
"Sudah selesai beli obatnya dan kita cari tempat dulu agar bisa mengobati lukamu"
"kalo begitu ayo kita ke kafe"
setibanya di kafe zaara langsung mengobati luka nabil dan nabil merasa sedikit mendesah kesakitan "aahh pelan pelan"
"apa sesakit itu?"
"iyaa, kalo tidak percaya biar aku melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan tadi"
" tidak itu tidak perlu aku akan mengobati lukamu dengan hati hati"
Nabil ingin sekali bertanya pada zaara namun sikap zaara yang tidak karuan membuat hatinya bingung harus bertanya atau tidak
"kenapa kamu diam begitu, apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan?"
" tidak, tidak ada yang ingin kutanyakan"
"kalo tidak ada ya tidak papa, tapi jangan membuat ekspresi wajah mu seperti itu"
"apa, kenapa dengan ekspresi wajah ku? apa menurutmu aku tampan dengan ekspresi wajah seperti ini." sambil menggoda zaara yang sedang mengobati luka di kepalanya"
__ADS_1
"apa kamu terus membuat lelucon seperti ini, kalo kamu terus membuat lelucon lukamu tidak akan perbani"
"oke oke baiklah, jangan cepat marah aku hanya bercanda"
"sudah selesai lukamu sudah di perbani, kalo begitu aku pulang dulu"
"apa kamu ingin pulang secepat itu? apa kamu tidak ingin menghabiskan waktu dengan ku? apa kamu membenci ku?
"tidak tidak, aku hanya ingin pulang cepat hari ini karena aku harus menemani nenek ku dan menghabiskan waktu bersamanya setiap akhir pekan jadi aku harus pulang. dan soal membenci, aku tidak pernah membenci mu aku hanya kesal padamu jadi jangan tersinggung"
"kalo begitu apa aku boleh ikut dengan mu? dan menghabiskan waktu bersama dengan nenek mu. kalo kamu diam berarti aku anggap kamu setuju atas permintaan ku"
"baiklah kamu boleh ikut. tapi dengan satu syarat."
"syarat nya adalah kamu tidak boleh memasang wajah dingin mu terhadap nenek ku pasanglah wajah senyum seperti ini nih,
"memasang wajah senyum sumringan" apa kamu bisa melakukan nya?"
"tentu saja aku bisa, kamu pikir aku ini cowok yang tidak punya senyum yaa."
"kalo begitu mana senyum mu aku ingin melihatnya, coba tunjukkan dulu padaku"
__ADS_1
"aaahh tidak orang orang melihat kita, aku merasa tidak suka kalo orang orang melihat ku seperti itu. aku akan menunjukkan senyuman mautku yang bisa membuat mu jatuh cinta padaku tenang saja."
"apa kamu sedang menggombaliku?
"tidak itu kenyataan, lihat saja aku akan membuatmu jatuh cinta pada ku cepat atau lambat, sampai" kamu tidak bisa melupakan ku"
"aku ingin lihat seperti apa kemampuan mu, oke baiklah ayo kita pulang sebelum nenek tertidur"
Zaara tidak menganggap serius perkataan nabil, Karena baginya itu hanyalah lelucon sesaat yang membuat nya terhibur walaupun dia merasa kurang mengerti apa maksud dari perkataan nabil.
"yaakk kalau jalan itu pelan-pelan kenapa kamu berjalan cepat sekali" gerutu zaara
"kalau jalanya pelan kapan sampainya nona gitu aja lelet dasar lembek" ucap Nabil
"yaak kau berani nya kau bilang aku lembek" tunjuk zaara
"yaa itu memang benar kan dasar pendek" hina Nabil
"Yaa aku bukan pendek, hanya saja kurang tinggi" ucap zaara tak mau kalah
"itu sama saja, tinggi itu keatas bukan kesamping" tawa Nabil
__ADS_1
"maksudmu aku gendut gitu" ucap zaara penuh amarah "berani sekali kamu berkata seperti itu aku benci padamu sebaiknya kau pulang saja dasar tiang" ucap zaara mengacuhkan nabil