Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
pernyataan


__ADS_3

## diasrama


"udah lo harus balik lo harus profesional bekerja. gini aja lo diamin aja dia. kalo dia merasa suka pasti dia bakalan datang ke elo kalo ngak ya udah lo harus move on" ucap dani


"ia gue setuju" ucap aulia


"eh tau ngak qila sekarang dekat loh sama atalan" ucap dani mencoba mengalih kan topik


"oh ya wow lampu hijau nih" ucap zenita


"ah ngak juga kayak nya dia cuma anggap gue temen" ucap qila


"semangat dong " ucap zenita


"lo juga harus semangat " ucap qila


"ayo semangat " ucap mereka kompak


"ya udah gue balik ya udah 20:15" ucap zenita


"dah hati hati ya jangan nangis lagi" ucap dani


zenita sampai dirumah tak ada siapa pun ia merasa lega mungkin bos keluar cari makan batin zenita


saat hendak masuk kamar zenita mendengar pintu depan terbuka. ia langsung berbalik dan masuk lah atalan


"hai udah tugasnya" sapa zenita


"balik dulu hari ini teman gue pergi dengan orang tuanya besok gue pergi lagi" ucap atalan datar


*kenapa ya atalan apa dia lagi kesal sama orang, ah ya udah lah* batin zenita


"lo udah makan lan" tanya zenita

__ADS_1


"blum" ucap atalan


"oke tunggu gue masakin" ucap zenita


tak lama masakan telah siap atalan datang langsung makan tanpa basa basi seperti biasa zenita semakin penasaran. ia berniat bertanya saat atalan selesai makan.


atalan pun selesai makan


"lu kenapa lan" tanya zenita


"ngak papa" ucap atalan


"kalo ada masalah ceritain karena kalo udah diceritain pasti langsung plong" ucap zenita


atalan hanya diam


"ya udah jangan dipikirkan kan" ucap zenita mengambil piring kotor dimeja


"ngak" ucap zenita


"lo ada cinta sama cowok " tanya atalan


zenita semakin bingung dengan pertanyaan atalan


" ya adalah bapak ku sama adikku zyen" ucap zenita


"bukan mereka tapi cowok lain" ucap atalan


"kenapa sih apa hubungannya, kok malah nanyain ini" tanya zenita saat selesai duduk disebelah atalan


atalan menatap zenita mendekatkan wajah nya lalu mengecup bibir zenita. zenita yang bingung sontak mundur kesandaran kursi.


"gue cinta, gue sayang sama lo" ucap atalan

__ADS_1


zenita bingung dengan keadaan ini


"lo suka sama kakak gue " tanya atalan menatap intens zenita


deg.. zenita merasa tersambar petir mendengar pernyataan atalan


"kenapa diam, jadi bener lo suka kak zylando" ucap atalan


"yah kalo suka silahkan tapi lo ngak bakalan ketemu gue lagi" ucap atalan.


"maksud lo apa atalan. jangan ngomong anej aneh deh plis gue mau fokus kuliah dulu ngak ada pacar pacaran" ucap zenita


atalan tersenyum kecut lalu pergi keluar membawa mobilnya


zenita yang merasa pusing langsung kekamarnya mencoba untuk tidur.


saat jam 11: 56 zenita yang masih tertidur mendengar sura pecahan barang dari luar kamar. ia mencoba keluar untuk melihat.


saat ia keluar betapa terkejut nya melihat rumah yang berantakan dengan barang barang pecah dimana mana.


ia melihat zylando yang terbaring disofa. memanggil namanya


"zeni..ta nita lo dimana" ucap zylando mengigau


"bos..bos.. " ucap zenita


"zenita lo disini apa gue mimpi ya" ucap zylando


*dia mabuk ya* batin zenita


"uh bau alkohol " ucap zenita menutup hidungnya


"bos tidur dikamar biar reda mabuk nya" ucap zenita . zylando hanya diam . zenita pun membopong zylando kekamarnya. saat hendak membaringkan zylando malah ia yang jatuh karena tubuh nya tak sebanding dengan besarnya tubuh zylando

__ADS_1


__ADS_2