Skeleton System

Skeleton System
29.Fira


__ADS_3

xanders yang berjalan dijalan utama kota Arsban untuk menuju tempat mansion paman Atian ditengah jalan dirinya menabrak seseorang anak kecil menggendong seorang bayi dan membuat anak kecil tersebut jatuh.


"bruk"


"dug" (suara jatuh ketanah)


"ah maaf tuan, maafkan saya" ucap anak kecil tersebut sambil menundukkan kepalanya.


"oeek oeek". (suara bayi menangis)


tanpa sadar Xanders mengeluarkan aura nya kepada anak kecil itu yang masih menunduk didepannya dan membuat bayi dari anak kecil itu menangis.


"tidak boleh seperti itu tuan~". ucap seseorang.


Xanders yang menyadari bahwa dirinya mengeluarkan aura nya, langsung menarik kembali auranya dan anak kecil itu mulai mengangkat kepalanya dan memperlihatkan wajahnya.


"kau lagi, sebenarnya apa mau". ujar Xanders dalam hati.


"tuan memang tidak menyadari nya? kekuatan tuan sudah bisa mengeluarkan saya dan saya juga bisa membantu tuan sekarang~". jawab Seseorang membalas perkataan xanders.


xanders mengabaikan suara dari seseorang yang berada didalam tubuhnya dan mulai mengamati anak kecil itu.


"hmm bukannya kamu penjual toko roti ya?". ucap xanders kepada anak kecil itu.


"eh ah i..itu sebenernya bukan roti tuan itu kue". jawab anak kecil yang melihat xanders keatas.


"ting..tinggi sekali". gumam anak kecil itu.


"bukannya sama ya? manusia itu memang selalu mempermasalahkan hal-hal kecil". gumam xanders melihat anak kecil itu kebawah.


Xanders yang melihat anak kecil itu selalu melihat keatas dirinya mulai menurunkan badannya lalu menekuk kan kaki nya sekarang dirinya dalam posisi jongkok.


"jadi kenapa kamu tidak berada di toko mu? dan siapa anak kecil itu? pengikut mu?". ucap xanders datar.


"ti...tidak it..itu ini adik saya, sebelumnya toko peninggalan orang tua saya hancur terkena batu besar sehabis peperangan melawan monster yang menyerang kota" jawab anak kecil itu gugup, anak kecil itu terus memandangi wajah Xanders tanpa berkedip.


"hmm? bukannya tokonya ada di jalan utama? batu besar? tidak mungkin kan batu besar itu bekas hempasan ledakan besar itu?". gumam Xanders


"i..itu apa kakak pernah membeli kue di toko saya". lanjut ucapan anak kecil itu.


"hoh aku pernah membeli rot ah tidak maksudku kue mu bersama dengan...Carla".


"benar juga, Carla sebenarnya dia siapa didalam hidupku? dan bagaimana aku menganggap nya?". tanya dalam hati xanders kepada dirinya.


"ka..kakak apa kakak baik-baik saja?". ujar anak kecil itu mulai menyadarkan lamunan xanders


"ah aku pernah membeli kue bintang di Toko mu dan kamu memanggil ku paman? apa kamu masih ingat?". jawab xanders.


"oek oek".


"ah ria jangan menangis, tenanglah Shu Shu". anak kecil itu mulai menggerakkan tangannya dan mulai menenangkan adiknya.


"maaf kakak maaf tapi saya harus pulang ke rumah adik saya belum meminum susunya". ucap anak kecil itu.


"tenanglah, aku akan memenangkan nya". jawab xanders lalu memegang kepala bayi itu dan menyalurkan aura emas nya ketangan Xanders.


"apa maksud kakak?". tanya anak kecil itu.


adik dari anak kecil itu yang sebelumnya menangis menjadi tenang dan tertidur pulas di gendongan anak kecil itu.


