Skeleton System

Skeleton System
46.penyerangan ditenda


__ADS_3

setelah berjalan mencari tenda pengobatan sekitar dua puluh menit akhirnya xanders menemukan tenda pengobatan tersebut dengan bentuk tenda yang sedikit lebih besar dari tenda milik Nias sebelumnya, Xanders lalu mengedarkan matanya menuju tenda itu dan terlihat tenda itu dijaga ketat oleh dua orang pemuda dengan postur tubuh kekar disertai perlengkapan seperti petualang.


Xanders lalu mulai berjalan mendekati tenda pengobatan itu, tetapi kedua pemuda tersebut mulai menghentikan langkah kaki Xanders dan mulai bertanya


"tunggu, ada perlu apa kau kesini?". ujarnya.


xanders yang mendengar ucapan salah satu pemuda itu mulai mendengus kecil dan bergumam "huh seperti ini lagi", setelah itu dirinya lalu mulai berbicara.


"aku ingin bertemu dengan seorang petualang yang ada didalam tenda ini, bisakah aku bertemu dengannya ini sangat penting". jawabnya.


kedua pemuda itu mulai memandangi satu sama lain dan mengangguk kepala bersama lalu mulai melihat kearah Xanders lagi dan mulai bertanya.


"baiklah, sebelum itu siapa kau? dan siapa yang ingin kau temui? ".


Xander lalu mulai menjawab pertanyaan pemuda itu


"xanders dan aku ingin bertemu petualang yang bernama Emily" jawabnya.


setelah itu salah satu pemuda itu mulai menganggukan kepalanya dan memasuki tenda pengobatan tersebut dan beberapa detik kemudian salah satu pemuda tadi mulai kembali lalu membisikkan sesuatu kepada temannya, temannya lalu mengangguk serta berbicara.


"silahkan masuk nona Emily sudah menunggu didalam". ujarnya.


Xanders hanya mengerutkan keningnya dan menjawab mereka dengan anggukan saja lalu memasuki tenda pengobatan itu.


"sakit, tolong aku!"


"arghh tolong pelan-pelan".


"uargg"


"sial ini sudah tidak bisa di tolong lagi"


saat memasuki tenda pengobatan itu suasana disana sangat menegangkan serta suram, banyak suara teriakan dari orang-orang yang kesakitan dan terluka parah maupun luka kecil sehabis pertempuran melawan monster sebelumnya.


tetapi xanders hanya terus berjalan seperti tidak peduli dengan teriak-teriakan itu dirinya hanya terus mencari ruang an milik Emily dan melihat kearah kanan kiri, setelah beberapa saat kemudian xanders sudah berada didepan ruang milik Emily dan memasuki ruang itu.


tiba-tiba tirai diruangan Emily mulai terbuka perlahan-lahan dan melihat seseorang memasuki ruangan tersebut, Emily lalu mulai melihat kearah orang itu.


disana Emily terlihat sedang duduk di ruang nya dan terlihat juga keadaan Emily yang mana ditubuhnya ada beberapa bekas luka dan juga banyak perbanan berwarna putih yang menutupi disekitaran tubuhnya yang terluka.

__ADS_1


disana juga terlihat ada satu orang perempuan dewasa berumur sekitar tiga puluh tahunan yang sedang menemani Emily dan berbincang-bincang kepada nya.


"apa dia yang mencari ku? dan topeng itu apa dia Anders?". gumam Emily


(ngomong-ngomong topeng xanders sudah diganti baru ya)


lalu xanders mulai berjalan mendekati Emily dan dirinya melihat wajah Emily seperti kebingungan dan mulai berbicara.


"apa ada yang salah denganku?". ucapnya sambil memiringkan kepalanya.


Emily serta perempuan itu dia yang tak lain adalah Mia teman tim petualang Jason, mulai melihat kearah Xanders, Mia lalu melihat kearah Emily lagi dengan wajah penuh pertanyaan lalu tersenyum tulus kepada Emily.


"sepertinya Emily sudah tidak sendirian lagi nanti" ujar mia dalam hati.


Emily yang melihat Mia dengan wajah tersenyum hanya menaikkan satu alisnya dengan wajahnya yang cantik itu, setelah tiga detik kemudian Emily mulai berganti tatapan nya kearah xanders dan berkata.


"tidak ada apa-apa, jadi untuk apa kamu mencariku Anders?". ucapnya


sebelum xanders menjawab ucapan Emily, Mia yang disebelah Emily mulai berdiri dari kursinya dan berbicara kepada Emily.


"Emily aku tidak bisa berlama-lama disini dan juga aku akan melihat keadaan Rael dulu, setelah itu aku akan menjengukmu lagi". ujar Mia lalu berjalan keluar ruangan itu dan tidak lupa juga Mia berpamitan dengan Xanders lalu sosoknya perlahan lahan mulai menghilang dari ruangan tersebut


sekarang diruangan Emily hanya ada dua orang saja yaitu Emily dan xanders.


suasana ruangan disana sekarang menjadi sangat hening tetapi beberapa saat kemudian Xanders mulai memecahkankan keheningan itu dan mulai berkata.


