
"zaara,tidak aku tidak sakit kenapa kamu memeriksa orang sembarangan seperti itu "
"aku tahu apa yang kamu pikirkan disaat seorang pasangan kekasih yang tinggal dirumah cuman berdua"
"tidak kok, kenapa kamu bisa ngomong sembarangan seperti itu"
"ayolah mengaku saja, aku juga memikirkan apa yang sedang kamu pikirkan, ayo lakukan itu sekarang "mencoba mendekati zaara"
"jangan berpikir yang macam-macam yaa nanti kalau sampai nenek sama ibu pulang bagaimana"
"tidak papa ibu sama nenek pasti akan lama di rumah pak RT;mecium zaara"
"mencoba melepas tapi nabil mencium zaara dengan penuh hasrat" nabil apa yang kamu lakukan cepat lepaskan dan selesaikan makanan mu sekarang "marah"
"oke baiklah sayangku"
tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah dan zaara pun bergegas untuk membuka pintu
"itu pasti ibu dan nenek sudah pulang, tunggu disini jangan kemana-mana"
__ADS_1
"zaara kalau ibu dan nenek pulang mereka tidak akan pernah mengetuk pintu, kamu tunggu disini biar aku yang membuka pintu nya, nanti kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana sebaiknya kamu tunggu disini"
"tidak kamu orang baru disini, kamu belum mengenal terlalu banyak orang jadi duduk diam dan makan saja maknan mu, iyaa tunggu sebentar"
aku tidak tahu kalau yang datang bertamu di malam hari adalah pengawal dan ayahnya nabil kalau aku tahu aku tidak akan membukakan pintunya dan membawa nabil pergi dari rumah nenek
"zaara, iya cari siapa "terkejut dan tidak bisa berkata-kata" direktur anda disini,,,,"
"direktur, jangan bertele-tele denganku dimana kamu menyembunyikan nabil, cepat suruh dia keluar"
tak lama kemudian nabil keluar dan menanyakan pada zaara
"nabil apa seperti itu caramu menyapa ayahmu dimana sopan santun mu selama ini, apa karena perempuan ini sehingga kamu berubah"
"cukup ayah jangan bawa zaara dalam masalah ini, aku sendiri yang memutuskan untuk pergi dari rumah dan mencari zaara"
"cukup sudah ibumu dan kamu sama saja sama-sama egois, pengawal bawa nabil pulang"
"pengawal, baik tuan "menyeret nabil"
__ADS_1
"zaara, tunggu direktur saya ingin bicara berdua dengan anda direktur"
semua orang terdiam mendengar zaara ingin bicara berdua dengan direktur dan direktur pun menyetujui apa yang zaara katakan
"baiklah aku juga ingin bicara denganmu "berjalan mencari tempat buat mengobrol"
"tuan saya tahu kalau saya dan ibu saya adalah orang miskin saya tahu nabil adalah anak anda tapi saya juga tahu kalau istri dan putra-putra anda meninggalkan anda, bahkan putra anda yang pertama menganggap anda sebagai seorang pembunuh, saya tahu bagaimana perasaan direktur saat ini"
"gadis kecil apa kamu sekarang mencoba menceramahi ku apa yang harus aku lakukan dan apa yang tidak boleh kulakukan, kamu itu hanya anak seorang pembantu kamu tidak berhak mencampuri urusanku"
"itu yang saya suka dari direktur keegoisan direktur, direktur tidak tahu kalau istri direktur sebelum meminta cerai dengan direktur, istri direktur menelpon saya dan menceritakan semuanya kepada saya, saya tahu kalau anda yang telah membunuh pacar anak tuan steve sendiri, apa direktur masih berpura-pura tidak tahu"
"apa kamu mencoba mengancam ku?"
"tidak direktur saya tidak mengancam direktur, tapi hanya saja saya tidak bisa menyimpan rahasia ini sendiri dan nyonya steve juga sepertinya sudah tidak sanggup menyimpan rahasia sebesar itu"
"kamu apa yang inginkan sebenarnya?"
"itu pertanyaan yang bagus direktur saya suka pertanyaan anda, simpel saja saya hanya ingin anda tidak membawa nabil pergi dari sini, dan saya ingin direktur juga pergi sendiri saja"
__ADS_1