
Ayah nabil sangat marah dan menyuruh pengawal untuk mencari nabil dan sebelum pengawal keluar nabil sudah pulang dan di suruh untuk menemui ayahnya
"cepat pergi cari nabil sekarang juga bawa dia kehadapan ku"
"tuan nabil sudah pulang"
"suruh dia kesini"
nabil masuk ke ruangan dan berbicara dengan ayahnya
"ayah ada apa ayah mencariku apa ada yang ingin ayah katakan padaku? berkata dengan bangga"
"ayah akan kasih kesempatan padamu untuk memilih, tinggalkan gadis itu atau hidupnya akan menderita selama nya"
"dengarkan aku, aku rasa ayah telah salah menilai zaara, zaara bukan tipe yang seperti ayah maksud dia gadis yang baik dan aku mencintainya, ayah kumohon jangan ganggu kehidupan zaara karena dia adalah hidupku"
__ADS_1
"ayah nabil marah dan menampar nabil" kakak mu besok akan pulang jadi jemput dia dibandara"
"apa kakak akan pulang?"
"jangan khawatir ayah akan menelpon wali kelas mu dan kamu tidak usah pergi ke sekolah besok, karena kamu harus menghadiri rapat bersama kakakmu"
"tapi ayah,,,,"
"pergi dan tidurlah"
"ibu bagaimana dengan hutang kita yang kemarin? apa ibu sudah melunasinya"
"itu nak, ibu belum sempat membayar hutang karena ibu harus membayar banyak sewaan jadi jangan khawatir secepatnya ibu akan membayar hutang ibu"
"ibu kenapa ibu hanya menyebutkan hutang ibu saja itu juga hutang zaara, jadi jangan khawatir zaara jug akan membantu ibu untuk melunasinya"
__ADS_1
disatu sisi zaara merasa bersalah karena telah berbohong pada ibunya dan di sisi lain nabil sangat mempercayai zaara atas hubungan mereka yang semakin hari semakin banyak ancamannya
"zaara apa saja yang kalian lakukan tadi sama nabil? ibu berharap kamu bisa melewati semua rintangan dengan nabil"
"ibu sepertinya aku sudah tidak sanggup mempertahankan hubungan ku dengan nabil, semuanya terlalu melelahkan"
"sayang setiap hubungan itu pasti ada ujiannya jadi anggap saja ini adalah jalan terbaik untukmu dan juga nabil, jangan pernah kecewakan dia, ibu melihat dimata dan hati nabil itu cuman ada kamu"
"ibu jangan menggodaku, walau bagaimana pun dunia kita dengan nabil sangatlah jauh, dunia memang tidak adil kenapa harus ada si miskin dan si kaya"
"jangan pernah memikirkan hal yang semacam itu, menurut ibu dunia itu sudah cukup adil kenapa harus ada si miskin dan si kaya karena si miskin cukup beruntung mendapatkan si kaya, kamu adalah anak baik makanya nabil itu bisa suka padamu, jangan pernah berpikir yang macam-macam lagi sayang itu sudah takdir mu bisa di pertemukan dengan Nabil menurut ibu kamu adalah orang yang paling beruntung bisa mendapatkan hati nabil, coba lihat yang lain mereka harus bertekuk lutut agar bisa mendapatkan cintanya Nabil, jadi jangan pernah menyalahkan takdir oke " ucap nyonya Rasyid panjang lebar
"iyaa ibu aku mengerti, tapi aku takut ibu ayahnya Nabil tidak suka sama zaara buk bagaimana kalau beliau menentang hubungan aku dan Nabil buk aku tidak mau kalau sampai itu terjadi buk, aku sayang sama Nabil buk aku tidak mau kehilangan dia buk aku tidak mau hiksss....hikssss" ucap zaara sambil menangis
"iya nak ibu mengerti atas kekhawatiran mu"
__ADS_1