat ke arah tempat tidur. David menelan ludahnya saat sistem memindai keadaan tubuh Agnes. Nampak di layar, sosok Agnes terpampang nyata tanpa busana. Seketika David ingat penyatuan mereka beberapa waktu tadi.
Tak lama kemudian, sistem yang bernama Paul, mengubah tampilan Agnes seperti transparan.
[ Dia kelelahan juga terlalu bahagia. Biarkan saja seperti itu selama beberapa jam lagi. Ia merasa jika saat ini berada di alam mimpi. Gadis yang penuh tekanan. Namun, keadaannya sehat dan biarkan dia begitu selama beberapa jam lagi. ]
"Baiklah. Mulai saat ini, aku akan selalu membuatnya bahagia," ucap David.
"Paul, bisa kan aku membatalkan kandidat wanita lainnya? Aku tidak mungkin menduakan, atau seterusnya. Aku tidak ingin menyakiti hatinya." David pria yang setia dan tulus ketika melakukan kebaikan. Tak dapat membayangkan jika ia akan meniduri wanita lain.
Mana mungkin, senjataku ini akan menghujam ke dalam gua yang lain. Aku ingin kau adalah satu-satunya pengendali yang memilikinya.
[ Bagaimana pun anda harus menyelesaikan misi ini. Anda bahkan belum tau bagaimana karakter wanita yang lain. ]
__ADS_1
"Siall."
...Bersambung....