Smart Girl For Child Conglomerat

Smart Girl For Child Conglomerat
episode terakhir 51


__ADS_3

"zaara kamu melupakan sesuatu"ucap nabil yang mencoba mengejar zaara tapi nihil zaara berlari hingga lupa pada nabil


"aiissshh anak itu selalu saja lupa" ucap nabil yang merutuki nasibnya


*nabilpov


aku nabil steve seorang pemuda yang tergila-gila akan cinta, awalnya aku tidak percaya adanya cinta tapi setelah aku mengenalnya lebih dekat aku mulai mengerti apa artinya cinta yang sesungguhnya


 


cinta bukan hanya antara kedua insan yang menjalani saja, tetapi banyak orang yang terlibat didalamnya, cinta yang sesungguhnya adalah cinta terhadap keluarga dan sahabat


 


dia (zaara) dia mengajarkan ku arti cinta yang sesungguhnya bukan hanya cinta tetapi dia juga mengajarkan ku pentingnya keluarga,aku sangat bersyukur bisa mendapatkan cinta dari seorang gadis cantik yang memahami arti sebuah keluarga.


terimakasih cinta aku akan menjaganya selama hidupku dan terimakasih juga sudah hadir dihidupku dan mau merubahku menjadi seseorang yang lebih berani


pov end


*cerita cinta yang dibangun dengan lika liku itu sangat menyenangkan tidak hanya ada air mata dan kerinduan yang dialami nabil dan zaara tetapi bagaimana mereka bisa belajar arti cinta yang sesungguhnya


"zaara ayo kita pulang, bukankah kuliah mu sudah selesai?" tanya nabil


"iya sudah, tapi bukankah kamu akan mengajak ku kesuatu tempat apa kamu lupa?" tanya zaara yang sudah jengkel dengan nabil yang mudah sekali melupakan janjinya


"ooh iyakah apa aku pernah bilang seperti itu"


"aaakkhh sudahlah percuma aku bicara padamu, usiamu baru saja menginjak 21 thn tapi otak mu sudah mulai pikun" sungut zaara

__ADS_1


nabil hanya bisa terkekeh melihat tingkah zaara dan tidak berniat membalas ucapan zaara,nabil dan zaara pun berjalan menuju mobil dan menjalankan mobilnya menuju tempat yang dimana adalah tempat yang paling istimewa bagi mereka, tempat yang sangat romantis


ditengah perjalanan zaara tersadar bahwa jalan yang nabil lalui bukanlah arah jalan pulang kerumahnya "ini bukan jalan menuju kerumah ku, apa kamu lupa arah jalan pulang kerumah ku, atau jangan-jangan kita tersesat di tengah kota?" tanya zaara bertubi-tubi membuat senyum nabil merekah diwajah tampannya


"bukankah kamu ingin jalan-jalan denganku, kenapa kamu akhir-akhir ini terlalu banyak bicara rasanya kuping ku sudah panas saja"ucap nabil dengan senyum khasnya "aakhhh dan jangan kamu lupa dengan ucapan mu sendiri" ucap nabil yang dihadiahi pukulan dilengannya


"aakhhh sudahlah, ngomong-ngomong kita akan pergi kemana? bukankah ini masih sore dan kita akan pergi kemana, arrgghhh" suara perut itu berasal dari perut zaara karena sedari tadi dia belum makan siang


"kurasa kekasih ku saat ini sedang lapar, kita makan dulu setelah itu kita pergi ke taman bermain, gimana?" tanya nabil dan dijawab antusias oleh zaara


"call, aku setuju rasanya sudah setengah abad aku tidak pergi bermain disana" ucap zaara


setelah mereka sampai di sebuah cafe yang tidak terlalu besar itu mereka langsung memesan makanan yang akan mereka santap untuk perut mereka yang sedang meminta jatah untuk diisi


skip time


setelah selesai makan zaara dan nabil langsung bergegas kemobil dan menjalankan mobilnya untuk pergi ke taman bermain, ada banyak permainan yang disuguhkan disana sebut saja bianglala, rollercoaster dan permainan lainnya tetapi zaara ingin sekali bermain bianglala karena ia merasa dengan menaiki bianglala ia bisa melihat keindahan kota dimalam hari


