Skeleton System

Skeleton System
44.bawahan baru.


__ADS_3

setelah xanders menyelesaikan pertarungan dengan Gorat dirinya mulai duduk dipermukaan tanah dan mulai meminum Poison Mp untuk mengembalikan mana milik nya sehabis pertarungan itu.


setelah meminum lima Poison penuh, perlahan-lahan mana milik xanders sudah mulai terisi penuh kembali, dirinya mulai bangkit berdiri dan menatap kebawah melihat gorat yang masih tertidur dengan keadaan badan terbalik atau tengkurap ditanah.


"huh". Xanders mulai mendengus kecil sambil melihat kearah Gorat yang masih pingsan akibat ledakan cahaya putih sebelum nya.


xanders lalu merendahkan tubuhnya dalam posisi jongkok, dirinya lalu memulai menaruh kedua tangannya di dekat tubuh milik gorat yang dibilang besar disana terlihat banyak sekali bekas luka goresan pedang dan tak lupa juga beberapa bagian anggota tubuh nya yang hancur dari pertarungan sebelumnya.


sebelumnya Xanders juga memiliki luka ditubuhnya dibagian luar dan dalam karena terkena serangan-serangan kuat milik gorat, tetapi karena xanders mempunyai skill passif nya yaitu regenerasi ekstra miliknya.


Luka-luka tersebut sudah mulai tertutup dan kembali menjadi semula dalam beberapa detik


xanders lalu akan memulai menggunakan skill high heal miliknya untuk menyembuhkan berbagai luka milik gorat dan juga menumbuhkan anggota tubuh yang sudah hancur itu, karena sekarang gorat sudah menjadi bawahan milik xanders jadi dirinya juga akan menjaga baik bawahannya itu


"High Heal" ujar Xanders.


seketika Luka-luka bekas goresan pedang milik gorat mulai menutup dan juga kedua tangan milik gorat yang tadinya terpotong dan hancur perlahan lahan mulai kembali menjadi semula.


"Dug dug dug" (suara langkah kaki)


"A-Anders apa yang kamu lakukan, kenapa kamu menyembuhkan Goblin itu?! goblin itu sudah berada ditingkat tinggi jika goblin itu dibiarkan hidup, nanti kerajaan.. tidak bahkan benua ini akan dalam bahaya!". teriak perempuan berambut cokelat kehitaman yang berparas cantik yang sedang menuju kearah Xanders dia yang tak lain adalah Emily.


Xanders yang mendengar teriakkan itu mulai menolehkan wajahnya kearah suara itu, dan memperlihatkan juga topeng miliknya yang terpakai sesaat dan sebelum pertarungan itu, yang mana sekarang setengah dari topeng itu sudah hancur dan tanpa xanders sadari dirinya memperlihatkan sosok wajahnya yang tampan dan berkesan Dingin itu.


Xanders lalu mulai membalas ucapan milik Emily dengan wajah dingin nya yang disertai tatapan tajam matanya.


"tenang saja, dia sudah tidak akan menyerang lagi". jawabnya dengan nada tenangnya.


"apa maksudmu? apa kamu sedang bercanda? monster itu tidak menyerang lagi? darimana kamu mengetahui nya!, menyerang atau memangsa ras selain milik monster itu sendiri itu adalah naluri buas mereka!" ujar Emily dengan nada tinggi dan tak mempercayai jawaban Anders tadi.


setelah Xanders mendengar perkataan Emily dirinya mulai menaikkan satu alisnya dan memperlihatkan wajahnya yang sedikit marah kearah nya.

__ADS_1


"hah sudah kubilang dia tidak akan menyerang lagi jadi dia memang sudah tidak menyerang lagi, kalau kau tidak percaya segera pergilah dari sini dan jangan merusak perasaanku (Mood) yang bagus ini". jawab xanders dengan nada pelan tetapi berkesan marah dan dingin.


Emily yang melihat tatapan tajam matanya yang berwarna merah terang dan disertai wajahnya yang berkesan Dingin miliknya itu Emily sedikit gemetaran dan mulai teringat perkataan Anders sebelumnya saat di pertempuran saat itu, bahwa Anders adalah orang yang kuat dan dingin disertai kejam itu yang dipikirkannya.


Emily langsung menundukkan kepalanya, tanpa dia sadari tangan serta kaki miliknya mulai gemetaran dan merasa ketakutan saat melihat kearah Xanders, tetapi dirinya juga harus tetap memberanikan diri untuk berbicara kepada Xanders.


"m-maaf, aku hanya khawatir kalau monster itu akan menyerang lagi". ucap Emily dengan nada gugup.


"huh terserah, dimana orang yang bernama Jason itu sekarang? apa dia sudah sadar?". jawab xanders dengan mendengus kecil.


Emily yang tadinya menunduk, dirinya mulai mengangkat kepalanya keatas dan melihat ke arah Xanders dia juga tersenyum kepadanya.


