
didekat hutan hitam atau black forest ada sebuah desa yang masih berdiri yaitu desa Kuroi desa itu sebagaian adalah desa bekas kejadian Dark calamites tetapi di renovasi ulang oleh penduduk.
disana penduduk desa jumlah nya sedikit sekitar 30-40 diantara nya juga sudah pada berumur (Sudah tua) karena banyak penduduk desa asli yang pindah karena kejadian Dark calamites.
didaerah depan gerbang desa Kuroi disana ada dua penjaga yang biasa berjaga untuk keamanan desa dan sedang berdiri sambil membawa tombak.
"huh... setiap hari jaga disini bosan, cuman berdiri. betul ga botak". seorang penjaga berambut dan sudah berumur.
"siapa yang kau bilang botak hah!. tapi bener juga cuman berdiri ga da kerjaan paman". jawab seorang penjaga yang tidak berambut dan masih muda.
penjaga yang masih berbincang mereka berdua melihat sosok bayangan seorang pemuda yang berlari, makin mendekat lalu menghampiri nya dia yang tak lain Re dan Zo
"oi bocah-bocah dari mana aja kalian sudah mau petang cepat pulang pintu garbang mau ditutup!". teriak seorang penjaga berambut.
"hah hah hah, oh pa..paman, kak botak kita habis dari hutan hitam udah dulu paman ini gawat". Jawab zo dan Re yang berhenti terengah-engah lalu berlari lagi meninggalkan penjaga dan memasuki desa
"huh apa apaan bocah itu, gawat apaan ? bikin bingung aja". gumam penjaga berambut
"siapa yang botak bocah! huh, paling lagi lihat hantu di hutan haha". teriak penjaga ke belakang lalu menjawab pertanyaan teman penjaga
Setelah Re dan zo kembali ke desa kedua pemuda itu mau menceritakan tentang apa yang dia lihat nya mereka langsung menuju rumah kepala desa yaitu ayah dari Re sendiri.
Saat ayah re yang masih sibuk mengurusi keadaan desa tiba tiba pintu ruangan tempat bekerja nya terbuka dan terlihat Re dan temannya Zo sedang terengah-engah kecapean.
"hah hah, ay.. ayah hah hah ini gawat ". Ucap Re yang terengah-engah dan mengatur nafasnya.
"Re apa yang terjadi, apa kamu baik-baiknya saja ?". tanya ayah Re dengan wajah panik.
"aku baik-baik saja yah, tapi ayah ini beneran gawat ada monster dihutan hitam!". teriak Re yang masih membayangkan Monster itu
"bo... bodoh kenapa kamu bilang dihutan hitam". Zo yang langsung membisikkan ke Re.
Re dan zo yang mulai panik atas bicaranya yang keceplosan dan ketakutan karena semua warga desa waktu itu sudah membuat perjanjian.
__ADS_1
untuk tidak memasuki hutan hitam karena takut masih ada sisa racun dan kutukan dari dark calamites.
tetapi Re tetap berani berbicara karna mengingat monster itu dan ingin menyelamatkan desanya agar tidak hancur ke dua kalinya.
"Brak"
"Apa kamu bilang !! jangan jangan kalian berdua memasuki Hutan !?". bentak ayah Re yang memukul mejanya
Re dan Ze terkejut saat ayah Re yang menggebarak meja.
"Ma..maaf ayah tapi kami hanya penasaran dengan cerita legenda tentang bunga itu dan ingin melihat dengan mata kepala kami sendiri". jawab Re gugup dan menunduk.
"kalian berdua jangan seperti itu dan Zo kakek kamu menitipkan kamu ke paman untuk menjagamu, jangan melakukan yang berbahaya lagi, mengerti kalian berdua !". ayah Re yang masih berbicara dengan mulai tenang
"baik, paman maafkan aku". jawab Zo dengan kepala menunduk
"Huh, Terserah yang penting kalian baik-baik aja yang penting jangan sampai kalian memasuki hutan terkutuk itu lagi!". ayah Re mendengus dan mulai duduk kembali
"emm..baik ayah". ucap re yang masih dengan kepala menunduk.
