
"ayo.." ajak atalan membuka kan pintu dengan tombol untuk kedua gadis tersebut
kedua gadis itu kikuk melihat mobil mewah serta oran didalamnya
"jadi ngak nih" ajak atalan lagi
"eh iya, ayok ta" ucap qila memapah zenita
Mobil pun melaju keasrama
"tunggu ya atalan kami izin sebentar" ucap qila. qila dan zenita masuk keasrama.
"assalamualaikum " ucap kedua gadis itu didepan sebuah rumah
"waalaikum salam, sebentar" jawab orang didalam. tak lama keluar seorang ibuk ibuk. yang ternyata adalah istri penjaga asrama bernama bu komariah
"ya kenapa nak?" tanya ibu komariah
"emm kami minta izin ingin pulang kampung sebentar, ayah zenita meninggal bu" ucap qila.
"innnalillah, ya sudah. hati hati. kalian pergi naik apa? " tanya buk komariah
"bareng atalan bu" jawab qila.
__ADS_1
"kami keatas sebentar bu" ucap qila lagi
"ya. sabar ya nak. semua pasti akan kembali pada sang pencipta" ucap bu komariah menyemangati zenita
"ya bu" jawab zenita
Sesampai didepan kamar.
tok.. tok....
"ya bentar gue bukaiin" ucap aulia dari dalam
pintu terbuka.
"kenapa ada yang sakir? ucap dani dari dalam dengan khawatir. ya dia pasti khawatir karena dia yang paling tua disini dan sudah menganggap ketiga gadis ini sahabat sekaligus adiknya.
"tidak, kami ingin pulang kampung" ucap zenita
aulia dan dani hanya mengernyitkan dahi, heran.
"ayah zenita meninggal dunia" ucap qila
"OMG... " ucap aulia menutup mulutnya
__ADS_1
"turut berduka cita ya ta" ucap dani
"kalian bisa izini kami ngak hari ini dan 2 hari kedepan" ucap zenita
"ya bisa, aku kenal anak dosen yang mengajar jurusan kalian. nanti aku minta tolong dia" ucap dani
"baiklah kami pergi dulu"ucap qila.
"hati hati" ucap dani.
"udah? yuk buru, nanti kemaleman sampenya" ucap atalan.
kedua gadis itu naik. mobil pun melaju membelah jalan. perjalanan menuju kampung zenita dan qila memakan waktu kurang lebih 6/7 jam tergantung pengemudi. jika memakai kereta api bisa sampai 5/6 jam.
Didalam perjalanan zenita banyak diam dengan raut wajah sedih dan itu membuat atalan khawatir.
"sebaiknya kalian tidur karena perjalanan ini akan panjang". ucap atalan
"baik" ucap qila.
karena sangat sedih zenita tidak bisa tidur hanya melihat keluar jendela mobil dengan pikiran entah kemana melayang nya. atalan ikut sedih melihat zenita karena dia pernah merasakan apa yang dirasakan zenita, kehilangan salah satu orang tua yang amat disayang.
Ya seperti yang kalian tahu atalan dan zylando kehilangan ibunda tercinta. saat itu umurnya baru 12 tahun sedangkan zylando 14 tahun. saat itu adalah saat saat menyedihkan terpuruk baginya dan kakaknya zylando.
__ADS_1
saat itu zylando tidak mau makan, terus mengurung diri. hal itu pula yang membuat atalan bertambah sedih bukan hanya kehilangan ibu dia kehilangan sosok kakak periang yang selalu ceria dan selalu melindungi nya. nah guys saat itu lah zylando mulai dingin dan cuek pada semua orang termasuk atalan dan ayahnya. tapi itu tidak menghilangkan rasa sayang zylando pada adik dan ayahnya, begitupun atalan tidak kehilangan rasa sayangnya pada kakaknya itu. walaupun cara nya dingin tapi dari umur atalan 12 tahun kakaknya selalu melindunginya dan mengajarinya. dan pada saat itu atalan merasakan kasih sayang seorang kakaknya walaupun berbeda dari yang dulu ia rasakan.