Skeleton System

Skeleton System
40.melawan monster (II)


__ADS_3

"sihir ini..". gumam Emily yang terkejut dengan barusan yang terjadi.


Emily yang tidak mengetahui apa yang terjadi dirinya mulai melihat sekitarnya, tetapi matanya mulai berhenti dan melihat kearah Anders dimana menggunakan posisi menancap kan pedang nya ketanah, Emily terkejut lalu membuka matanya sangat lebar.


"posisi itu, itu seperti posisi yang kakak biasa lakukan saat latihan dirumah". ujar Emily dalam hati.


dirinya lalu mulai bangkit dari jatuhnya dan berdiri lalu mulai berjalan menuju ketempat Anders untuk menemuinya.


"dug dug dug" (suara langkah kaki)


xanders yang mengetahui ada seseorang yang sedang mendekat dirinya lalu menoleh kearah orang itu, Xanders lalu mulai memasukkan pedangnya diinventory


dan melihat kearah nya.


"oh bukannya anda nona Emily, apa yang anda lakukan disini?". ujar Xanders dengan basa basi


"tuan Anders bisa tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?". ucap Emily langsung kepada Xanders.


"apa yang anda katakan? saya tidak mengetahui nya". jawab xanders datar.


"perempuan ini apa dia melihatnya? apa aku harus membunuhnya? huh sial ini merepotkan". gumam Xanders yang melihat tajam kearah Emily.


"anda tidak bisa berbohong sekarang tuan Anders, saya sudah melihat semuanya dengan mata kepala saya sendiri-".


saat Emily ingin menyelesaikan pembicaraan tiba-tiba Xanders langsung melesat dan menyerang Emily dengan tangan kosongnya Xanders menyerang dengan tangan kanannya yang mengepal, sementara Emily yang melihat Anders menyerang nya dirinya mulai menghindari serangan milik Anders lalu melompat kearah belakang.


"tuan Anders apa yang Anda lakukan!". ucap Emily dengan nada tinggi.


"aku harus memastikan nya, jika dia benar-benar melihat pasukan bayangan ku, akan kubunuh" ujar Xanders dingin dalam hati


Xanders tidak ingin pasukan yang ada dibayangkan nya diketahui oleh orang lain kecuali pada seseorang yang dipercayai nya. dan jika ada seseorang yang mengetahui pasukan dibayangan nya dirinya akan membungkam orang yang melihatnya dengan bagaimana pun caranya.


"diamlah! apa yang tadi kau lihat, katakan!" ucap xanders dengan mengeluarkan aura intimidasi nya kepada Emily.


"wrush" (suara aura)


sementara Emily yang terkena aura intimidasi nya dirinya lalu juga mulai mengeluarkan aura miliknya untuk menekan aura milik Anders tetapi itu tetap tidak berhasil dan membuat Emily terjatuh lemas ditanah.


"ap..a yang saya katakan ha..nya tentang sihir tadi yang an..da gunakan sebelumnya". ucap Emily dengan nada terbata-bata.


"hah? sihir? maksud mu sihir tadi?". jawab xanders dengan nada dingin disertai tatapan tajam kearah Emily.

__ADS_1


Emily yang mendengar ucapan Anders hanya menjawab nya dengan mengangguk kepalanya, Emily yang masih terjatuh ketanah masih berusaha untuk bergerak dirinya ingin melihat kearah Anders tetapi masih tidak bia karena dirinya masih terkena tekanan aura milik Anders.


xanders yang mengetahui itu hanya bernafas lega dan menarik kembali aura miliknya "huh aku kira dia melihat Bant dan pasukan didalam bayangan ku". ujar Xanders dalam hati.


"Anders sebenarnya siapa dia, kekuatan miliknya setara dengan kakak, tidak bahkan bisa lebih". ujar Emily dalam hati nya.


suasana ditempat xanders dan Emily tiba-tiba menjadi hening dan beberapa saat Emily mulai membuka pembicaraan nya.


"tuan Anders sihir tadi yang anda gunakan apa itu sihir area Flame Zone?". tanya Emily kepada xanders.


"seperti yang kau lihat". jawab xanders dengan nada dingin nya.


