
setelah perjalanan panjang mereka bertiga telah sampai didepan asrama.
"makasih banyak lan, banyak banget lo bantu gue. maaf ya ngerepotin" ucap zenita
"ya gue juga makasih banget sama lo lan" ucap qila
"baik lah aku pulang yah" ucap atalan
"hati hati istirahat yang banyak" ucap qila
mobil atalan melaju meninggalkan mereka berdua.
"hai, apa kabar kanget 3 hari ngak ketemu" ucap aulia
"hai ya, baik" ucap zenita
"aku juga rindu kalian" ucap qila
"ayo masuk" ucap dani dari dalam
"makasih banyak loh ni" ucap zenita
"buat apa" ucap aulia
flash back on
"assalamualaikum, apa ini kediaman zenita anak bu ijah" ucap seorang pria
"ya betul saya ibu nya" ucap bu ijah
__ADS_1
"ini ada paket isinya 10 karung beras 20 kg untuk mbak zenita sekeluarga " ucap pria itu
"ada apa bu" ucap zenita muncul dari belakang bu ijah
"ini ada kiriman beras banyak banget dari temen kamu katanya" ucap bu ijah
"siapa? " ucap zenita lalu mengambil kertas ditangan ibu nya
By dani sekeluarga itu lah tulisan dikertas itu
"terimakasih pak" ucap bu ijah
setelah menanda tanganni kertas tersebut, terlihat beberapa orang pria mengangkut beras masuk kerumah zenita.
zenita mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu
zenita
Dani
sama sama ❤
itu lah isi pesan yang diketik zenita pada dani.
atalan yang baru keluar dari kamar zyen melihat ada pria masuk membawa beras tidak merasa heran, mungkin bu ijah habis beli beras untuk yasinan begitu pikir atalan.
ya seperti nya atalan nyaman dikamar zyen walaupun sederhana tetapi bikin nyaman apa lagi saat ada poster pesepak bola terkenal yang sama sama mereka kagumi dan karena itu lah mereka banyak berbincang soal bola dan kadang tentang zenita.
flash back off
__ADS_1
" ah lo ya dan kenapa ngak ngomong gue kan mau ikut bantu juga" ucap aulia dengan nada kesal setelah diceritakan zenita
"ya itu dari keluarga gue, lu nya mikir sendiri lah"ucap dani santai
"ya diingetin lah akunya, temen apa bukan sih" ucap aulia
"udah ya ngak apa apa, aku kan ngak ngarep apa apa dari kalian kok" ucap zenita
setelah itu aulia banyak menyemangati zenita agar tidak kalut dalam kesedihan.
" ya gitu loh harus semangat, pasti ayah lo bangga kalo lo jaya. ya walaupun gue ngak paham rasa nya ditinggal orang tua tapi lo harus bangkit dari keterpurukan" ucap aulia
"yah aulia ada benernya juga kok" ucap dani
" makaih ya temen temen, aku pasti semangat kok pasti"ucap zenita mengangkat tangannya terkepal..
"eh ya ta gue dengar lu mau cari kerja, emang niatnya dimana" tanya qila mengingat bu ijah bilang untuk membantu zenita cari pekerjaan
"loh lu ngak usah kerja dulu ta, lu harus fokus kuliah, dunia kerja ngak semudah dibayangkan apalagi membagi waktu kuliah sama kerja. kalo masalah biaya hidup aku bisa bantu kok" ucap dani.
"iya ni aku juga bantu kok, kita berdua patungan" ucap aulia
"aa ngak apa apa, aku ngak mau merepotkan. lagian sambil cari pengalaman gitu" ucap zenita
"tapi ta bener juga apa yang dikatakan dani" ucap qila
"tidak jangan khawatir, aku berencana jualan makanan jadi ngak ngeganggu kuliah kok" jelas zenita
bagaimana tak mengganggu dia kan harus kuliah masak sambil jualan dikantin pikir dani dan aulia
__ADS_1