"aku hanya ingin meminta ijin untuk bertemu dengan Tuan Nias saja dan kenapa kau terluka? apa terjadi sesuatu?". ujarnya.


setelah mendengar ucapan xander, Emily lalu mulai menundukkan kepalanya dan terlihat


ketakutan serta gemetaran karena mengingat kejadian itu, xanders mulai bingung dan heran karena melihat Emily yang sifatnya tiba-tiba menjadi aneh.


"ada ap-".


"M-monster, ak-aku diserang monster sebelumnya". jawab Emily yang memotong pembicaraan xanders dengan wajahnya yang ketakutan.


xanders yang mendengar jelas ucapan Emily lalu mengerutkan alisnya kebawah dan mulai berbicara


"diserang monster? dimana?". ucapnya.

__ADS_1


setelah itu Emily menceritakan semuanya tentang kejadian itu, sebelumnya dihutan setelah Xanders menyuruh Emily membawa Jason untuk kembali kerombongan pedagang untuk dirawat disana, Emily lalu mulai berjalan pelan-pelan menggotong Jason menuju keluar hutan.


setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka keluar dari hutan itu lalu dirinya melihat perkemahan dan Emily mulai berjalan menuju ketempat perkemahan yang baru saja dibuat itu, yang ternyata perkemahan itu dibuat oleh para pedagang dan penjaga lainnya untuk berlindung dari monster maupun hewan buas saat malam hari, setelah beberapa saat kemudian Emily mulai memasuki perkemahan itu dan menuju ketempat tenda milik Nias.


lalu Emily menuju tempat Nias untuk menanyakan tempat perawatan karena dirinya tidak mengetahui dimana tempat untuk merawat kapten timnya Jason serta melihat juga bagaimana keadaan teman-teman satu Tim lainnyanya.


tetapi saat Emily melihat tenda milik Nias yang tidak dijaga satupun oleh penjaga dirinya mulai merasakan keanehan, setelah beberapa saat kemudian Emily mulai memasuki tenda nias dengan menggotong Jason ditangannya, disana mata Emily melebar tidak percaya apa yang dilihatnya.


disana terlihat banyak sekali mayat dan darah dari orang-orang berbaju hitam, disana Emily juga melihat ketiga teman satu tim nya yang sudah tidak sadarkan diri, tetapi Emily menyangka kalau mereka sudah ikut tewas.


disekian banyak nya mayat serta darah itu, disana tepat ditengah-tengah kumpulan mayat itu terlihat ada seekor monster berwarna hitam kecoklatan dengan postur tubuh berdiri seperti manusia disertai mata merah keemasan serta diatas kepalanya ada dua antena panjang yang terpasang dan juga disekujur tubuhnya dipenuhi oleh darah.


"bruk"


Emily yang menggotong Jason mulai terjatuh lemas ditanah karena ketakutan, semua anggota tubuh nya mulai gemetaran melihat kejadian itu yang seperti pembantaian semata, monster itu lalu mulai menoleh kearah suara barusan dan menatap Emily dengan tajam, Emily yang ditatap tajam oleh monster itu mulai memberanikan diri untuk bertarung.


dirinya mulai bangkit berdiri walau kaki nya gemetaran dan tidak bisa untuk berjalan, Emily mulai mengeluarkan kedua pisau besar dari sarungnya dan bersiap dengan posisi bertempur walau juga dengan keadaan tangannya yang ikut gemetaran.


"kiaak"


monster itu mulai berteriak dan mulai menyerang kearah Emily dengan cepat.


"setelah itu seperti ini keadaan nya aku diserang hanya dengan sekali serangan lalu pingsan, aku kira aku sudah mati oleh serangan itu dan tidak kusangka aku masih hidup". ujar Emily dengan panjang lebar.


Xanders yang mendengar cerita Carla terkejut dan juga melebarkan matanya.


"be-begitu, untunglah kamu tidak apa-apa". jawab xanders dengan nada gugup


"sudah kubilang untuk jangan sampai gegabah tetapi- ah biarlah dan juga sekarang malah menjadi sangat merepotkankan huh jadi dimana dia sekarang?". gumam Xanders


......


diwaktu yang bersamaan disebuah hutan ada sebuah monster yang sedang mengamati serta mengikuti orang-orang berbaju hitam yang sedang menuju rumah yang sangat tua itu.


monster itu lalu mulai mengendap-endap dan mengikuti orang-orang berbaju hitam tersebut dan memasuki rumah tua itu tanpa disadari oleh orang-orang berbaju hitam tersebut.


"setelah memberitahu ini kepada tuan pasti aku akan dipuji oleh tuan, dan juga aku juga bisa memamerkan pujian tuan kepada zirah sampah itu haha". gumam monster itu dengan wajah senang dia yang tak lain adalah Bant.


...---------•-------...

__ADS_1


sampe sini dulu ye


__ADS_2