
"bruk"
setelah mengalahkan Murge Xanders mulai terjatuh ke tanah dan membaringkan tubuhnya ke tanah sambil memandangi langit malam.
"huh sial, perubahan ini menghabiskan semua kekuatan ku". ucap Xanders
"wrusshh"
perubahan xanders devil change perlahan-lahan mulai menghilang dan wujud xanders mulai kembali menjadi semula.
dirinya lalu mulai bangkit dari tanah dan mengambil posisi duduk sembari melihat langit dan menatap bintang dan cahaya bulan yang menerangi tempat nya.
"ah, apa bagian gerbang barat kota baik-baik saja?". ujar xanders yang melamun.
sementara di bagian gerbang barat kota Arsban
sebelumnya di jalan kota Arsban
"Trang trang trang".
peperangan para prajurit melawan Undead masih berlanjut sudah beberapa jam pertempuran dimulai.
banyak prajurit menjadi korban dan tewas kapten Hurgronje dan sersan sudah hampir menghabisi para Undead tak terhitung jumlahnya.
"hyat"
"trang"
"darr"
"kapten Hurgronje apa para sialan itu memang belum datang?!!". teriak sersan sembari menghancurkan para Undead.
kapten Hurgronje yang masih menyerang para undead dan menghindari serangan para Undead mendengar kata-kata sersan lalu menoleh kearah sersan.
"hah hah aku tidak tau, sebelum itu kita harus bertahan sampai pasukan kerajaan datang!!". teriak kapten Hurgronje yang masih fokus menyerang para undead.
"apa jangan-jangan mereka tidak bisa datang karena kita hanya kota kecil dan hanya-".
"diamlah tetap fokus!, apa kau ingin terbunuh oleh para Undead hah sersan!" bentak kapten Hurgronje yang memotong pembicaraan sersan.
sersan hanya terkejut dengan perkataan kapten Hurgronje, dirinya lalu mulai fokus untuk menghancurkan para Undead yang jumlahnya tidak masuk akal.
"sring"
"arghhh" (teriakan para prajurit)
"Undead sialan" (teriak prajurit)
"hyaat"
"sring darr"
para prajurit juga terus berjuang untuk bertahan hidup di peperangan yang tidak seimbang ini,
karena dirinya berperang dan membunuh orang yang sudah mati dan para Undead hanya di kendalikan seseorang dan membunuh para manusia yang masih ingin hidup.
saat peperangan di jalan kota tiba-tiba ada cahaya yang sangat terang dan ledakan suara yang sangat besar disertai getaran di tanah membuat para prajurit dan kapten melihat arah cahaya tersebut.
"apa-apaan getaran ini? dan suara ledakan?". ucap kapten Hurgronje.
"kapten Hurgronje cahaya dan ledakan itu ada di arah gerbang utama!". teriak sersan
"apa!, apa tuan xanders baik-baik saja?". gumam kapten Hurgronje.
"semuanya tetap fokus!!". teriak kapten Hurgronje kepada para prajurit agar tidak lengah.
"semoga anda baik-baik saja Tuan xanders". ujar kapten Hurgronje dalam hati.
peperangan terus berlanjut kapten Hurgronje yang usianya sudah tua kekuatan dan stamina tidak seimbang ditambah lagi peperangan sudah berlanjut berjam-jam.
"Trang trang"
"bug"
"uargg"
__ADS_1
"kapten!!"
kapten Hurgronje yang sudah diambang batas nya lengah dalam pertempuran dan terserang Undead dengan perisainya, membuat dirinya terjatuh.
Undead tadi lalu mengangkat tangan keatas diikuti dengan pedangnya lalu menebas kearah kapten Hurgronje.
"sring"
kapten Hurgronje yang terjatuh melihat dirinya akan terbebas lalu menghindar kesamping, setelah berhasil menghindar kesamping dirinya mulai merasa lemas.
"duar"
"hah hah hah, huh?". suara nafas kapten Hurgronje yang tersengal-sengal dan dirinya mulai melihat kearah tubuhnya dan melihat tangan kanan kapten Hurgronje yang sudah tidak menyatu dengan bahunya (terpotong)
"Arghhhh!!". teriak kapten Hurgronje.
sersan yang melihat kapten Hurgronje lalu mendekati Undead dan menghancurkannya dari belakang, dirinya mulai mendekati kapten Hurgronje yang duduk dijalan kota dengan lemas.
