
setelah dari sungai ketiga orang tersebut bergegas pulang karena merasa sudah kedinginan. setelah mengantar qila. zenita dan atalan menjemput zyen yang tengah belajar dirumah alisa (alasan saja padahal mejeng, ya kalian tau mejeng yaitu pacaran)
"kenapa kalian? habis disiram sama ibu ibu, hahha" tanya zyen meledek
"pa an sih, kita kesungai" jelas zenita
"ya ampun kakak berdua udah tua kok main kesungai" ucap alisa
"ia nih ngak ada yang seru disungai" timpal zyen
"ah udah pulang yuk dingin nih. balik ya sa, rajin sekolah jangan bucin amat" ucap zenita
"ya elah dingin ya peluk bang atalan kan beres" goda zyen
"bukan muhrim" ucap atalan dengan santai
"hati hati ya kak, tenang aja aku ngak bucin dia nih bucin " tunjuk alisa kezyen
"kok aku sih yang" ucap zyen memelas
"udah sana pulang kakak mu kedinginan tuh" ucap alisa.
"ya dah sayang kuh, by" ucap zyen
"bucin" ucap zenita masuk kemobil atalan
sesampai dirumah mereka berganti pakaian, lalu duduk diruang tamu mengobrol dengan ibu ijah.
__ADS_1
"bagaimana ta, kau sudah berpikir akan bekerja apa dan dimana? tanya bu ijah
"emm blum bu" jawab zenita
"bagaimana kalau aku cari tau diperusahaan kakak ku mungkin ada lowongan, yah tapi mungkin ngak langsung jadi atasan sih" ucap atalan
"tidak perlu" ucap zenita tidak mau merepotkan
"memangnya bang atalan punya abang " tanya zyen
"punya dia orang satu satunya yang aku punya diindonesia kecuali papa ku yang ada di itali. kakak ku mengurus cabang perusahaan ayah yang didirikan oleh kakak ku sendiri" jelas atalan
"kakak mu bekerja diperusahaan apa nak? " tanya bu ijah penasaran
" perusahaan EZHAR bu" ucap atalan
"perusahaan besar itu, wah kau adik nya nak? " ucap bu ijah kaget
ibu ijah baru mengerti saat ia mengingat mobil yang dibawa atalan, pasti bernilai jutaan. mungkin milyaran pikir bu ijah.
"kalau begitu nak bantu anak saya untuk bekerja disana ya" ucap bu ijah antusias
"diusahakan bu" ucap atalan.
"baiklah ibu masuk dulu ya sudah larut dan kau zyen tidur lah" ucap bu ijah berjalan kekamar nya
zyen mengikuti kata ibunya dan kini tinggal lah dua orang diruang tamu itu.
__ADS_1
"kau tak perlu membantu ku, aku berencana berjualan makanan, karena aku hobby memasak" ucap zenita tersenyum
"benerkah boleh aku mencobanya" ucap atalan antusias
"boleh kalau bayar hahha" canda zenita
"baik lah aku akan borong" ucap atalan
zenita hanya tersenyum.
"aku masuk duluan ya ngantui nih" ucap zenita
"mimpi indah" ucap atalan yang dibalas lambayan tangan dari zenita tanpa menoleh.
*mimpi indah bersama ku didalamnya* ingin itu yang diucapkan atalan tadi
keesokan harinya atalan,zenita dan qila sudah bersiap akan pergi kekota xxx lagi melanjutkan kuliahnya.
"pamit ya bu" ucap zenita pada bu ijah
"jaga diri mu baik baik" ucap bu ijah
"ayuk pamit ya dik" ucap zenita pada zyen
"hati hati ya ayuk jangan kelelahan karena bekerja" ucap zyen
"jaga anak ibu baik baik ya nak atalan, nak qila. kalo ada apa apa beritau" ucap bu ijah
__ADS_1
"baik bu kami pamit" ucap atalan
mobil atalan melaju meninggalkan kediaman zenita