"eh kok bisa? kakak bagaimana caranya?". ucap anak kecil itu dengan mata berbinar.


sebenarnya Xanders membuat tekanan hangat kepada bayi tersebut biar pingsan tetapi seseorang didalam dirinya membantu nya menggunakan skill untuk menidurkan bayi tersebut.


"lagi-lagi kau menghalangi ku". ujar Xanders dalam hati.

__ADS_1


"apakah tuan itu tidak punya perasaan?! itu seorang bayi manusia yang tidak berdosa dan tuan ingin membuat nya pingsan?!". teriak seseorang menjawab ucapan xanders.


"sayang sekali aku memang tidak punya perasaan dari awal". jawab dalam hati xanders datar.


suara itu lalu menghilang dari pikiran xanders, Xanders lalu fokus dengan anak kecil yang masih ada didepan matanya.


"tidak ada caranya hanya menyentuh nya saja". jawab xanders dengan tersenyum kearah anak kecil itu.


"ehh hanya menyentuh?". ucap anak kecil itu kebingungan.


Xanders lalu bangkit dan berdiri sembari melihat kearah anak kecil itu.


"ikut aku, nama mu siapa?". tanya xanders sembari berjalan dan diikuti oleh anak kecilnya dibelakang.


"saya? nama saya fira kakak, ikut kakak memang mau kemana?". jawab Fira yang kebingungan.


"fira ya.. ikut aja". jawab xanders yang masih berjalan menuju ketempat mansion paman Atian.


fira hanya mengangguk kan kepalanya dan mengikuti xanders dibelakang nya dengan menggendong adiknya


setelah beberapa saat Xanders dan Fira sudah sampai didepan mansion paman Atian.


wajah Fira yang tadi masih melihati sekitarnya sekarang melihat kearah mansion yang sangat megah dan indah didepan matanya.


"ka..kakak ini rumah tuan kota? kenapa kita kesini?". tanya Fira yang kebingungan.


xanders hanya menoleh kearah Fira lalu menjawab nya dengan senyuman sembari berjalan Fira hanya mengikuti nya dari belakang.


para prajurit penjaga di depan gerbang Mansion mulai melihat seseorang yang mendekati gerbang Mansion tetapi para prajurit sudah mengetahui itu Xanders.


Xanders sudah dikenal sebagai penyelamat kota Arsban, setelah mengetahui nya para prajurit penjaga mulai memberi hormat kepada Xanders.


"ah tuan Xanders apakah anda ingin bertemu dengan tuan kota?". tanya salah satu prajurit.


"iya". jawab xanders singkat.


"apa tuan xanders memiliki anak?". ucap salah satu prajurit disampingnya.


"seperti iya haha" jawab salah satu prajurit.


........


xanders yang sudah memasuki mansion lalu menuju ruang paman Atian, setelah berjalan beberapa saat Xanders lalu sudah berada di depan ruang paman Atian diikuti oleh Fira.


"tok tok"


"silahkan masuk" jawab paman atian yang masih duduk di kursi kerjanya.


"jeglek"


suara pintu terbuka dan terlihat ada seorang pemuda tampan lalu diikuti seorang anak kecil menggendong bayi memasuki ruang tersebut.


"oh xande-"


"paman, apa Carla baik-baik saja". ujar xanders yang memotong pembicaraan paman Atian.


"ah Carla baik-baik saja Sekarang ada di kamar Olivia". jawab paman atian dengan tersenyum lalu mulai melihat kearah anak kecil itu.


"oh iya Xanders, anak kecil itu siapa?". tanya paman Atian melihat ke arah Fira.


"it..itu saya Fira tuan kota". ucap gugup Fira lalu bersembunyi dibelakang kaki Xanders.


"apa memang aku terlihat menakutkan?". ujar Paman Atian dalam hati.


"dia Fira aku mengajaknya karena aku ingin membicarakan sesuatu dengan paman". ucap xanders.

__ADS_1


"hoh apa itu? katakanlah kalau sesuatu yang bisa aku penuhi akan aku lakukan". jawab paman atian.