"kapten, kapten bertahanlah, katamu kita harus bertahan jangan meninggalkan ku sendiri!". teriak sersan dengan wajah panik disertai air mata yang ikut turun.
"di..diamlah siap..a yang kau bilang mati ha?". ucap kapten Hurgronje dengan nada terbata-bata dan lemas.
"sial apa pasukan kerajaan belum datang?!". ujar sersan terus menerus memikirkan nya dirinya lalu mengangkat kapten Hurgronje ditempat yang dibilang aman.
"dug grudug grudug"
"ieeehh" (suara kuda)
sesaat sersan membicarakan tentang pasukan kerajaan tiba-tiba ada suara langkah kuda yang sangat banyak dan suara para ratusan kuda menuju gerbang barat.
"pasukan!! serang!!". teriak seorang memimpin.
"huaaaa". teriak suara para ratusan prajurit.
"Trang trang trang"
"duar"
sersan yang melihat para prajurit mulai berdatangan memasuki kota dirinya langsung terjatuh lemas ketanah.
"akhirnya datang sialan, kapten Hurgronje lihat lah para pasukan kerajaan datang haha!". teriak sersan kearah kapten Hurgronje tetapi disaat itu wajah kapten Hurgronje terlihat sangat lemas dan pucat.
"hiks..jangan mati kapte-". lanjut ucapan sersan tiba tiba terpotong.
"haii apa ada seseorang yang terluka? saya adalah Priest". teriak seorang wanita.
setelah mendengar kata Priest sersan langsung menoleh kearah suara itu dan berlari ke arah nya.
"nona!! disini ada yang terluka tolong sembuhkan!!". teriak sersan sembari melambaikan tangan nya keatas.
wanita yang seorang Priest mendengar suara itu lalu menoleh dan segera menuju tempat tersebut disana terlihat ada seorang pria paruh baya yang berbaju prajurit.
yang sedang terbaring lemas disertai darah dari tangan kanannya yang terpotong dengan darah yang masih sedikit keluar.
"tolong minggir". teriak wanita seorang Priest dan langsung merapal mantra sihir kearah kapten Hurgronje.
"Heal". ucap Priest.
darah yang mengucur di tangan kanan kapten Hurgronje tiba-tiba berhenti, tetapi wajah kapten Hurgronje masih pucat dan lemas.
"no..nona bagaimana keadaan kapten? apa dia baik-baik saja?". ucap sersan yang panik.
"sementara dia baik-baik saja tapi paman ini sudah kehilangan banyak sekali darah, setelah perang selesai kami pihak gereja akan menjaga dan merawat nya". ucap Priest.
"te.. terimakasih nona hiks..". ucap sersan menangis senang.
"eh itu ti..tidak apa-apa itu sudah kewajiban kami" jawab Priest gugup.
dijalan kota Arsban barat para prajurit kerajaan sudah menghancurkan ratusan Undead tetapi jumlahnya masih terhitung banyak.
lalu ada dua orang dengan zirah lengkap berwarna putih terang yang gagah dengan duduk di kuda dan berjalan menuju ketempat pemimpin pasukan
"tuan sisanya aku serah kan padamu". ujar pemimpin pasukan kerajaan dengan hormat.
"haha serahkan pada holy knight yang hebat ini". jawab salah satu holy knight.
__ADS_1
"diamlah segera lenyapkan semua serangga ini!". bentak salah satu holy knight.
"ba..baik senior". jawab gugup salah satu holy knight.
dua orang holy knight mulai mengeluarkan pedangnya lalu mengangkat pedang nya tinggi keatas dan mulai merapalkan sihir nya.
"wahai cahaya yang suci tolong bantulah kami untuk melenyapkan para kejahatan ini". ucap dua holy knight bersamaan.
"zone element, holy Zone"
seketika area jalan kota bersinar terang dan muncul cahaya putih dibawahnya dua orang holy knight mulai turun dari kudanya dan menancapkan pedangnya kearah zona yang dibuatnya.
para Undead yang merasa ada bahaya dari tanah yang dipijaknya menjadi sangat aneh dan para Undead mulai berlari keluar dari daerah cahaya tapi itu mustahil karena daerah cahaya sangat luas.
