Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 22. Apa Wanita Bisa Dipercaya?


__ADS_3

[ Jangan besar kepala dulu, Tuan. Anda harus segera mencapai pemulihan setidaknya sebanyak lima puluh persen. Sebab, musuh anda bisa saja sewaktu-waktu datang dan muncul dihadapan anda lagi. ]


"Elu selalu ngomongin masalah ini. Apa lu bisa memprediksi kapan si Arthur tauco ini muncul?" tanya David serius. Ia kembali menggunakan bahasa kesehariannya jika hanya berdua dengan sistem.


[ Tauco? Apa itu? Setau saya namanya-- ]


"Itu hanya panggilan kesayangan dariku, sebagai sahabat lama. Bukankah, pemilik tubuh yang lama itu sebelumnya bersahabat dengan si tauco?" ucap David disertai kekehan.


[ Ya, seperti informasi yang telah saya sampaikan. Mereka berdua selalu memperebutkan kekuasaan dan ingin menjadi yang terkuat. Sejak masa kuliah sudah begitu. Apalagi, David Voster adalah sang Casanova yang selalu berada di atas pamor dari Arthur. Pria yang tak pernah mau tersaingi oleh David. ]


"Gua butuh waktu, Ul. Bantu gua mencari jejak dari Agnes sekali lagi. Setelah benar-benar memastikan jika dia tak lagi dapat gua miliki, baru gua akan ambil langkah selanjutnya. Gua udah milih si Felly. Tinggal gimana nanti menumbuhkan perasaan gua ke dia. Karena gua gak bisa main bercinta gitu aja sama perempuan. Gua kan bukan kambing!" sarkas David, seraya menatap tajam ke arah Paul.


[ Bukankah, anda akan menikahi para kandidat yang terpilih. Max empat istri, itu sudah cukup untuk membuat pasukan Voster kecil. ]


"Kau pikir semua semudah itu? Haihh, kau ini kan sistem mana punya perasaan." David merajuk dan ia pun keluar balkon untuk menyalakan sebatang rokok. Mumpung uangnya tak berseri. Maka David mencoba harga rokok termahal yang pada saat dulu hanya bisa ia pandangi melalui etalase toko.


[ Saya sudah melacaknya Tuan. Anda bersiaplah untuk permainan dari takdir. ]


David menyeringai menanggapi perkataan yang bernada peringatan dari Paul. "Kau pikir selama ini aku lari lah? Kau pikir takdir saat ini bukan permainan untukku?" David menghembuskan napasnya hingga asap putih itu membumbung tinggi. Ternyata harga yang mahal tidak menjamin kenikmatan itu sendiri.


David menoleh ke arah dimana Paul juga menatapnya datar tanpa ekspresi. Ia menatap sinis ke arah sistem. Ingin rasanya ia mencekik Paul saat ini. Sayangnya ia tak dapat melakukan hal itu kepada benda yang hanya hologram atau bayangan semu.

__ADS_1


Daripada menanggapi perkataan Paul yang ambigu, David lebih memilih meninggalkannya di balkon. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi. Itu selalu David lakukan setiap kali ia selesai merokok.


Tanpa ia ketahui di depan ruangannya, dimana David lupa mengunci pintu kamar. Sebab, biasanya memang seperti itu. Toh di mansion ini hanya ada dirinya dan kedua orang tuanya yang bucin parah.


Felly nampak mengenakan lingerie tipis yang ia tutupi dengan Piyama tidur berbentuk kimono. Senyumnya tercetak sebagai sebuah tanda untuk memulai aksinya. "Aku pastikan jika malam ini aku akan mendapatkanmu, Dav. Aku akan membuat para wanita lain iri akan nasibku yang bagus dan mujur ini." Felly bergumam kecil dengan diiringi tawa.


Gadis cantik ini mengulurkan tangannya untuk membuka pintu. Mendapati ada seseorang yang akan masuk. Seketika Paul menghilang entah kemana. Ia mungkin seakan pergi, Padahal sistem tak kemana-mana. Ia selalu berada dekat dengan Tuannya.


Kedua bola mata Felly berputar mengelilingi pandangan seisi kamar. Meskipun ia berasal dari kalangan yang berada juga, tapi kekayaan orang tuanya masih jauh di bawah keluarga Voster. Karena itulah, sang ayah mengirimnya Unyuk menjadi salah satu hareem bagi David , agar Regan mau membantu sang ayah untuk menyelamatkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.


