Skeleton System

Skeleton System
34.meninggalkan kota Arsban


__ADS_3

"jadi bagaimana menurut mu?". ucap xanders kearah Erobos.


"menurut hamba dia diberkahi oleh salah satu petinggi dari ras Angel, seperti yang anda lihat pasti ada salah satu anggota tubuhnya yang memiliki kekuatan special Rajaku". jawab Erobos.


"seperti itu, jadi mata Carla diberi berkah oleh salah satu petinggi ras Angel, sebenarnya apa yang ras Angel pikiran?". gumam Xanders.


"apa mereka ingin menggunakan manusia sebagai alatnya? atau -- tidak lupakan". ujar dalam hati xanders.


"dia adalah kenalan ku jadi tidak perlu khawatir, kau lanjut kan saja perintah yang kuberikan padamu, nanti malam kita akan segera pergi dari kota ini". ucap xanders kearah Erobos.


"sesuai perintah anda, Rajaku". jawab Erobos lalu menghilang.


Xanders lalu mulai berdiri dan melihat ke arah Carla yang berada luar mansion paman Atian dari atas atap rumah, lalu menghilang dalam sekejap.


sementara Carla yang merasakan keberadaan xanders dirinya lalu mencari asal keberadaan tersebut tapi sayang sekali tidak melihat nya.


"apa perasaan ku saja? Xanders apa kamu baik-baik saja?". ujar dalam hati Carla lalu masuk kedalam mansion.


sementara Xanders yang sudah kembali kepenginapan nya dirinya lalu bersiap-siap untuk pergi dari kota Arsban, sebelum itu dirinya menuju ke tempat paman wargon.


"kling" (suara lonceng)


"selamat datang tuan? apakah saya bisa bantu? ucap pelayan.


"aku ada urusan dengan paman wargon". jawab xanders lalu berjalan menuju lantai kedua.


"tu.. tunggu tuan apakah anda mempunyai janji dengan tuan pemilik atau bisa sebutkan nama anda?". ucap pelayan yang mencegah Xanders di tangga.


"aku xanders". jawab xanders datar.


"eh?". ucap pelayan terkejut dan bingung.


"ba..baiklah tuan silahkan, apa perlu saya antar sampai ke ruang tuan pemilik?". ucap pelayan yang masih tidak percaya.


"tidak perlu, aku sudah tau tempatnya". jawab xanders lalu berjalan meninggalkan pelayan dibawah tangga dan pelayan tersebut masih melihat kearah Xanders.


"a..aku kira tuan Xanders seorang yang berumur ternyata masih sangat muda". gumam pelayan lalu berjalan menuju tempat kerjanya.


Xanders lalu berjalan kelantai dua dan sudah sampai menuju kearah tempat kerja Paman wargon.


"tok tok".


"hm, sepertinya aku tidak ada janji pada siapapun?". gumam paman wargon


"masuklah". ucap paman wargon.


setelah paman wargon menyuruh masuk pintu terbuka dan terlihat pemuda yang tampan dengan rambut emas terang disertai mata yang merah memasuki ruang paman wargon.


"oh lama tidak bertemu xanders, apa yang kau inginkan?". tanya paman wargon langsung.

__ADS_1


"apa paman mempunyai sebuah topeng? kalau bisa ada jenis topeng yang mengubah suara?". jawab xanders.


seperti biasa paman wargon sudah terbiasa diabaikan oleh xanders, paman wargon lalu menaikan alisnya dan menaruh tangannya didagunya sembari berpikir.


"topeng ya? sepertinya ada tapi untuk yang mengubah suara itu terlalu Sulit, kalau kau menunggu beberapa hari aku akan mencarikan nya". ucap paman wargon.


"itu terlalu lama, aku akan segera pergi dari kota ini nanti malam". ucap xanders.


"nanti malam? kau ingin menuju kemana?". tanya paman wargon mulai serius.


"kota besar Burnei". ucap xanders.


"lebih baik kau lupakan saja, disana para monster mulai bergerak dengan ganas, walaupun kau cukup kuat disana ada sekitar ratusan Monster yang masih pada mengamuk". jawab paman wargon.


"dan lagi para ratusan Monster juga membunuh para manusia yang melewati daerah hutan itu, bahkan para prajurit dan petualang kota besar Burnei yang dikirim kan untuk membasami para monster hilang entah kemana". lanjut ucapan paman wargon.


"petualang?". gumam Xanders.


"akan ku ingat, dan untuk topengnya apa bisa Carikan yang tidak mudah hancur paman?". ucap xanders.


"huh seperti nya kau tetap nekat pergi, tunggu sebentar akan aku Carikan topengnya". jawab Paman wargon lalu mulai mencari topeng untuk xanders .


beberapa saat kemudian paman wargon membawa kan tiga topeng yang dibawakan untuk xanders dan tiga topeng tersebut berbeda beda warna.


