Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
teman baru ll


__ADS_3

Keluar lah seorang laki laki paruh baya, membukakkan


Pintu mobil.


"mau kemana non?" tanya laki laki itu


" cari tempat makan kang" ucap aulia


"baik, silahkan" laki laki itu membukakkan pintu


Mobil dan mempersilahkan keempat gadis itu masuk.


(didalam mobil)


" jadi guys ini kang usman, supir keluarga kami" ucap aulia


Kang usman hanya tersenyum.


Tak butuh waktu yang lama, mobil yang membawa keempat


Gadis tersebut sampai disebuah rumah makan keluarga dani


( di depan pintu restoran)


"malam mbak," sapa penjaga kasir restoran itu


Keempat gadis itu tersenyum dengan tidak menghentikan langkahnya


"meja saya udah bersih?" tanya dani pada pelayan restoran


"udah mbak silahkan, ini menunya mbak" ucap pelayan itu


Keempar gadis itu duduk dimeja pojok dekat dinding kaca yang menghadap


Langsung Kepantai, memperlihat kan keindahan malam diarea pantai


"saya yang biasa ya ayam spesial" ucap dani


"baik, mbak aulia?" tanya pelayan


"saya sambal asam manis pake udang" ucap aulia memperlihatkan ekspresi ceria

__ADS_1


"baik, mbak berdua? Tanya pelayan lagi


"saya jeroan saja" ucap zeni


"saya sama kayak aulia aja deh" ucap qila


Pelayan tersebut pun pergi keruang dapur.


"dani ini rumah makan lo atau keluarga lo" tanya qila


"sama aja, kan punya keluarga ya punya dia juga" ucal zeni


"ngak ini memang punya gue sendiri gue yang beli sendiri, orang tua gue bisnis emas,


Mana mau ngurus restoran kecil ini" jelas dani


"kok lo mau, bukannya nerusin usaha keluarga lo lebih untung," tanya zeni


" usaha keluarga itu nanti bakal gue urus sama adik laki laki gue setelah gue lulus,


Restoran Ini gue beli karena..... Yah kepengen aja ada tempat makan sama nongkrong


Sendiri kan asik" jelas dani


" apan sih sotoy lu" ucap dani sinis


" jadi ini restoran yang mengingatkan dia pada mantannya


Yang ternyata pencopet itu, (baca episod 2) nah disini


Tempat mereka berdua nongkrong sama tu cowok


Pernah bilang mau jadiin restoran ini milik berdua gitu" jelas aulia


"dani belom bisa move on toh" ucap zeni


"enak aja, dia udah gue lupain, ya ini gue beli karena itu kan


Janji kalo ngak ditepati dosa jadi gue sendiri yang beli biar


Jadi milik gue. Lagi pun disini suasananya enak, apa lagi

__ADS_1


Pemandangannya" ucap dani melihat kearah pantai dengan


Tatapan kosong seperti sedang melamun.


" bener udah move on, tapi kok aku sering lihat kamu


Nyuruh kang usman ngatar makanan ke penjara tempat dia" ucap aulia


" gue tu udah MOVE ON, udah lupa sama dia, tapi itu karena kasihan


Setelah dengar dia anak yatim ngak punya siapa siapa kan kasihan" ucap dani


" iya deh iya, ngak usah ngegas juga" ucap aulia


Tak lama makanan mereka datang, keempat gadi itu memakan makanan tersebut.


Dari seberang meja ada seorang pria yang terus memperhatikan keempat gadis tersebut


Awalnya dani sempat risih dengan tatapan pria itu, namun dia menganggap itu hanya orang


Yang menyukai mereka.


Pria itu berdiri dan berjalan menuju meja keempat gadis tersebut.


"hay....


"hay masih ingat aku?" tanya pria itu


mata keempat gadis itu tertuju pada pria itu, sontak qila mengatakan


" pinky" ucap qila dengan menutup mulutnya mengggunakan telapak tangan


Mata ketiga gadis berpindah tujuan kearah qila, mereka bingung apa yang


Yang terjadi, siapa pria itu.


"eh apa, pinky. Kenapa?" tanya pria itu dengan bingung


"ah maaf maaf, sontak aku teringat lo yang menabrak gue ditangga


Dengan sweater pink, tas pink serta sepatu pink, karena itu aku menyebut lo

__ADS_1


Pinky" jelas qila


"ah itu karena aku nginap dirumah pacar Teman ku, sweater, tas sama sepatu pink itu milik dia." jelas pria itu


__ADS_2