"oouuhh, lihatlah aku ingin makan ini" tunjuk zaara pada jajan yang disukainya "bi aku mau ini satu, sama yang ini juga satu"tunjuk zaara sedangkan nabil hanya menganga rasanya tadi mereka baru selesai makan sebelum datang kemari tetapi gadis ini sudah mulai lapar lagi


"siapa yang akan memakan semua ini, bukankah tadi kamu sudah makan?" tanya nabil seperti angin lalu saja zaara tidak menjawab pertanyaan nabil dan malah menyuruh nabil untuk membayar makanan yang dipesannya tadi, setelah nabil membayar zaara langsung menarik tangan nabil untuk pergi pedagang lainnya zaara melihat ada sepasang bando cantik yang bertelinga kelinga dan kucing zaara mengambil sepasan bando itu dan menaruh bando itu diatas kepalanya dan bando satunya di kepala nabil yang berbentuk kucing sedangkan dirinya yang berbentuk kelinci


Nabil pov


rasanya gadis ini terlalu lincah sehingga aku tidak sanggup untuk meladeninya, dia terus saja menarik ku kesana kemari membeli ini dan itu rasanya aku salah membawanya kemari oouuhhh tuhan tolong aku, kenapa gadis yang aku cintai ini tidak mau diam


"huufff"aku menghela nafasku panjang rasanya aku sudah mulai kelelahan menghadapi nya tapi mau bagaimana lagi ini sudah terlambat untuk disesali mau menyesali nya sudah tidak ada gunanya lagi


malam semakin larut jam menunjukkan pukul 8 artinya para pengunjung disini sudah mulai ramai akhirnya zaara mau diam juga setelah tadi banyak permainan yang ia coba dan akhirnya zaara memutuskan untuk menaiki wahan yang ia sukai yaitu bianglala yang menampilkan keindahan kota dimalam hari aku akui ia sangat antusias untuk menaiki bianglala sehingga dari tadi ia rela berdesakan dengan pengunjung lainnya yang ingin menaiki bianglala dan akhirnya aku mendapatkan 2 tiket bianglala dan segera saja aku dan zaara menaiki wahana yang sedikit tergolong ekstrim menurut ku

__ADS_1


pada saat wahana mulai berjalan aku memandang wajah zaara yang sedari tadi tidak berhenti-henti nya untuk tersenyum aakkh rasanya aku ingin menciumnya


"terimakasih" ucapnya itu kalimat pertama yang aku dengar selama kami menaiki wahana


"untuk apa?" tanyaku


author pov


"semuanya, terimakasih sudah hadir dalam hidupku, terimakasih sudah mau bersamaku, terimakasih sudah mau menerima ku apa adanya, dan terimakasih untuk cinta yang kau berikan padaku sungguh aku sangat mencintaimu" ucap zaara dengan air mata yang sudah membasahi pipinya Nabil meraih lengan zaara dan memeluknya dengan erat


"seharusnya aku yang berterimakasih padamu, terimakasih sudah mau mengenalku lebih dalam, terimakasih mau menerima cintaku, terimakasih sudah menerima ku kembali, dan terimakasih sudah mau berjalan bersama ku walaupun aku tahu itu sulit buatmu, terimakasih untuk semuanya. aku sangat mencintaimu zaara


I LOVE YOU ZAARA RASYID


 


jangan pernah takut untuk terluka karena luka adalah awal dari keharmonisan, dan terluka juga mampu membuat siapa saja pernah merasakannya, ada banyak cara mencintai tanpa terluka, tetapi tidak ada yang terlepas dari yang namanya terluka karena siapapun yang ingin mencintai maka ia harus siap dengan luka


"kehadiran mu adalah anugrah terindah dalam hidupku, terimakasih cinta"


\\*\\*NABIL STEVE



"terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan terimakasih juga sudah mau mengenalku tanpa melihat kekurangan ku, aku sangat beruntung bisa mendapatkan cinta darimu"


\\*ZAARA RASYID


 

__ADS_1


*****TAMAT*


__ADS_2