Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 33. Aku Akan Membebaskanmu!


__ADS_3

David menaikkan ujung sudut bibirnya sebelah kiri. Ketika ia melihat dan merasakan betapa gugupnya gadis ini. Bahkan, ia hampir tak bisa menahan dirinya untuk tidak tergelak. Bagiamana bisa gadis yang dulu berani mencium bibirnya, kali ini seakan kaku bak patung es ketika dirinya yang menyambar lebih dulu bibir merona itu.


"Kenapa kaku sekali? Bukankan ini ciuman kedua kita?" tanya David yang tak menjauhkan wajahnya. Sengaja. Ia nampak senang kala melihat wajah gugup dan kikuk dari gadis yang dulu ia kenal tomboi dan songong ini. Kini, Agnes justru nampak bagai anak kucing yang manis di depan matanya. Ingin rasanya David memakannya habis saat ini juga.


"Ka–kau! Be–berani sekali!" pekik Agnes tapi terbata. Membuat David kehilangan kuasa untuk tetap bertahan tidak tertawa.


"Astaga! Kau bilang apa? Aku berani?" Selesai tertawa David kembali menangkup kedua pipi Agnes. Hingga wajah mereka sangat dekat. Bahkan bau napas beraroma stoberi dari Agnes begitu terasa menyapu hidungnya.


Agnes hanya bisa menelan ludahnya. Ia tak mampu berkutik. Pesona dari pria yang sempat membuatnya sebal itu menghipnotis dirinya. Agnes tak dapat menghindar atau memang ia tak mau menghindari ini. Kerinduannya seakan berbalas buah yang manis. Mungkin, jika ingin jujur ini adalah keinginannya. Keinginan dari keduanya.


Sosok pria dan wanita yang sebenarnya saling merindukan. Memikirkan disaat jauh terpisah. Meksipun, tak ada ucapan apapun tentang perasaan dari keduanya. Mereka menikmati pertemuan ini. Dimana rasanya bagaimana menemukan oase kala kau tersesat di gurun pasir yang tandus.

__ADS_1


David semakin gencar melakukan aksinya. Karena ia tak merasa mendapat penolakan sedikitpun dari gadis yang saat ini tengah ia resapi madu manisnya. Hingga rasanya David tak ingin waktu berjalan maju.


David menekan tengkuk Agnes agar ia dapat semakin memperdalam ciumannya. Mengekplorasi apapun yang tersedia di hadapannya saat ini. Ia akan memanfaatkan momen yang menyegarkan dahaganya. Ia seakan tak mau berhenti. Hingga, Agnes kehabisan napas, baru David melepaskannya.


"Apa kau ingin membunuhku!" Agnes akhirnya kesal juga. Meskipun tak bohong jika ia pun sangat menikmati momen barusan. Karena ini adalah hal termanis yang enak ya lakukan terhadap laki-laki. Hanya David satu-satunya pria yang mampu melakukan ini padanya. David satu-satunya pria yang tidak dapat dia tolak setiap sentuhannya. David satu-satunya pria yang mampu membuatnya kesal marah benci rindu menjadi satu. Pria yang membuatnya selalu penasaran, membuatnya tenggelam dalam penyesalan yang begitu dalam.


Mungkin saat ini jika David ingin meminta nyawanya sekalipun akan dia berikan untuk menebus kesalahannya di masa lalu. Hingga Agnes teringat akan permintaan dari Regan.


Tentu saja hal yang diucapkan oleh Agnes barusan membuat David memundurkan wajah serta tubuhnya serentak. Ia menurut sifatnya cantik di hadapannya ini.


"Apa kau tahu apa yang sedang kau ucapkan saat ini? Apa kau yakin ingin melakukannya?" cecar David. Namun Agnes mengangguk dengan cepat dan dalam tanpa menjawab satu patah katapun..

__ADS_1


"Pikirkan lagi. Aku tidak ingin kau mengambil keputusan dengan terburu-buru dan juga terpaksa. Aku tidak ingin kamu merasa tertekan atau merasa bertanggung jawab padaku atas apa yang terjadi di masa lalu. Ingatlah, semua itu bukan kesalahanmu. Aku melakukan apa yang ingin aku lakukan. Dan apa yang terjadi padaku adalah resikonya. Aku sama saya tidak menyesal karena itu. Sehingga, kau sama sekali tidak berhutang Budi padaku saat ini." David berucap dengan tegas dan lugas.


Bahkan ia telah berdiri dari duduknya.


Agnes ikut berdiri dan meraih tangannya.


"Tapi itu memang karena aku. Jika saja pada saat itu aku tidak melibatkan mu. Mungkin kau masih--"


"Pergilah, jika kau memang menerima ku karena merasa berhutang budi. Aku akan membebaskanmu!"


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2