Smart Girl For Child Conglomerat

Smart Girl For Child Conglomerat
suasan yang aku tunggu dari dulu


__ADS_3

sore hari berikutnya akhirnya nabil mengajak zaara untuk berkeliling di pinggir pantai dan mencoba menyatakan perasaannya kepada zaara


"zaara apa kamu tahu kenapa aku membawa mu jalan dipinggir pantai di sore hari"


"tidak aku tidak tahu"


"baiklah kalau kamu memang benar tidak tahu aku akan mengajakmu berkeliling dulu baru aku kasih tahu"


sebenarnya nabil berencana untuk melamar zaara tetapi karena nabil memikirkan sekolah zaara jadi nabil tidak jadi melamar zaara dan nabil hanya mengungkapkan perasaannya pada zaara


"zaara ayo kemari "mencoba mengajak zaara untuk bermain air" ayo bermain air denganku"


"nabil jangan bermain air nanti kamu sakit, nanti kalau kamu sakit aku tidak mau merawat mu okeh"


"iya baiklah aku tidak akan bermain air lagi "nabil keluar dari pantai sambil menyebur zaara dengan air"

__ADS_1


"nabil awas kamu yaah kemari jangan lari "zaara mengejar nabil dan mencoba untuk membalas nabil"


"zaara ayo coba kejar aku, membalikkan badan dan tidak melihat zaara di belakang" zaara dimana kamu"


zaara yang sudah berada di depan nabil mencoba menyiram nabil dengan air dan membuat nabil terkejut dan basah


"aku disini "menyiram nabil dan berlari"


"zaara awas kamu yaah aku akan balas tunggu aku "mengejar zaara"


nabil menangkap zaara dan memeluk zaara dari belakang karena tidak kuat menahan tarikan dari nabil akhirnya zaara jatuh ke pelukan nabil dan suasana romantis di pinggir pantai baru saja dimulai, nabil


"aku juga mencintaimu sangat mencintaimu "mencium kembali bibir nabil"


nabil dan zaara terhanyut dalam suasana romantis yang mereka ciptakan sendiri, nabil mencium bibir zaara dengan penuh romantis dan zaara pun membalas ciuman dari nabil

__ADS_1


hari pun semakin gelap aku terlelap dalam keromantisan singkat yang kami buat sendiri, jujur ini pertama kalinya aku mencium seorang laki-laki dan aku terbawa suasana oleh ciuman singkat yang membuat jantungku berdetak kencang, aku tidak bisa melepas ciuman nabil yang membuat ku semakin ingi mencium nya, aku tahu kalau kami masih seorang pelajar SMA kelas 3 tapi kami tidak bisa mengontrol hasrat kami agar tidak berciuman dalam kegelapan dunia yang dimana yang hanya aku inginkan adalah dia hanya dia aku ingin setiap harinya melihat senyuman nya dan juga mengucapkan selamat pagi untuknya tapi itu adalah sebuah ilusi ku sesaat, aku dan dia tidak akan pernah bisa keluar dari zona nyaman ini


"nenek ami, aah kalian sudah pulang ayo cepat nenek sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua"


"zaara, terimakasih nenek tapi ibu dimana?"


"nenek ami, ibumu sedang pergi kerumah pak RT, tadi pak RT datang kesini dan mencari ibumu dan nenek juga akan kerumah pak RT kalian tolong jaga rumah yaa "pergi meninggalkan zaara dan nabil berdua dirumah"


"zaara, baiklah nek hati-hati, oh yaa nabil ayo kita makan sekarang aku sudah lapar"


"aah iya baiklah aku juga sedikit merasa lapar"


aku tidak tahu entah situasi macam apa yang sedang kami rasakan sekarang, aku merasa jangtungku berdetak dengan cepat dan pikiran ku sudah kemana-mana aku tidak tahu apa yang sedang nabil pikirkan sekarang tapi aku berharap nabil juga tidak memikirkan apa yang kupikirkan sekarang


"nabil, kenapa kamu tidak makan tadi kamu bilangnya lapar"

__ADS_1


"ooh iya ayo makan sekarang "mengambil sendok dengan terburu-buru"


"apa kamu sedang sakit? kenapa kamu gugup begitu; mencoba memeriksa kening zaara" tapi kamu tidak panas apanya yang sala"


__ADS_2