
didalam tempat kereta kuda nias.
Xanders merasakan adanya firasat buruk. didalam kereta kuda Xanders bersiap-siap karena dirinya merasakan ada sesuatu yang mengintai nya di seluruh hutan tidak hanya dirinya tetapi seluruh rombongan pedagang itu
"rajaku kita seperti nya sudah dikepung". ujar Erobos dengan tenang.
"tuan beri saya perintah". sambung Bant.
"tenanglah, dengarkan perintahku baik-baik aku tidak ingin mengatakan atau mengulang lagi,
pertama-tama kalian jangan sampai keluar saat aku perintahkan, kedua keluarlah saat aku hanya dalam bahaya, ketiga aku yang akan mengurus para serangga ini jangan sampai ada yang mengganggu
dan Bant kau pergilah ketempat Nias dibalik bayangan nya lalu jagalah dia, sedangkan Erobos tetaplah dibalik bayangan ku, kalau sudah mengerti menyebarlah". ucap Xanders yang merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.
"aku tidak tau sesuatu apa yang akan terjadi, tapi ini waktu yang tepat untuk menaikkan level". gumam Xanders sembari tersenyum.
sebelumnya nya Xanders membuat sebuah ruang bayangan dibalik bayangan milik Nias, xanders melindungi nya karena dirinya berpikir kalau untuk kedepannya dia akan membuat sesuatu yang menguntungkan bagi dirinya.
sementara para bawahan Xanders mulai mengikuti perintah yang diberikan Xanders dan mulai menyebar, pada awalnya Bant ingin menolak perintah yang diberikan tuan nya, tetapi saat dipaksa oleh xanders akhirnya Bant hanya menujuinya.
karena selama ini tujuan Bant ingin menjadi kuat hanya untuk melindungi tuannya, karena dirinya tidak ingin kejadian waktu itu terulang lagi, dimana tuannya berjuang mati-matian saat pertempuran.
sementara dirinya hanya melihat saja karena dirinya masih lemah dan tidak bisa membantu tuannya.
...
sementara di ruang rapat tim Jason mereka semua masih melanjutkan rapat dan untuk Nias dia masih dirawat oleh sihir penyembuhan milik Mia.
disaat berjalannya rapat tim Jason serta Jason sendiri mulai berdiri dan terkejut karena insting petualangnya, merasakan kalau ada bahaya yang akan mendekat.
"kapten..". ucap Ark yang sudah mengeluarkan perlengkapan bertempur nya.
"aku tau, sepertinya kita dikelilingi oleh musuh terlebih lagi aku tidak tau jumlah pastinya.
untuk sekarang kita akan menggunakan formasi GAA (guard and attack) dan prioritas utama kita adalah melindungi tuan Nias dan secepat mungkin untuk menghancurkan musuh, apa kalian setuju?". ucap Jason kepada satu timnya.
"kapten... untuk pembagian tugas nya aku tidak akan ikut menjaga tuan Nias, misi yang kita ambil adalah menjaga seluruh pedagang dengan selamat sampai kota besar Burnei.
aku akan melindungi para pedagang lainnya dan membantu para penjaga melawan musuh, dan dengan class ku sebagai assassin kecepatan ku sangat tinggi untuk berpindah-pindah tempat dan ini juga untuk mengurangi jumlah korban kita nanti". ucap Emily kepada Jason yang sambil mengangkat salah satu tangannya keatas.
__ADS_1
"lakukan apa yang kau lakukan, tetapi ingat jangan sampai gegabah dan membahayakan diri sendiri, untuk posisi yang menjaga tuan Nias,
Ark dan aku akan bertahan lalu langsung menyerang saat ada kesempatan, sementara Rael dengan classmu seharusnya kau yang maju tetapi karena kita tidak tau identitas dan jumlah musuh jadi kau harus melindungi Mia, sementara Mia kita butuh support mu, apa kalian ada pertanyaan?". ujar Jason yang memberikan tugas kepada timnya.
"baik". ucap mereka serempak lalu tim jason mulai melaksanakan tugas masing-masing, sementara Emily yang seorang assassin mulai berjalan keluar menuju ruangan itu.
"Emily!". ujar Jason kepada Emily yang akan keluar dari ruangan, sementara Emily yang dirinya dipanggil berhenti lalu menoleh kearah suara itu.
"ada apa kapten?". jawab Emily dengan nada datar.
"ingatlah jangan gegabah, kau dititipkan oleh ayahmu padaku dan aku sudah berjanji akan menjaga mu, jika kau akan terluka atau terjadi sesuatu padamu sibaj***an itu pasti akan terus mengoceh padaku, jadi berhati-hatilah". ujar Jason.
