Smart Girl For Child Conglomerat

Smart Girl For Child Conglomerat
kota byeongnam


__ADS_3

suasana di desa besuk


"nabil, zaara apa kamu merasa nyaman tinggal disini."


"yaah begitulah disini tempatnya sangat indah aku tidak tahu kalau masih ada tempat seindah ini"


"apa kamu tidak ada niat untuk kembali ke kota byeongam lagi"


"kalau untuk itu aku juga belum tahu, di kota byeongnam tempat aku dilahirkan, di kota byeongnam ayahku di kuburkan dan di kota byeongnam juga aku bertemu denganmu dan dimana pun tempat yang paling indah aku kujungi hatiku tetap akan berada di kota byeongnam"


"apa kota byeongnam begitu berarti bagimu?"


"yaah tentu saja tanpa ada kota byeongnam bagaimana aku bisa bertemu denganmu dan jatuh cinta padamu"


"zaara kamu sangat, baik aku mencintaimu sangat mencintai mu"


"nabil aku juga tidak mencintai mu "sambil berlari"

__ADS_1


"apa itu barusan "mengatakan sambil tertawa" apa itu kata dari hatimu "sambil mengejar zaara"


"tidak, tidak "merasa kegelian" itu bukan dari kata hatiku aku hanya berbohong, kenapa kamu menganggap serius "menyentuh wajah nabil dengan penuh mesra"


"zaara "memanggil dengan nada lemah lembut dan menyentuh wajah zaara dengan penuh mesra" aku mencintaimu " menghadapkan wajahnya kearah zaara dan ingin mencium bibir zaara"


zaara pun ingin mencium nabil tapi tiba-tiba nenek ami muncul dan menggagalkan momen romantis mereka


"nenek ami, ehem ehem apa aku mengganggu kalian?"


"zaara dan nabil, tampak malu-malu dan melepaskan pandangan mereka" zaara, tidak nenek ami kamu tidak menggangu kami, kalau begitu aku pergi duluan "gerogi"


"tidak nenek ami hanya saja, nenek ami datang di waktu yang tidak tepat"


"waah kamu tampak terang-terangan yaa sekarang, aku memberikan mu ijin untuk berpacaran dengan cucuku tapi tidak memberikan mu ijin untuk mencium cucuku"


"baiklah nek aku mengaku salah maafkan aku, hanya saja aku merasa"

__ADS_1


"tidak perlu meminta lagi pula dia adalah milikmu sekarang aku hanya bercanda tadi, kamu tidak perlu gerogi gitu, oh yaa nenek pengen tahu bagaimana kamu bisa jatuh cinta dengan zaara"


" aah nenek kenapa nenek jadi ingin tahu itu"


"nenek hanya penasaran bagaimana kamu bisa menaklukkan hati zaara yang seperti batu"


"itu nek, menurut ku zaara adalah gadis yang berbeda dari wanita yang lain, dia sangat baik dan juga dia gadis yang pintar, bagiku zaara adalah sebagian dari hidupku, apa kakek juga pernah mencintai nenek sama seperti aku mencintai zaara"


"sebenarnya aku adalah bukan nenek kandungnya zaara, ibunya zaara dulu kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya jadi kebetulan nenek bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumahnya ibunya zaara hanya mendapatkan kasih sayang dari nenek dan tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dan dia juga menganggap nenek seperti ibu kandungnya sendiri dan pada akhirnya nenek di pecat disana dan berpisah dengan ibunya zaara begitu saja, kalau masalah kakek nya zaara cinta atau tidaknya itu adalah urusan orang tua kamu tidak perlu tahu"


"aah nenek kenapa nenek pandai menyimpan rahasia dariku"


"nenek tidak pandai menyimpan rahasia, sebaiknya kamu pikirkan kapan kamu akan menikahi zaara"


"masalah menikah dengan zaara, aku harus tanya dulu dengan zaara dan ibunya"


"aah kamu ini kenapa kamu harus menjadi laki-laki yang lemah seperti ini, kalau perempuan ditanya dulu mau menikah atau tidak pasti dia akan menjawab tidak, coba kamu lamar dadakan dia contohnya kamu lamar dia pas kamu lagi berduaan dengan zaara dipinggir pantai atau dalam suasana romantis lah"

__ADS_1


"baiklah nek saya akan berusaha seperti yang dikatakan nenek, terimakasih banyak nek masukannya"


"iya kamu memang pemuda yang baik, sudah ayo kita pulang"


__ADS_2