"dari sifat luarnya yang dingin dan menakutkan, tetapi sifat didalamnya sangat hangat dan baik". ujarnya dalam hati.


"berkat mu kapten tidak apa-apa hanya pingsan saja paling tidak butuh dua hari kapten akan sadar kembali karena mengingat kondisi sebelumnya, i-itu ... t-terimakasih atas pertolongan nya Anders". ucap Emily gugup tetapi ucapannya sangat tulus berterimakasih kepadanya lalu memberikan hormat kepada xanders.


xanders yang melihat Emily yang memberikan hormat kepadanya, dirinya mulai tersenyum kecil dan tidak tahu kenapa kalau xanders merasakan yang namanya puas karena dirinya dipuji dan dihormati oleh orang lain.


,dan lagi jangan sampai mengatakan kalau goblin itu telah berevolusi ketingkat selanjutnya, apa kau mengerti?". jawabnya dengan nada mengancam dan mengintimidasi.


xanders mulai berpikir untuk menyebarkan cerita itu saat dirinya mengalahkan seorang goblin general bersama para petualang lainnya, untuk memanfaatkan ketenaran nya itu karena dirinya mencari dan membutuhkan informasi tentang organisasi Blackhat lebih lanjut, karena dirinya kekurangan informasi tentang organisasi Blackhat sendiri, yang mana Xanders akan secepat dan sesegera mungkin untuk menghancurkan organisasi itu.


Emily langsung menjawab nya dengan menganggukan kepalanya saja dan segera pergi meninggalkan tempat xanders, dirinya lalu mulai melirik kembali kearah gorat dan mulai berbicara.


"sekarang bicaralah". ujarnya.


goblin commander yaitu gorat dia yang mendengar suara dari tuan barunya dirinya mulai bangkit dan langsung memposisikan dirinya dengan bersujud dihadapan tuan nya.


"yang mulia maafkan hamba mu yang rendahan ini karena sudah berani menantang bertarung dan merendahkan yang mulia, tolong hukum hamba yang mulia" ujarnya dengan nada penyesalan.


xanders yang mendengar ucapan bawahan barunya yaitu gorat mulai menaikkan satu alisnya karena penasaran.

__ADS_1


"apa maksudmu?". jawabnya dengan nada bingung.


"maafkan hamba yang mulia sebelumnya saat pertarungan dengan yang mulia hamba selalu merendahkan dan memaki yang mulia, tolong segera hukum hamba yang mulia!". ujarnya dengan menjelaskannya dengan rinci kepada xanders.


Xanders lalu mengerutkan keningnya dan juga memiringkan kepalanya tanpa disadari nya.


"apa dia sebelumnya mengingat kejadian saat pertarungan dengan ku? bukannya saat dia kujinakan ingatan nya mulai terganti baru? dia berbeda sekali dengan kasus milik Bant, huh untuk sementara Terserah dulu, akan kupikirkan kalau ada waktu". ujarnya dalam hati.


"tidak apa-apa, aku malah menikmati pertarungan itu dan juga sekarang kau juga sudah menjadi salah satu bawahanku aku senang karena mendapat kan bawahan yang kuat". jawab xanders dengan tersenyum, karena itu sudah jelas karena sebelumnya saat xanders melihat gorat pertama kali, dirinya langsung menginginkan gorat untuk menjadikan nya bawahan nya.


sementara gorat yang dipuji Tuannya dirinya mulai merasa sangat senang, tetapi dirinya masih tidak nyaman karena tidak diberi hukuman kepada tuannya.


"yang mul-".


"wrush"


saat gorat ingin menyelesaikan pembicaraan tiba-tiba ada angin hitam kencang datang dan perlahan-lahan menghilang, lalu memperlihatkan seorang dengan sosok berzirah hitam yang sedang membawakan empat monster lainnya yang masih selamat kepada Xanders, Erobos lalu datang dihadapan Xanders lalu menekuk lututnya dan menundukkan kepalanya dihadapan nya.


"rajaku hamba sudah menyelesaikan perintah anda untuk membawakan sisa-sisa Monster yang selamat". ucapnya lalu memperlihatkan empat sosok monster berwarna hijau yang sedang tidak sadarkan diri.


"hm goblin ya? terlebih lagi sudah berada di tingkat Captain, Menarik". gumam Xanders yang sedang melihat empat monster yang dibawakan Erobos.


"kerja bagus, kembalilah kebayang ku". ujarnya dengan nada pelan.


"terimakasih untuk pujiannya Raja ku, sesuai perintah anda". jawab Erobos lalu menghilang memasuki ruang bayangan milik xanders.


xanders lalu mulai berjalan mendekati empat monster itu dan memegang satu persatu kepala mereka dan mengucapkan sesuatu.


"Tamer". gumam nya yang tersenyum senang karena mendapat kan bawahan nya bertambah lagi.


...--------•--------...

__ADS_1


sampe sini dulu ye


__ADS_2