Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya

Sistem Reinkarnasi Mendadak Kaya
Bab. 54. Menghabisi Penjahat Sendirian.


__ADS_3

Beberapa musuh terlihat menggelepar. Setelah, ujung dari mata panah menembus dada serta kepala mereka. Sepersekian detik kemudian, tak ada pergerakan lagi dari mereka yang terkapar. David bahkan berjalan dengan menginjak tubuh- tubuh mereka.


Didalam kegelapan, terlihat siluet dari seringai panjang bak joker. David dengan lensa khusus yang mampu melihat meski dalam kegelapan itu, nyatanya dapat membuat musuhnya saling serang.


Ia mengacaukan sensor reflek serta mewaspadai mereka semua. Empat musuh telah tumbang berkat senjata makan tuan. David, kini tengah menandai empat orang lagi.


Ekor matanya mengarah pada suatu tempat. Beberapa gerakan tertangkap dengan posisi musuh yang bergerak perlahan. Mereka pikir David tidak tau, bahkan mereka terlihat memakai topeng, tak lama kemudian sang pemimpin regu melempar sesuatu.


David yang sudah membaca pergerakan mereka pun, dengan cepat mengenakan perisai tak kasat mata pada wajahnya. Cahaya biru secara transparan melindungi keseluruhan wajah David seperti layaknya memakai sebuah helm astronot. Dengan gerakan cepat, David bergerak mengitari musuh-musuhnya.


Dia yang di dalam kegelapan namun tetap tahu di mana posisi mereka, maka dengan mudah melepas topeng-topeng tersebut.


Pada saat yang sama, Bunda bulat yang menggelinding itu terbuka otomatis dan mengeluarkan asap putih setelahnya.


"Hay! Siapa yang buka topeng kita! Rmmptt!" Pasukan-pasukan tersebut menutupi wajah mereka menggunakan kedua tangan. Lalu seketika berjongkok mencari kemana topeng mereka dilempar. Alan tetapi hasilnya pun nihil.


Rmmptt!

__ADS_1


Keempat pasukan itu bukan lagi menutup hidung dan mereka akan tetapi menekan leher mereka sendiri. Karena asap yang telah masuk ke dalam rongga hidung mereka seakan mencekik dada dan kerongkongan.


Tak ada teriakan maupun jeritan, serta erangan dari rasa sakit. Karena asap beracun itu telah memenuhi paru-paru, maka mereka pun tak kuasa mengeluarkan suara, bahkan kalimat satu patah katapun. Jika saja ruangan itu terang benderang, mungkin saat ini bisa terlihat bagaimana bola mata mereka semua terlihat membesar.


Kemudian, secara perlahan wajah mereka pun biru. Tak lama kemudian, David memastikan bahwa tidak ada lagi pergerakan dari para musuhnya ini.


David pun membuka tameng pelindung yang melingkar bagaikan helm di wajahnya. Kemudian, ketika kondisi dirasa sudah aman. David menyalakan lampu kembali. Karena sensor tidak menemukan jejak panas tubuh dari para musuhnya. Sehingga, itu merupakan pertanda bahwa tidak ada lagi kehidupan dari mereka semua.


Tidak, nampaknya itu semua tidak benar. Karena, David sengaja membiarkan satu orang kabur. Ia kembali menyeringai. Lalu memanggil sistem.


"Pa'ul! Lacak musuh yang tadi kabur. Pantau pergerakannya!" titah David serius bahkan dengan emosi yang tertahan.


"Bagus! Lalu, apa kau punya sesuatu ? Alat yang canggih misalnya?"


[ Apa maksud Tuan. Tolong, kalau bertanya lebih spesifik lagi. ]


"Itu loh! Alat transportasi yang bisa membuat kita cepat sampai ke tujuan. Seperti yang dimiliki oleh sahabatku si Boy!" geram David karena bisa-bisanya sistem tak konek.

__ADS_1


[ Tentu saja ada Tuan. Saya ini system. Saya tentu saja bisa dengan mudah mengabulkan apapun keinginan anda. ]


David pun menggeram. " Kenapa enggak bilang sejak awal! Kalau lu punya kemampuan kayak sistemnya si Boy!" berang David. Jika saja Pa'ul berbentuk orang. Mungkin pada saat ini dirinya sudah habis dipukuli oleh David.


[ System tidak akan mengeluarkan alat jika tidak diminta oleh tuannya. Seharusnya anda sebagai pemilik dapat berpikir dengan kreatif dan imajinatif. Karena, seharusnya anda tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk menghabisi musuh-musuh tadi. ]


"Helehh, telat! Lagian apa gak terbaik. Seharusnya sistem yang lebih sensitif dan dapat meraba apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh Tuan pemilik. Sebelum aku memintanya!" protes David tak mau kalah.


[ Baik Tuan. System mohon maaf. Karena Tuan pemilik selalu benar. ]


Pa'ul pun pasrah daripada api keluar dari hidung dan juga telinga pemiliknya ini. Karena wajah David sudah merah padam bagaikan kepiting yang direbus lama sekali.


David terlihat menyentuh pelipisnya. Ia sedang menjangkau sesuatu yang cukup jauh. " Pria itu sudah sampai? yang benar saja? kalau begitu, dalang percobaan pembunuhan ku kala itu, ternyata bersarang di kota ini juga. Serta tidak jauh dari kota tempat kita berdiri sekarang." David berturut sambil terus memantau pergerakan.


[ Berarti benar. Penjahat yang sesungguhnya berada tak jauh dari keberadaan tuanku. ]


"Bajinguann!"

__ADS_1


"Aktifkan kuasa teleportasiku! Buka portal sekarang!"


...Bersambung ...


__ADS_2