
" nabil ayo bangun, makan dulu"
"kenapa kamu lama sekali, aku sudah rindu padamu apa kamu tidak rindu padaku" ucap Nabil manja
"ayo bangun dulu aku akan menyuapi mu, dan kita akan pergi berjalan-jalan di sekitar sini kamu pasti sangat bosan dikamar terus kan" ucap zaara yang sudah duduk di pinggir ranjang nabil
"baiklah aku setuju, tapi bisakah hari ini kita pergi ke pantai? aku sangat ingin kepantai sore ini" ucap Nabil lagi dengan manjanya
"oke setuju, tapi makan dulu yaah setelah itu minum obatnya biar cepat sembuh, aam buka mulut mu " ucap zaara sambil menyuapi Nabil dengan penuh kasih sayang walaupun saat ini hatinya antara gelisah dan senang karena bisa bersama Nabil walaupun hanya sebentar, gelisah karena ia bingung apa yang akan ia katakan pada Nabil nantinya
"baiklah aku akan makan tapi mendekatlah dulu ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu" ucap Nabil berusaha menyuruh zaara untuk mendekati nya
__ADS_1
"apa? " tanya zaara tapi ia tetap mengikuti perkataan Nabil untuk mendekat kearahnya dan dengan sekejap mata Nabil mencium kening zaara
cupp
"aku mencintaimu zaara sangat mencintai mu jangan tinggalkan aku" ucap Nabil sambil menatap dalam manik mata zaara, zaara hanya diam mencoba mencerna ucapan nabil "sekarang suapi aku, aku sudah sangat lapar" ucap Nabil mencoba membuyarkan lamunan zaara
"nabil apa yang kamu lakukan? kenapa tiba-tiba bersikap seperti ini!!" ucap zaara yang tersadar dari lamunannya
Setelah selesai menyuapi nabil makan dan menyuruh nabil minum obat mereka berjalan keluar dan bersiap siap untuk pergi ke pantai karena nabil ingin melihat sunsetan, di satu sisi ayah nabil dan ibunya nabil berbicara di ruang belajar
" sekarang apa yang ingin kamu rencanakan, kamu berencana untuk menyatukan nabil dan itu, apa itu yang kamu rencanakan? " ucap tuan Steve, ucapnya sedikit sinis sambil melihat kearah luar jendela tanpa melihat lawan bicaranya
__ADS_1
"iyaa kalo memang iya kenapa? aku tidak ingin nabil seperti itu terus, aku sudah berusaha merawatnya tapi tidak ada kemajuan sama sekali tapi setelah zaara datang dan merawat nabil langsung sembuh, aku tahu kalo aku adalah ibunya tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa padanya" nyonya Steve hanya bisa menangis melihat putranya semakin hari semakin terpuruk
"kamu beraninya kamu melawanku hanya demi gadis itu, apa kau tahu aku bersusah payah untuk menjauhkan nya dari Nabil dan kau malah, aku tidak menyangka tindakan mu sangat gegabah" ucap tuan Steve marah
"aku sudah berusaha keras membuat nabil melupakan zaara tap tetap tidak bisa, dan sekarang aku malah senang melihat nabil bisa tersenyum lagi, kalo anda masih berpikir untuk memisahkan mereka anda tidak akan pernah bisa memisahkan mereka lagi"
"apa kamu berusaha mengancam ku?"
"tidak aku tidak mengancam mu aku hanya berusaha mengingat kan mu, kalo anda tidak akan mampu memisahkan mereka lagi " pergi meninggalkan direktur"
"aaaah kamu beraninya kamu berbicara seperti itu padaku lihat saja aku akan segera mengumumkan pertunangan nabil lagi dan tidak akan pernah membatalkan nya lagi " marah dan membuang barang-barang"
__ADS_1
tiba di pantai zaara langsung berjalan menuju ke pantai dan menikmati senja di sore hari dan tanpa di sangka nabil membuat pernyataan pada zaara dan berjanji tidak akan pernah meninggalkan zaara lagi