Sosok Yang Kami Rindukan

Sosok Yang Kami Rindukan
teman baru


__ADS_3

"ya..tunggu sebentar" jawab zeni


Cklek pintu kamar terbuka.


"apa kalian yang akan satu kamar dengan kami?" tanya zeni dengan melirik dua gadis didepan pintu kamarnya membawa koper.


"ya." jawab salah satu gadis .


"ah silahkan masuk". ucap zeni dengan senyuman.


kedua gadis itu merapikan pakaian mereka


"boleh kubantu" tanya zeni dengan akrab


" tidak perlu. apa ada makanan aku lapar!" tanya seorang gadis


"heh. apa sih kau, ini bukan rumah mu." kata gadis disampingnya dengan sedikit marah "maaf teman ku ini, sedikit manja" katanya lagi pada zeni


"ah tidak apa, tapi kami belum ada makanan karena kami belum belanja" jawab zeni


"kalo gitu selesai mandi kita keluar makan yuk. nama ku dani dan ini aulia" ucap dani dengan senyuman


"saya zenita" balasnya dengan senyuman


"itu teman lo ya" tanya aulia dengan ketus


"ya dia qila tadi kami habis beberes jadi kecapean dan tertidur deh" jawab zeni sok akrab


"oh. pantas kamar ini lumayan bersih" jawab aulia dengan wajah datar.


Zeni membangun kan qila untuk mengajak nya pergi makan dengan teman baru.

__ADS_1


"woy bangun" ucap zeni


qila tidak bergeming.


"kebakaran, tolong!" teriak zeni


Sontak qila terbangun dengan mata terbelalak melihat sekelilingnya. dani yang di kamar mandi pun ikut terkejut dan mengintip dari pintu kamar mandi.


zeni tertawa terbahak-bahak, sedangkan qila cemberut kesal.


Melihat tingkah laku dua orang didepannya aulia hanya tersenyum dia teringat tingkah zeni dan qila mirif dengan adik kembarnya yang berumur 8 tahun.


"kalian jurusan apa? " tanya aulia pada dua gadis didepannya


"kamu siapa? aku jurusan pariwisata" ucap qila yang melihat siapa gadis didepannya


"dia aulia qil, teman sekamar kita." jawab zeni


"aku manajemen keuangan, kalo kamu aulia? tanya zeni


"gue kesenian. oia ngak perlu pake aku kamu disini, aku kamu disini biasanya untuk orang terhormat dan....kampungan kalo sama teman lo gue aja, gue kan bakalan jadi teman kalian jadi ngak perlu canggung gitu" jelas aulia dengan senyuman.


"iya, kami memang dari desa" ucap zeni


"pantas aja kayak orang deso, polos banget" ucap aulia dalam batinya


Dani keluar dari kamar mandi.


qila bingung melihat siapa wanita itu. dani yang melihat qila kebingungan pun memperkenalkan diri


"hay qila, gue rahmadani dipanggil dani" ucap dani dengan senyuman menyeringai

__ADS_1


"loh kok mau dipanggil dani, itukan nama cowok, bagus dipanggil rahma. artinya cantik" ucap qila


"JANGAN PANGGIL GUE RAHMA, PANGGIL DANI" ucap dani dengan kesal dan agak marah.


qila hanya tertunduk bingung "kenapa dia marah?" ucap batinnya


"hey hey, qil sebaik nya jangan panggil nama rahma, karena ada pengalaman buruk terjadi pada dani" ucap aulia


"baik lah" jawab qila. qila dan zeni masih bingung kenapa dani tidak mau dipanggil rahma.


"jadi ngak nih pergi, kenapa kalian ngak siap siap. loh aulia belum mandi, nah lo zeni mau pergi pakek baju payah itu? dan lo qila mau pergi dengan muka kusut gitu?" ucap dani


sontak mereka bertiga ingat dan terburu-buru bersiap setelah mendengar ucapan dani seperti perintah emak emak pada anak nya.


ya dani memang memiliki sikap dan style melebihi umur. dia terlihat dewasa dari temannya padahal umurnya baru menginjak 19 tahun. tak jauh berbeda umur aulia 20 tahun. aulia memiliki style tomboy terkadang juga sangat elegan saat menghadiri acara formal ayahnya, ya dia adalah anak pengusaha kaya. tidak salah jika dia memiliki sikap sangat manja pada kedua orang tuanya. walaupun tidak terlihat manja malah terlihat anak yang cuek.


"udah yuk" ajak dani pada teman temannya


Semua sudah selesai kecuali qila yang masih bingung memilih pakaian dia melihat temannya dani memakai tengtop crop dengan jaket kulit hitam, bawahannya memakai rok mini berbahan levis. tidak lupa menggeraikan rambut sebahunya itu terlihat anggun


dan aulia memakai baju kaos lengan pendek serta jaket kulit yang sama seperti temannya dani tetapi berbeda warna saja dia memakai jaket berwarna biru laut dengan bawahan lepis pendek berwarna senada dengan jaketnya rambutnya dikat kuncir kuda terlihat cantik .


sedangkan zeni hanya memakai sweater dan rok panjang dengan sanggul yang memperlihatkan sisi manisnya


"aduh kamu, sini aku dandani" ucap dani pada qila.


Hanya butuh beberapa menit kemudian dani selesai mendandani qila dengan kaos crop berbalut candigar pink polos. dengan rok mino milik dani karena semua pakain milik qila hanya ada celana panjang. yang kurang bagus dipadupadankan menurut dani. tak lupa ramput dikepang dua sehingga menambah kesan imut.


"apa ngak apa apa aku pake rok mini" tanya qila sedikit canggung


"dah yuk cantik kok" ucap zeni menarik temannya keluar asrama

__ADS_1


brummm. sebuah mobil berhenti dihadapan keempat gadis tersebut


__ADS_2