"ini pilihlah, tiga topeng ini tidak mudah hancur dan masalah untuk topeng pengubah suara belum ada, kau bisa mencari dari inti Monster burung biru dan pergilah ke Blacksmit untuk memasangnya". ucap Paman wargon.


disana topeng ada tiga pilihan warna ada yang berwarna hitam bergaris putih, putih bergaris biru, dan putih semuanya, Xanders lalu memilih topeng yang berwarna putih polos.


"hoi bocah, jangan sampai mati". ucap paman wargon yang memalingkan wajahnya.


"ya". ucap xanders sambil tersenyum lalu pergi dari toko paman wargon.


setelah itu dirinya berjalan menuju penginapan dan beberapa saat kemudian sudah sampai didepan penginapan setelah itu dirinya menuju kamarnya.


"jeglek"


disana terlihat para Death Knight yang sedang merapikan barang bawaan Xanders yang ada dikamar nya dengan dipimpin oleh Bant.


"selamat datang tuan ku". ucap Bant lalu menunduk didepannya.


"selamat datang rajaku". ucap Erobos yang sudah selesai menjalankan perintahnya lalu juga ikut menunduk.


"ya berdirilah, apa semua ini sudah semua?". jawab xanders yang melihat semua isi ruang kamar nya.


"sesuai perintah tuan saya dan para Death Knight sudah membereskan semua perlengkapan anda". ucap Bant dengan bangga dan melihat ke arah Erobos.


"Nod Nod" (para Death Knight yang mengangguk bersama)


"huh biasa saja". jawab Erobos.

__ADS_1


"apa katamu?!". ucap Bant dengan nada tinggi.


"apa? semut lemah seperti mu beraninya ada disisi rajaku". jawab Erobos dengan nada mengejek.


"diamlah zirah sampah aku adalah pelayan tuan yang pertama kali jadi hormati senior mu zirah sampah". ucap Bant dengan nada bangga.


"siapa yang kau bilang zirah sampah hah?!". jawab Erobos dengan nada tinggi dan mengeluarkan auranya.


"siapa lagi kalau bukan kau ha!". ucap Bant yang juga mengeluarkan aura nya.


disaat bersamaan kedua aura milik Bant dan Erobos bertemu dan membuat daerah penginapan menjadi bergetar serta membuat para orang yang menginap pada keluar dari kamar lalu menuju keluar.


"huh seperti biasa mereka berdua tidak bisa akrab". gumam Xanders


Xanders yang melihat para bawahan nya hanya tersenyum serta menggeleng kan kepalanya dan melihat tingkah bawahan nya yang seperti anak kecil.


"kalian berdua tenanglah, apa kalian ingin membuat keributan?". ujar xanders yang menenang kan mereka berdua.


"ma.. maaf kan kami tuan", "ma..maaf kan kami raja".


ucap mereka berdua serempak dan bertekuk lutut dihadapan Xanders


"huh berdirilah kita akan segera berangkat malam ini". jawab xanders lalu menuju ke kasur nya.


"baik". ucap mereka berdua serempak.


setelah itu para bawahan Xanders mulai memindahkan barang bawaannya ke shadow Dimension, setelah beberapa saat malam hari telah tiba.


cuaca dikota Arsban seperti biasa Langit terlihat sangat indah dengan disinari cahaya bulan dan dihiasi bintang-bintang.


"ayo berangkat". gumam Xanders.


xanders lalu mulai berlari keluar jendela dan melesat menuju gerbang barat yang mana gerbang barat akan mengarahkan xanders menuju rute kota besar Burnei.


"tuan apa tuan tidak masalah tidak memberitahu para wanita anda kalau tuan akan pergi dari kota ini" ucap Bant.


"uhuk uhuk" xanders yang masih fokus berlari seketika tersedak dan mulai berhenti sejenak.


"i..itu tenang saja aku sudah menitipkan pesan dipenginapan jadi jangan khawatir". jawab xanders lalu melanjutkan berlari.


setelah beberapa saat kemudian xanders sudah berada didepan gerbang barat kota Arsban, dirinya lalu berjalan keluar dan meninggalkan kota Arsban.


"entah kenapa dada ku sangat sakit sial, huh yang terpenting aku sudah membuat ruang dimensi di bayangan Carla dan keluarga nya dan mengisi sekitar seratus Death Knight, jadi aku tidak perlu khawatir


selamat tinggal kalian". gumam Xanders dirinya melihat kearah belakang sejenak lalu tersenyum sembari memakai topeng lu yang dibelinya


dan mulailah perjalanan kedua xanders yaitu menuju kota besar Burnei.


...---------•-------...

__ADS_1


sampe sini dulu ye.


__ADS_2