Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
ibu mertua


__ADS_3

"apa kah kau bisa mengaji" ucap zyen.


"hus, panggil kakak dia lebih tua dari mu" ucap zenita.


"ah iya maaf bang" ucap zyen


"hah apa aku setua itu dipanggil abang? kakak saja? " ucap atalan bingung.


"hahhhha" tawa zenita, zyen dan qila yang baru datang secara bersamaan


"kakak sama abang sama saja nak, yang membedakan kalau kakak bisa digunakan pada perempuan maupun laki laki, sedangkan abang untuk laki laki yang lebih tua saja" jelas ibu ijah


"ah begitu" ucap atalan dengan wajah merah seperti tomat.


qila, zyen dan zenita hanya tertawa tipis


"ah kau bertanya tadi apa aku bisa mengaji? tentu saja" ucap atalan mengalihkan topik.


"bagus lah ayo abang kedepan" ajak zyen


tak lama banyak orang berdatangan. setelah membaca yasin bersama, semua orang memakan santapan yang ada didepannya.


atalan hanya diam bingung.


"ayo dimakan nak atalan" ajak bapak bapak disana.


"iya pak" ucap atalan

__ADS_1


"apa abang tidak suka makanan seperti ini? beginilah dirumah kami bang" ucap zyen disebelah atalan. makanan disana memang sederhana. hanya nasi putih sepotong semangka diatasnya, gulai ikan dan sambal pete, minumnya hanya teh manis.


sebenarnya atalan bukan tak suka dengan makanan ini mengingatkan iya pada ibu nya yang dulu sering memasak sambal pete.


"tidak ini makanan yang aku rindukan" ucap atalan dengan wajah ceria


semua orang disana tetawa melihat tingkah atalan yang seperti mendapat mainan baru, padahal ini hanya makanan sederhana harusnya orang seperti atalan makan pizza, spageti itu lah yang dipikirkan orang-orang.


ibu ibu dibelakang termasuk qila dan zenita ikut tertawa mendengar dan melihat tingkahnya.


"wah nak zenita siapa mu nih" ucap salah satu ibu


"ah teman sekampus bu" ucap zenita


"ah masa iya teman sampai mau mengantar sampai kesini jauhnya, apa pacar nak qila" ucap ibuk yang lain.


"apa iya kik malu malu sih" ucap ibu qila


"ngak ko mak bukan mak" ucap qila pada ibu nya.


setelah acara selesai semua orang pergi.


tinggal orang rumah yang harus membereskan rumah termasuk atalan.


akhirnya semua selesai.


atalan duduk dikursi tamu bersandar.

__ADS_1


"capek ya nak, maaf ya merepotkan. lain kali duduk saja ya" ucap bu ijah


"eh engak kok bu" ucap atalan *masa iya aku jadi raja disini, aku kan harus baik didepan ibu mertua, hehhe* ucap talan dalam hati.


"bagi kami tamu adalah raja nak atalan. ibuk permisi kekamar ya" ucap bu ijah


atalan terkejut bagai mana bu ijah tau isi hati atalan pikirnya.


"ini minumnya" ucap zenita menyodorkan teh manis yang masih ada didapur (bukan sisa orang tapi ini yang ada diteko)


"terima kasih" ucap atalan tersenyum.


zenita hanya membalas dengan senyuman setelah duduk.


"ah aku juga capek masa aku ngak ditawari" ucap zyen baru muncul dari dapur bersama qila


"tau nih aku juga temannya ngak ditawari tuh" ucap qila.


"iya iya aku ambilin" ucap zenita menuju dapur.


qila dan zyen duduk disofa dekat atalan. mereka berbincang bincang bagaimana atalan bisa mengenal kedua gadis itu


tak lama zenita membawa tekon dan 3 gelas keruang tamu.


"ini marah minta minum malah dibawa setekon" ucap qila


"ini minum kan" ucap zenita

__ADS_1


kedua lelaki disana hanya tertawa melihat perdebatan kecil sahabat itu


__ADS_2