
"Masihkah, Tuan meragukan kesetiaan ku? Bahkan, aku rela meninggalkan suami ku." Wanita itu semakin berani. Bahkan, kini ia maju dan memeluk pinggang, Brandon dengan beraninya.
Brandon pun menghembuskan napasnya kasar, ketika wanita bernama Messy itu bermain-main dengan bulu dadanya. "Seorang penghianat, akan tetap menjadi penghianat! Kau, bisa mengkhianati sahabatku. Bukan berarti, itu tak bisa kau lakukan terhadapku!" Brandon berteriak lalu mencengkeram rahang lancip milik wanita yang hampir meloloskan piyama dari tubuhnya.
Messy tak bergeming. Seakan tak ada rasa takut terhadap serigala di hadapannya ini. "Anda salah, Tuan!" tegas wanita itu berani, bahkan ia menyingkirkan tangan besar yang menyakiti wajah cantiknya. "Seandainya, anda memerintahkan aku membunuh David saat itu dengan tanganku sendiri. Pasti akan ku lakukan. Bukan salahku karena kau masih menyukainya istri dari Regan itu. Kau tak tega melihatnya hampir gila. Kaulah yang lemah, Tuan ku," lirihnya di telinga, Brandon kemudian mengisapnya.
Tubuh sekaligus hati pria paruh baya ini langsung memanas. Namun, dia berusaha tidak terpancing. Brandon pun mendorong tubuh Messy, hingga menabrak tepi meja.
"Berani nya kau!" Brandon kini mengalungkan ibu jari dan telunjuknya di leher Messy. Membuat napas pada wanita itu tercekat tiba-tiba. Wanita bertubuh sintal itu, yang bagian tubuh atasnya hanya tinggal penutup gunungnya saja. Berusaha menahan cekalan pada lehernya, dengan menahan tangan besar itu menggunakan tangan kecilnya.
'Leherku bisa patah! Pria tua sialan!' Messy harus bertahan jangan sampai Brandon menghabisinya. Ia harus mencari cara agar selamat.
Tatapan tajam menghunus dari kedua mata Brandon seakan menembus langsung ke dalam jantung. Namun, tak ada sedikit pun rasa takut tersirat dari raut wanita yang hampir polos tak berbusana.
Napasnya telah naik turun, ia tak dapat menahan emosinya, ketika rahasia nya di ungkap oleh orang lain. "Jalaang sampah! Akan ku robek mulut lancangmu! Aku benci wanita yang kurang ajar dengan mengulik perasaanku. Kau akan menikmati hukuman dariku!" teriak Brandon memberi ancaman.
__ADS_1
Pria kejam itu pun lantas menurunkan tangannya yang mencekal erat leher yang jenjang dan putih mulus itu. Namun, tangannya berhenti di dua gundukan yang terpampang menantang.
Brandon menikmatinya kasar. Membuat Messy yang baru saja menyuplai oksigen ke dalam paru-parunya, terkesiap.
'Tua bangka sialan! Ia akan melakukannya di tempat terbuka. Lihat saja, akan ku keruk habis harta mu! Lalu, akan ku habisi kau dengan racun ku!' batin Messy dengan segala umpatannya untuk Brandon. Sebenarnya, ia pun telah jengah dengan pria yang arogan dan buas ini. Namun, Messy bertahan demi dendam keluarganya.
Wanita itu berakting, seakan tak terjadi apapun barusan. Ia memasang wajah menggodanya lagi. Ia pendam dalam hati, kebencian akan pria bengis yang sering menyiksanya namun, juga menikmatinya ini.
Brandon menarik lengan wanita pemuas hasratnya itu, menuju kedalam Villa besar nan mewah miliknya. Lalu, melempar wanitanya ke atas sofa bed besar di pojok ruang santai. Mereka berdua bertaut dalam gelora panas, Brandon bermain kasar hingga Messy berteriak dan meraung berkali-kali.
Keluarganya pernah bangkrut karena kekejaman dari perusahaan milik Brandon. Bahkan kedua orang tuanya bunuh diri.
Kini, Brandon telah melepas hasrat nya dengan buas dan membabi buta. Mereka berdua telah melakukan perbuatan dosa besar. Penyatuan tanpa cinta dan tanpa status, karena mereka hanyalah penganut istilah simbiosis mutualisme.
Di kapal pesiar.
__ADS_1
Tepatnya di kamar pengantin yang telah berantakkan bagaikan kapal pecah terantuk karam. David dan Agnes tertidur sambil berpelukan.
Tiba-tiba, suara sistem berdenging di kepala David.
"Shitt! Pa'ul!" David yang kaget pun jatuh terguling.
"Haiih, untung saja Agnes tidak terbangun karena teriakanku. Sistem sialan!" omel David.
Ia pun menengok layar dengan panel dan gambar hologram dari penampakan Pa'ul. Jika saja dia manusia maka sudah banyak dipukuli oleh David pada saat ini. David berjalan keluar kamar menuju dek kapal. Ia berbalik ketika tau sistem ada di belakangnya.
[ Jangan marah, Tuan. Saya menemukan informasi baru mengenai misi. ]
"Misi apa lagi!" David menahan geram dengan mengeratkan rahangnya.
...Bersambung...
__ADS_1