"basmilah para kejahatan dan hilanglah wahai kejahatan"
"Turn Undead"
setelah dua orang holy knight selesai mengucapkan kata-kata nya cahaya yang sangat putih bersinar sangat terang dan menghanguskan semua Undead sekaligus.
setelah cahaya terang menghilang semua Undead sudah hilang menjadi Debu, para prajurit dari kota Arsban dan kerajaan melihat para holy knight dengan rasa kagum dan hebat.
"luar biasa sudah seharusnya para holy knight sangat kuat". ujar pemimpin pasukan dalam hati.
"hahaha benar-benar mudah". ujar salah satu holy knight.
"diamlah kau pemula". bentak salah satu holy knight.
"ba..baik senior". ucap salah satu holy knight
"pemimpin pasukan saya sudah menyelesaikan tugas jadi saya pamit undur diri". ucap holy knight yang mendekati pemimpin pasukan.
"ah baik, terimakasih telah membantu tuan ksatria suci". ucap pemimpin pasukan.
holy knight hanya menjawab nya dengan mengangguk dan mulai meninggalkan kota Arsban, diatas bangunan ada dua orang yang sedang menghilangkan kehadiran nya dan mengawasi dari atas.
"huh para holy knight sialan mengganggu saja, jadi aku harus menyediakan laporan ke atasan kan jadinya. benar-benar merepotkan". ucap seorang assassin lalu menghilang.
salah satunya adalah seorang assassin dan satunya adalah Xanders yang baru sampai ke barat kota Arsban dan melihat aksi para holy knight.
"sial, para zirah putih itu sangat kuat". gumam Xanders.
dibawah jalan barat kota Arsban
"para Priest rawat yang terluka, para pasukan bawa yang terluka ke para Priest!" teriak pemimpin pasukan
"baik!". ujar serempak.
.....
setelah menyelesaikan peperangan melawan Undead
sepanjang malam. pagi hari pun telah tiba di gerbang barat kota Arsban terlihat banyak sekali darah yang ada di sepanjang jalan dan toko-toko hancur.
malam hari sebelum nya para mayat pasukan sudah di kumpulkan lalu dibakar biar tidak menimbulkan penyakit dan ada juga yang dibawa kekeluarganya.
para pasukan kerajaan juga memberi hormat dan mengasih kompensasi kepada para korban dan mengasihnya ke keluarga nya.
jumlah korban para prajurit kota Arsban ada sekitar tiga ribu lebih dan sisanya terluka parah dan pingsan dan dirawat ditempat khusus para Priest.
setelah mengalahkan Murge Xanders berada di gerbang barat kota Arsban lalu beristirahat sejenak dirinya lalu mengganti zirahnya yang sudah hancur menggunakan sisa baju yang diberikan oleh Kurt.
dirinya mulai berjalan santai di jalan utama yang sudah mulai kembali seperti semula tetapi masih belum banyak juga yang keluar dari rumahnya. (para keluarga prajurit yang menjadi korban)
para orang-orang dijalanan yang sedang membeli makanan atau lainnya mulai melihat kearah Xanders yang sangat menarik dan sangat tampan
para wanita yang melihat kearah Xanders melihatnya dengan tatapan mata buas dan ingin mendekati nya tetapi tatapan wajah xanders yang terkesan dingin membuat para wanita hanya memandangi nya saja.
sementara para pria hanya menggeleng kan kepalanya dan juga ada juga yang iri karena wajah Xanders yang terlihat tampan dan mempesona.
Xanders yang melihat para warga kota melihat kearahnya dengan tatapan matanya hanya bingung dan bertanya-tanya.
"apa aku memang terlihat sangat aneh?". ujar Xanders dalam hati.
xanders lalu berjalan menuju ketempat mansion paman Atian didalam dirinya merasakan rasa kekhawatiran kepada Carla, dan entah kenapa selalu Carla yang pertamakali muncul di ingatan nya.
__ADS_1
...----------------...
sampe sini dulu ye