
setelah selesai makan zaara langsung berangkat ke sekolah dan setelah tiba disekolah nabil menghampiri zaara yang sedang berjalan menuju ke kelas
"selamat pagi zaara, "senyuman maut"
"kenapa kamu pagi-pagi begini sudah senyam senyum, apa kamu masih waras? "menggeleng gelengkan kepala"
"tidak aku baik-baik saja"
"terus kenapa kamu terus terusa tersenyum? apa ada sesuatu di mukaku? atau aku berdandan terlalu menor? tapi perasaan aku tidak dandan"
"tidak ada apa-apa diwajah mu, hanya saja hari ini aku memutuskan untuk tersenyum setiap aku melihat zaara ku yang manis, "senyuman maut dikeluarkan"
"ada apa dengannya pagi ini apa dia salah makan atau jangan-jangan dia salah bantal, makanya sikap nya berubah seperti itu, "berkata dalam hati"
"tidak-tidak aku tidak salah makan dan tidak salah bantal,hanya saja aku ingin peringatkan kamu jangan berbicara dalam hati, "berjalan masuk ke kelas"
"hey dari mana kamu tahu kalo aku bilang kamu salah makan dan salah bantal, jangan-jangan kamu peramal, bukan jangan-jangan kamu penyihir, atau "berlari mengejar nabil"
"sudah-sudah jangan terus memaksa ku untuk menjawab pertanyaan mu itu, karena aku peringatkan kamu sekali lagi jangan berbicara yang tidak-tidak tentang aku di hatimu karena aku sudah pasti tahu"
Setelah jam makan siang selesai satria menghampiri zaara yang sedang duduk dengan putri dan putri tahu kalo satria menyukai zaara dan putri pun tidak ingin menghancurkan moment satria dan zaara berdua putri memutuskan untuk masuk ke kelas,
"zaar aku ke kelas duluan yaa ada catatan dari buk susan yang lupa aku salin tadi"
"kenapa kamu terburu-buru seperti itu? bisakan nanti saja salin catatannya"
"tidak-tidak buk susan bilang catatan nya harus segera di kembalikan,kalo begitu aku ke kelas dulu"
__ADS_1
"hay zaar kenapa putri pergi terburu-buru begitu?"
"iyaa, katanya dia ada catatan yang lupa dia salin jadi dia pergi untuk salin catatannya"
"ooh begitu, kamu sudah makan belum?"
"belum"
"kalo begitu pesan saja sepuasnya hari ini aku yang traktir untukmu"
"serius oke kalo begitu aku pesan, apa yaa yang enak?"
"boleh aku rekomendasi kan makanan yang enak untukmu?"
"boleh, cepat katakan makanan apa yang akan kamu rekomendasi kan untukku."
"hay zaar, boleh aku ikut gabung bersama kalian?"
"hay nabil, boleh duduk saja, oh yaa kamu mau pesan makan apa? pesan saja sepuasnya hari ini satria yang traktir"
"ohh yaa satria yang traktir, baiklah aku pesan apa yaa? tapi kalo kamu cuman traktir aku dan zaara aku merasa tidak enak dengan yang lainnya, apa kamu merasa tidak kasihan melihat yang lain mereka juga ingin di traktir, aku rasa kamu cukup paham apa yang ku katakan"
"nabil ini apa yang sebenarnya ingin dia lakukan,apa dia berusaha mendekati zaara, tidak aku tidak boleh gegabah pokoknya aku harus mendekati zaara pelan-pelan "berkata dalam hati"
"hmk, kamu kira aku tidak tahu rencana mu, kamu tidak boleh mendekati zaara apa lagi berusaha untuk mengambil zaara dariku karena zaara hanya bisa menjadi milikku "berkata dalam hati"
Tanpa zaara sadari ternyata dua cowok yang duduk di sampingnya ternyata diam-diam menyukai dirinya, satria berusaha tetap tenang di depan zaara dan tidak mau gegabah dan satria pun bersedia mentraktir makan untuk yang lainnya
__ADS_1
"apa yang kamu katakan nabil tentu saja aku akan mentraktir makan untuk semua orang yang ada disini"
"satria apa yang kamu katakan, nabil hanya bercanda kenapa kamu ingin mentraktir semua yang ada di sini"
"tidak papa tadi aku juga berniat untuk mentraktir mereka, tapi tiba-tiba saja nabil datang "berusaha untuk tetap tenang"
"oke baiklah, teman-teman dengarkan aku hari ini kalian bisa makan sepuasnya untuk hari ini, karena satria akan mentraktir kita semua bilang terimakasih padanya"
"terimakasih satria atas traktir nya "semua orang"
"apa yang kamu katakan nabil? cukup sudah aku mau ke kelas sebaiknya kalian berdua saja yang makan"
Zaara pergi meninggalkan nabil dan satria
"apa yang kamu inginkan nabil, kamu sengaja melakukan nya kan"
"aku hanya berpikir bahwa aku merasa tidak enak kepada yang lain jadi aku hanya ingin mereka merasakan bagaimana kalo di traktir sama satria itu saja, tenang saja kalo kamu tidak mampu bayar aku akan membantu mu membayar nya "senyum sinis"
"tiadak, tidK usah repot-repot aku bisa membayar nya sendiri dan sebaiknya kamu pergi dari sini"
"jangan marah aku sudah berencana untuk pergi dan satu hal lagi jangan berani mendekati zaara lagi karena zaara hanya menjadi milikku seorang"
Perseteruan nabil dan satria makin jadi mereka berdua berusaha untuk mendetekati zaara
"sebaiknya jangan terlalu banyak berharap kita lihat saja siapa yang akan mendapatkan hati zaara terlebih dahulu"
"baiklah kita lihat saja nanti"
__ADS_1