"i..itu-". Re yang berbicara tetapi tangan Zo yang langsung menahan dan zo mulai berbicara.
"Re serahkan padaku". ucap Zo yang berkata Ke Re dan Re mengangguk.
setelah berbicara dengan apa yang dikatakan Zo dengan apa yang dilihatnya dan menjelaskan secara rinci kepada pamannya atau kepala desa dan mulai kepala desa memegang dagunya dan berpikir lalu mulai berbicara.
"tengkorak ya? itu pasti skeleton Undead tapi mengenai skeleton yang membasmi Black Ant yang besarnya seberuang itu tidak mungkin,
tapi kalau benar skeleton yang sudah bisa membunuh black Ant pasti punya Rank tinggi paling nggak ada di rank D, tidak kalau dia membasmi lebih dari satu jadi rank C". ucap ayah Re.
"a..ayah apa itu berbahaya? apa bisa membahayakan desa kita". Re yang berbica dengan nada Gugup karena mengingat monster itu.
"itu tidak tau tapi sebelum itu terjadi kita harus minta pertolongan ke kerajaan Barsoom dan untuk jaga-jaga kita harus menyewa petualang tingkat Bronze kalau tidak Silver,
__ADS_1
Kalian berdua tolong panggilkan paman Zent dan suruh warga untuk berkumpul". ucap kepala desa dan mulai berdiri untuk bersiap-siap.
"Baik ayah/paman". Re dan Zo serempak.
setelah itu paman Zent datang dengan wajah serius ke tempat kepala desa karena dia sudah sering berurusan dengan monster tingkat kecil di rank E dan D dan itu saja sudah sulit dan tidak mungkin melawan rank C yang pasti sudah kuat.
"Kurt apa yang kamu katakan benar?!". tanya paman Zent serius
"Benar paman, itu anak-anak sendiri yang melihat dengan mata kepala sendiri". jawab Kurt kepala desa.
"apa! maksudmu- Huh, tidak kalau yang dikatakan bocah-bocah itu benar ini bahaya kita segera kirim permintaan ke kerajaan dan sewa petualang". paman Zent yang berbicara dengan nada serius
"itu sudah saya lakukan paman, tenang saja". jawab Kurt
"baiklah kalau begitu aku dan para penjaga desa yang masih aktif akan mengetatkan keamanan desa, kita harus menjaga desa ini biar tidak hancur lagi". ucap paman Zent.
"baik paman". ucap Kurt dengan tenang dan saat itu paman Zent juga mulai meninggalkan Kurt dan menyuruh penjaga mengetatkan keamanan desa.
Zent adalah seorang kepala penjaga keamanan desa dan seorang korban dari Dark Calamites pada saat Zent masih bayi tetapi orang tua mereka terkena racun kutukan dan meninggal.
tetapi Zent di selamat kan pihak kerajaan yang kebetulan kesana setelah itu Zent dirawat seorang prajurit dan prajurit itu juga meninggal saat perang lalu Zent menjadi prajurit mengikuti ayah angkatnya selama 31 tahun.
lalu dia berhenti menjadi prajurit karena dia mengetahui dari mana asal desanya dan mulai hidup, tinggal disana lalu menikah serta diberkati anak dan menjadi kepala penjaga keamanan desa.
Setelah Kurt mengabarkan tentang adanya monster tingkat Rank C para penduduk desa panik tapi setelah Kurt sudah mengirim dan menyewa petualang dan pihak bantuan dari kerajaan.
warga mulai tenang dan mulai bekerja seperti biasa, tetapi masih belum bisa tenang karena Monster itu tidak tau kapan menyerang desanya.
......................
disaat bersamaan skeleton yang terus-menerus berburu monster dihutan lalu merinding.
"ada yang Aneh ini seperti ada yang membicara kanku". ucap Skeleton yang sembari berjalan
__ADS_1
...--------•--------...
...Sampe sini dulu hehe...