"aku tau. paman Jason tenang saja, aku akan lebih berhati-hati". jawab Emily lalu mulai keluar dari ruangan.
sementara Jason hanya mendengus kecil lalu mulai mempersiapkan timnya dan membentuk formasi yang sudah sesuai direncanakannya
...
sementara itu para monster yang dipimpin oleh monster tingkat General yaitu gorat sudah bersiap-siap untuk mengepung para rombongan manusia dihutan.
"dengarkan baik-baik kalian, jangan sampai membunuh semua manusia itu karena kita akan menyisakannya untuk persembahan raja kita, apa kalian mengerti?" ujar gorat sembari mengeluarkan aura nya.
hukum diwilayah monster adalah yang kuat akan berkuasa dan yang lemah akan dibunuh jika tidak mengikuti yang kuat, intinya jika monster tingkat rendah ingin hidup maka mereka harus berlindung dimonster yang tingkatannya lebih kuat.
setelah beberapa saat kemudian ada beberapa monster pengintai yaitu monster yang bentuknya serigala berwarna abu-abu yang mana mereka sudah berevolusi ketingkat selanjutnya para serigala itu lalu menghampiri gorat sang general mereka.
"groaarr groaarr groaarr". (bahasa monster)
"hahaha sudah datang ya para manusia itu, kalian segera pergi dan ikuti perintah ku tadi! aku akan mengawasi kalian dari belakang". ujar gorat sambil tersenyum jahat.
"roaarr"
"auuu"
"kyak kyak"
setelah mendengar perintah gorat para monster tingkat rendah dan menengah yang berjumlah sekitar dua ratusan mulai menuju para rombongan manusia.
para monster tingkat Captain yang melihat para rombongan manusia ada di bawahnya lalu mengirim sinyal kepada para monster tingkat rendah untuk mulai menyerang
__ADS_1
(hutan nya itu berbentuk seperti tebing ya jadi dibawah hutan itu sudah dibuat jalan oleh para manusia untuk transportasi lalu diatasnya terdapat sebuah hutan yang luas mengelilingi jalannya.)
semua monster yang menerima sinyal itu lalu mulai menyerang dari segala arah rombongan itu, sementara para penjaga yang masih menjaga kereta kudanya terkejut, wajah mereka mulai berubah pucat pasi karena melihat banyak sekali jumlah monster itu.
"mo..monster!! ada monster!". teriak salah satu penjaga dan penjaga lainnya yang juga melihat nya mulai bersiap siap untuk menyerang
"groaarr"
para monster yang sudah mendekat mulai manerkam para manusia yang ada didepan matanya, dan para penjaga juga menyerang para monster tersebut dengan senjata mereka yaitu tombak panjang dan sebuah perisai.
ada salah satu penjaga yang diserang sekitar lima monster dirinya mulai mengajukan perisai yang ditangan kirinya lalu mengarahkan tombak panjang yang ujungnya tajam kedepan.
para monster itu mulai waspada lalu mulai berlari cepat mengarah penjaga itu dan salah satu monster meloncat dan ingin menerkam penjaga itu, penjaga itu yang mengetahui nya lalu mengangkat Tombak panjang nya keatas lalu menusuk monster tersebut.
"sial jumlahnya banyak sekali" gumam penjaga.
saat satu monster mati ada empat monster lainnya juga mulai menyerang penjaga itu, penjaga itu mulai menarik kembali tombaknya dan mulai menombak lagi kearah empat Monster lainnya alhasil satu monster mati
"groaarr"
tetapi sisa tiga monster itu langsung mulai menerkam penjaga itu dengan taringnya yang sangat tajam tetapi saat penjaga itu hampir terbunuh Ada seorang wanita yang membunuh tiga monster itu dengan cepat menggunakan dua pisau yang ada dikedua tangannya.
"no..nona Emily, Terimakasih nona". ucap penjaga yang masih terkejut saat dirinya terselamatkan.
"ya, mulai bantulah penjaga lainnya". ucap Emily yang bersimbah darah monster di bajunya dan sedikit darah diwajah cantiknya.
setelah itu penjaga itu mulai berlari membantu penjaga lainnya, lalu Emily mulai melanjutkan melindungi pedagang lain dan membunuh para monster yang dilihatnya.
sementara Xanders yang masih dikereta kuda dan dirinya mendengar suara para penjaga dan para monster bertarung, Xanders lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kereta kuda.
dirinya mulai tersenyum lebar dibalik topeng nya dan membuka pintu kereta kuda itu.
"jadi ayo kita mulai pestanya". gumam Xanders.
(maksudnya pesta untuk menaikkan Level nya)
...--------•--------...
sampe sini dulu ye
__ADS_1