"jadi yang aku lihat benar, terlebih lagi sihir yang digunakannya itu adalah sihir yang hanya diwariskan kepada knight tingkat tinggi seperti holy knight dan knight kerajaan, tetapi bagaimana dia mempunyai nya?


apa dia seorang knight kerajaan yang sudah keluar dari pekerjaannya? tidak itu tidak mungkin seharusnya knight kerajaan tidak akan mengeluarkan seorang Knight begitu saja karena mencari seorang knight yang cocok sangat susah". gumam Emily kepada xanders.


"anda belum menjaw-"


"Dbomm"


"ledakan?! ucap Emily yang melihat kearah ledakan itu.


sementara Xanders yang masih tenang dirinya juga terkejut dengan ledakan barusan dan melihat kearah ledakan itu, dirinya tiba-tiba merasakan sesuatu tentang yang buruk benar-benar akan terjadi.


"y..ya akan kula..Kukan". ucap Emily dengan nada gemetar.


"maaf manusia perempuan, jika aku tidak bilang begitu, entah kenapa firasat ku mengatakan akan berbahaya". gumam Xanders.


....


sementara ditempat pertarungan tim Jason


Jason dan tim nya yang sudah berhasil menyelesaikan tugas menjaga Nias dari sergapan monster


Jason dan rekan setimnya mulai kembali memasuki ruangan nya dan mulai melihat kondisi Nias.


"apa tuan Nias belum sadar?". ucap Jason kepada Mia yang merawat nya.


"belum kapten". jawab Mia.


"huh baiklah lanjutkan perawatan nya, aku akan keluar sebentar melihat situasinya". ujar Jason kepada rekan timnya.

__ADS_1


"baik kapten". ucap mereka serempak.


"semoga kau baik-baik saja Emily". gumam Jason lalu keluar dari ruangan nya.


diluar tempat ruang Jason banyak sekali prajurit yang berlalu lalang, setelah penyerangan monster selesai banyak orang-orang yang terluka dan tidak sedikit juga yang tewas karena pertarungan tadi.


"penjaga apa kau melihat salah satu anggota tim ku seorang wanita bernama Emily?". ucap Jason yang menghentikan salah satu penjaga.


"ah tuan jason, saya tadi melihat nona Emily sedang bersama laki-laki bertopeng disana". jawab penjaga sembari menunjukkan arahnya.


"laki-laki bertopeng? apa dia Anders?". gumam Jason.


"baiklah terimakasih, aku akan segera Kesana". ucap Jason lalu mulai berjalan menuju ketempat yang ditunjukkan penjaga tadi.


...


dihutan disana ada seorang monster berbentuk manusia dengan tubuh yang besar dengan kulit berwarna hijau yang masih tidak percaya apa yang terjadi tadi dia yang tak lain adalah gorat.


"grrr...sebenar apa yang terjadi!". gumam gorat kesal


sebelum nya gorat sempat mengintai para bawahannya di atas pohon dengan senyuman nya tetapi beberapa saat kemudian senyuman diwajahnya berganti dengan wajah marah nya karena tiba-tiba semua bawahannya terbakar dan tewas oleh api yang entah datang darimana itu membuat gorat Menjadi marah.


dirinya mulai melihat sekitarnya dan mencoba mencari sisa bawahannya lalu gorat melihat sisa bawahan nya yaitu empat Monster goblin tingkat Captain yang sedang berlari keluar dari api itu dan bersenderan dipohon dengan lemah, gorat lalu beranjak dari atas pohon lalu meloncat ke arah tempat bawahan nya tersebut.


"wusshh"


"bomm"


setelah gorat berhasil mendarat ditempat bawahannya tempat itu menjadi berasap dan mulai menutupi sekitar nya.


"apa hanya kalian yang selamat?!". ujar gorat yang berjalan dari kepulan asap dan mendekat kearah bawahan nya.


goblin tingkat Captain yang mendengar suara itu hanya menjawab dengan anggukan kepala saja karena meraka sudah gagal menaklukkan para manusia itu.


gorat yang sebelumnya membawa ratusan bawahannya dan melihat sendiri didepannya banyak yang tewas dan hanya tersisa empat orang mulai tidak bisa menghentikan kemarahan nya dirinya lalu meledakkan aura general nya dengan keras dihutan sesampai terdengar suara nya dengan jauh.


"Dbomm"


"manusia!! grrrrr!! tidak akan ku maafkan!!". ujar Gorat dengan wajah marah.


...---------•-------...

__ADS_1


sampe sini dulu ye


__ADS_2