Felly duduk menyilang kakinya di atas kasur, ia telah menyiapkan dua minuman untuk David dan dirinya. Namun, sebelum itu Felly terlihat memasukkan sesuatu ke dalam gelas yang akan ia berikan pada pria di dalam toilet ini.


"Ternyata David mengajak Felly menginap dan mengundang wanita itu kedalam kamarnya. Aneh. Kenapa anak itu tidak memberitahu aku sebelumnya." Regan bergumam sambil mengintip di balik dinding. Kebetulan ia hanya ingin melihat keadaan sang putra dan ingin mengajak berbincang pasal pertemuan tadi.


"Apa kau sudah tidur?" Regan masuk dan melihat sang istri berbalut selimut. Posisinya masih seperti saat ia tinggalkan tadi.


"Sayang," Regan memanggil lembut sambil membalikkan tubuh Sovia. Pada saat itu selimut yang menutupinya turun. Hingga menampilkan bagian atas Sovia yang terbuka.


"Haih, sayang. Membayangkan anakmu akan menanam benihnya malam ini. Membuatku ingin melakukannya lagi. Bangunlah," ucap Regan seraya menciumi pipi dan bibir Sovia agar istrinya itu bangun. Namun, Sovia tetap tak bergeming. Hingga, akhirnya Regan beralih pada bagian yang terbuka itu dan menggigitnya gemas.


Sovia akhirnya memekik kecil dengan mata yang tetap terpejam. Hingga Regan menyesapnya dengan cukup kuat. Barulah, lirih suara merdu dari mulut Sovia akhirnya kembali mengalun indah. Regan, menarik keseluruhan selimut dan menikmati kembali semua yang terpampang nyata dan selalu mampu menggodanya.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa beralih pada yang lain. Jika denganmu saja aku bisa mencapai kepuasan serta kebahagiaan ini setiap hari."Bisik Regan sebelum ia memulai penyatuan panasnya kembali dengan Sovia. Meskipun keduanya bukanlah pasangan muda, tapi kalau soal gairah mereka masih bisa saling memberikan kenikmatan.


Regan selalu mempu membawa Sovia melayang. Keduanya selalu menjaga perasaan cinta mereka agar senantiasa subur meskipun di usia senja.


Kita tinggalkan pasangan tua-tua keladi ini.


David, nampak terlonjak kaget kala ia membuka pintu kamar mandi justru mendapati seorang gadis cantik duduk menyilang kaki jenjangnya di atas sofa. Paha serta betisnya yang mulus nampak menggoda jiwa kelelakian David. Bagiamana pun dirinya normal. Ia selalu berharap dan bergairah kala di hadapkan oleh wanita cantik. Akan tetapi, selama ini ia berusaha mati-matian menjaga kesuciannya sebagai pria baik-baik.


David paham, ada rencana Felly di balik kemunculannya.


"Kenapa kau masuk kedalam kamarku begitu saja. Apa kau tau jika seorang David Voster tak suka jika kamarnya dimasuki oleh orang sembarangan." David berkata dengan datar tanpa ekspresi.


Ia tetap bergeming. Berdiri di depan pintu kamar mandi tanpa berniat maju menghampiri. Felly terkekeh kecil, begitu memikat. Kemudian menoleh pelan seraya menyibakkan rambutnya kesamping kanan. Nampak lah leher jenjangnya yang putih dan mulus itu.


GLEK


David mulai tak mampu menguasai dirinya. Apalagi terngiang-ngiang ucapan Paul yang menekannya untuk menaikan poin kesembuhan. Begitu juga sang ayah, yang sedang menginginkan agar dirinya memilih calon istri secepatnya. Setidaknya satu wanita dulu pun tak apa. Karena tahun depan, Regan Corporation membutuhkan pewaris berikutnya untuk menjaga nama besarnya di kancah industri para pengusaha.


Felly menghampirinya dengan dua gelas minuman berwarna ungu.


"Aku hanya ingin mengucapkan terimakasih padamu, dengan bersulang." Felly menyodorkan salah satu gelas dengan senyuman terbaiknya.

__ADS_1


'Cih! Apa wanita ini bisa kupercaya?'


...Bersambung ...


__ADS_2