"toko kue milik Fira hancur ketika perang melawan Undead apa paman tidak bisa memperbaiki nya? aku bisa mengurus uang nya". ucap xanders.


"kakak apa kakak ingin memperbaiki toko ku?". ucap Fira dengan senang.


"ya, sa..sayang sekali kalau toko kue yang enak itu hancur" jawab xanders dengan nada gugup.


disaat bersamaan paman Atian dan Xanders berbicara didalam hati mereka.


"diluar sifat Dingin nya didalamnya sangat hangat haha". ujar paman Atian didalam hati.


"sudah seharusnya aku memperbaiki nya karena aku yang menghancurkan nya". ujar xanders dalam hati.


"kalau masalah itu tenang saja, untuk beberapa hari kedepan aku akan merenovasi rumah maupun toko-toko yang hancur itu sudah kewajiban ku sebagai tuan kota". jawab paman Atian.


"begitu, aku akan menitipkan 500 koin emas ke paman dan tolong buatlah toko Fira sebagai toko yang hebat" ucap xanders pelan.


paman Atian yang mengerti ucapan Xanders hanya tersenyum dan mengangguk kearah Xanders disana xanders dan paman Atian berbincang-bincang tentang xanders saat melawan para Undead digerbang utama.


sebelumnya paman atian mennyuruh pelayannya untuk mengajak Fira berkeliling dimansion nya, lalu Fira dan pelayanan nya keluar dan mulai melihat betapa megahnya mansion tuan kota dan Fira merasa sangat senang saat bertemu xanders.


dimansion dikamar Olivia.


Olivia dan Carla disana terlihat senang dan tertawa tetapi setelah bercanda dengan ria selesai Olivia mulai menatap Carla dengan serius.


"car..Carla apa kamu menyukai xa..Xanders?". ucap Olivia gugup.


"iya aku sangat menyukai nya entah kenapa saat berada disisinya sangat tenang". jawab Carla.


Olivia lalu mulai tersenyum kearah Carla.


"waktu itu saat Xanders menyelamatkan keluarga ku termasuk aku, aku sudah mulai suka padanya haha". ucap Olivia


"seharusnya kamu sudah tau kan Carla dengan mata mu itu". lanjut ucapan Olivia.


"iya dari awal aku sudah tau". jawab Carla cemburu.


"apakah aku boleh menyukai nya hehe". ucap Olivia tersenyum kecil.


"aku tidak melarangnya, terlebih lagi Xanders memang bukan punya aku sendiri, mau xander menyukai seseorang itu terserah dia, tapi saat terjadi itu aku tidak akan menyerah karena dengan berada disisinya entah kenapa aku sangat senang". jawab Carla yang terus terang.


"hahaha Carla kamu memang terbaik". ujar Olivia lalu memeluk Carla dengan erat.


"hmp tapi saat itu terjadi aku tidak akan kalah darimu". jawab Carla dengan pipi yang mengembung lalu mulai tersenyum.


"xanders apa kamu suka padaku?". ujar Carla dalam hati sembari memeluk Olivia.


diruang paman Atian


"entah kenapa badan ku terasa aneh". gumam Xanders bingung.


"paman aku sudah mengatakan semuanya, aku pamit dan pergi menemui carla dan ini lima ratus koin emasnya sisanya tolong urus paman". ujar xanders lalu pergi dari ruang paman Atian.


"ya serah kan padaku dalam beberapa Minggu toko Fira akan kubuat toko terhebat dikota Arsban!". teriak Paman Atian.


"anak muda memang membingungkan haha". gumam paman Atian.


didalam diri xanders ada seseorang yang sedang tersenyum melihat sifat xanders yang dilakukan nya barusan.


"sebenarnya tuan memiliki perasaan tapi sayang sekali dirinya tidak mengetahui nya". ujar seseorang tersebut


...-----------•----------...


yang merase kata-kata Xanders semakin berbahasa itu karena INT milik xanders udah tinggi ye, ntar ane liatin status Nye.

__ADS_1


sampe sini dulu ye


__ADS_2